
Setelah kepulangan sang suami, Luna mulai membersihkan dirinya Yang sudah terasa lengket setelah seharian beraktifitas dan mengganti pakaian nya dengan yang baru.
Setelah menyelesaikan membersihkan diri, Luna mulai memakai mukenah nya dan menjalankan sholat lima waktu yang hampir tertinggal.
Nyonya Brata diam-diam memperhatikan semua kegiatan yang Luna lakukan, dan hati kecil nya yang sudah lama mati seakan terketuk saat melihat Luna melakukan sholat, Sehingga ketika melihat kegiatan yang Luna lakukan dengan seksama dan fokus tak lepas matanya memandang semua gerakan yang Luna lakukan.
Di keluarga Brian memang tidak terlalu fanatik dengan kegiatan agama, walaupun keluarga mereka memiliki beberapa panti asuhan, namun panti asuhan itu hanya untuk menaikan pamor keluarga mereka sebagai keluarga terpandang di mata para halayak ramai dan khususnya di depan para pengusaha lainya, yang turut berlomba-lomba untuk mendapatkan simpati dari orang banyak.
Saat diam-diam asik melihat melihat sang menantu yang dengan khusuk menjalankan sholat tiba-tiba lamunan nya buyar setelah Luna memanggil dirinya.
"Mami..apa mami mau sholat??"
seperti ketangkap basah nyonya Brata kembali memalingkan wajahnya dari Luna dengan menahan rasa malunya.
"Tidak.. "
"Aku yakin wanita licik itu hanya berpura baik di depanku, dan dia hanya berpura-pura sholat untuk mendapatkan perhatian dariku"
Luna kembali merapikan peralatan sholat nya dan menaruhnya di dalam lemari yang ada di kamar itu.
"Huft.. sabar Luna mami pasti orang yang baik, hanya saja kami belum saling mengenal, jadi dia terlihat cuek. Kamu harus lebih sabar Luna"
"Mami ada yang butuhkan? atau mami mau Luna potongin buah??"
"Tidak"
"Baiklah mi, kalau mami membutuhkan sesuatu bilang ke Luna ya mi"
__ADS_1
"Ehem"
Sembari tersenyum ke arah sang mertua Luna kembali duduk disofa yang ada di kamar itu.
Tak berselang lama datang lah seorang dokter dengan di ikuti beberapa perawat di belakangnya.
"Selamat malam Ibu.. bagaimana keadaanya hari ini?"
"Saya sudah merasa lebih baik dokter,"
"Baiklah saya akan memeriksa kondisi jantungnya dulu"
Dokter wanita itu pun mulai mengeluarkan stetoskop dan meletakan di dada bagian kiri nyonya Brata. Sembari melihat jam yang ada di tangan kirinya, sang dokter mulai menghitung ritme detak jantung nyonya Brata, yang terdeteksi sudah semakin stabil dari pada pagi tadi.
Luna yang berdiri di samping kasur sang ibu mertua melihat pemeriksaan itu dengan seksama.
"Alhamdullilah, kondisi jantung ibu Subrata sudah mulai stabil, hanya saja harus istirahat yang cukup, dan perbanyak minum air putih serta konsumsi buah dan sayuran.
dan yang paling penting jangan stress dan berfikir terlalu kerasa dulu"
Dengan singkat dan padat sang dokter memberikan penjelasan tentang keadaan sang mertua terkini.
"Terima kasih dokter"
"Sama-sama mbak, dan ini beberapa obat yang harus di konsumsi ibu malam ini setelah makan malam" perawat yang membawa nampan berisi beberapa obat itu pun mulai meletakan nya di atas nakas.
"Baik dokter, sekali lagi terimakasih"
__ADS_1
"Sama-sama mbak," Dokter dan para perawat pun mulai keluar dari kamar inap sang mertua. Dan tak lama beberapa pegawai bagian gizi pun mulai masuk dan mengantar makanan sehat untuk Nyonya Brata malam ini.
"Terimakasih sus"
"Sama-sama nona" mereka pun kembali menutup pintu kamar setelah meletakan makan malam itu di atas nakas.
"Mami mau Luna suapin??"
"Tidak usah, nanti saya akan makan sendiri"
"Tapi dokter bilang mami harus minum obat, jadi mami makan dulu ya"
"Dasar wanita licik, ingin mengambil perhatianku. Aku tak akan tersentuh"
Setelahnya nyonya Brata hanya menganggukan kepalanya ke arah Luna,
Luna mulai mempersiapkan sendok dan mulai menyuapi ibu mertuanya itu perlahan.
Sampai makanan itu tandas lalu Luna memberikan air minum dan mulai membantu sang mertua meminum obat nya satu persatu.
Setelah meminum obatnya nyonya Brata kembali mendiamkan Luna sembari menonton TV yang ada dalam kamarnya, dan tak menunggu lama tanpa sadar ia pun mulai memejamkan matanya, karena reaksi obat yang dia konsumsi sebelumnya.
Luna yang melihat sang mertua sudah terlelap sambil masih memegang remot TV langsung mendekat, dan mulai memperbaiki posisi tidur sang mertua,
denganmenurunkan posisi kasur, dan mengambil remot itu lalu meletakkannya dia atas nakas, tak lupa Luna menyelimuti sang mertua sampai sebatas dada, ia pun kembali ka atas sofa dan mulai membaringkan badan nya yang sudah terasa lelah.
"Selamat malam mami semoga hari esok akan lebih baik..."
__ADS_1
Bersambung....❣️❣️