
Sepanjang waktu Luna terus berada di samping sang kakak yang masih enggan untuk mengeluarkan suaranya. Luna yang merasakan kesedihan luar biasa tetap menahan rasa yang ada di dalam hatinya.
Selama di ruang rawat inap Loni, tak hentinya Luna berusaha untuk memberikan pertolongan untuk sang kakak, walaupun Loni terus mengabaikan bantuan Luna, namun Luna tak pernah putus asa.
Hingga tak terasa jam di dinding menunjukan pukul 5 sore, sesuai janjinya tadi pagi, Brian telah berdiri di depan ruangan Loni untuk menjemput Luna,
"Dirt...dirt..."
"Ya...halo mas?? "
"Sayang mas udah di depan, "
"Mas udah sampai!! Luna akan keluar..tunggu sebentar ya!!"
"Ok sayang..I love You..."
Luna yang mendengar perkataan sang suami langsung melihat ke arah ranjang sang kakak yang dari tadi membuang mukanya, sekarang telah berbalik menatap dirinya, di sana Luna dapat melihat ketertarikan Loni akan telepon dari suaminya itu.
"Iya mas.."
"I love sayang.."Brian yang mendengar tidak ada jawaban dari istrinya itu kembali mengucapkan kata cinta kepada Luna,
"Me to mas.."
Luna langsung mematikan panggilan dari suaminya dan mulai bersiap untuk pulang,
Sedari tadi sang ayah melihat respon Loni yang berbeda, tampak dari wajah putri sulungnya itu masih berharap bertemu dengan Brian sang mantan suami.
"Kamu harus kuat nak..kamu harus menerima bahwa sekarang Luna adalah adalah istri Brian,"
Pak Brata mulai mencoba untuk mendekati putri sulung nya sambil mengusap lembut
punggung Loni yang sudah tampak kurus,
Sedangkan Luna yang telah siap dengan tas jinjing di tangannya mulai mendekati sang ayah dan kakaknya untuk meminta izin pulang,
"Ayah.. Luna pulang duluan ya..., karena Luna belum menyiapkan stok asi untuk Azka,..."
"Iya nak, pulang lah..sampai kan salam ayah untuk suami mu dan cucu ayah.."
Luna mengganggukkan kepalanya, ia pun mulai menatap wajah Loni yang langsung membuang mukanya Kembali.
"Kak, Luna pulang dulu..besok Luna datang ke sini lagi...kakak jangan lupa minum obatnya ya...Luna sayang sama kakak"
Setelah meminta izin kepada ayah dan Loni, Luna pun berbalik dan melangkah kan kakinya keluar dari ruang rawat inap sang kakak.
__ADS_1
Saat ia membuka pintu kamar rawat inap ia langsung di sambut dengan senyum merekah dari wajah tampan sang suami.
" Hay sayang.. sudah siap untuk pulang??"
Sambil tersenyum Luna menjawab pertanyaan sang suami dengan sebuah anggukan.
Tanpa basa basi Brian langsung memegang tangan Luna dengan lembut, dan mereka mulai berjalan meninggalkan RS tersebut.
Sesaat sampai di dalam mobil, Brian dengan lembut langsung mendekap tubuh sang istri, sembari mencium kedua pipi bidadari nya itu.
Seketika Luna merasa tersanjung dengan perlakuan yang Brian lakukan kepada dirinya.
Hingga beberapa jam terlewati akhirnya Luna dan Brian telah sampai di kediaman mereka, tampak di sana Azka telah menunggu sang mama sambil di gendong oleh sang baby sitter,
Luna yang sudah sangat merindukan sang buah hati langsung mengambil Azka dari gendongan baby sitter dan membawanya masuk ke dalam mansion. Sedang kan Brian langsung menuju kamar mereka untuk membersihkan diri.
Azka yang berada di gendongan Luna langsung menangis sambil meminta asi kepada Luna.
"Hua..Hua...mimimimi"
"Hua...aaaaaaaa"
"Iya sayang..sabar ya anak mama, haus ya??"
Luna langsung membawa Azka ke kamar Azka di ikuti sang baby sitter di belakangnya,
"Bi..stok asi Azka habis??"
"Ia nyonya..tadi saya mau menghubungi nyonya, karena sejak tadi Azka sudah meminta susu lagi, padahal biasanya asi yang di stok bisa tahan sampai malam, tapi hari ini Azka sudah nyusu sampai 5 botol nyonya"
Luna yang mendengar perkataan baby sitter Azka langsung termenung, ia merasa khawatir kalau Azka akan kekurangan kalsium jika tidak menyusu, Luna sadar jika sekarang Azka sedang dalam masa pertumbuhan sehingga konsumsi asi nya sudah lebih banyak, sedang ia sekarang sedang dalam kondisi hamil kembali, yang membuat produksi asi nya semakin berkurang.
" Apa tadi Azka sudah makan Bi?"
"Sudah nyonya, Azka baru saja menghabiskan makannya."
Luna langsung mengnggukan kepalnya, dan kembali menyusui Azka di kasurnya, hingga tak berapa lama Azka pun mulai memejamkan matanya, dan tertidur.
Luna yang melihat Azka tertidur langsung memasang pagar pembatas, dan meninggalkan Azka bersama sang baby sitter. Dan Luna pun kembali melangkahkan kakinya ke dalam kamar mereka untuk melakukan sholat, di sana tampak Brian sedang asik dengan sebuah hp ditangannya,
Luna yang sudah merasa lapar dan kelelahan langsung mengambil wudhu dan melakukan sholatnya, setelahnya ia mengajak Brian menuju meja makan untuk makan malam, di sana Brian melihat sang istri yang makan de gan sangat lahap,
"Pelan-pelan yang, nanti kesedak !!"
"Ehem mas...aku lapar banget mas.."
__ADS_1
"Iya yang, tapi pelan-pelan, " Brian langsung mengambilian segelas air putih untuk istrinya, dan meletakan nya di depan Luna,
Luna yang tiba-tiba merasa keselek langsung mengambil air putih yang Brian ambilkan untuknya.
Brian yang melihat tingkah sang istri hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.
Hingga tak berapa lama makanan di atas meja itu kandas semua, dan sebagian besar makanan itu masuk ke dalam lambung Luna sendiri.
Setelahnya Luna langsung menyenderkan punggungnya di kursi, lalu ia mulai beranjak dan membersihkan semua piring yang ada di atas meja makan,
"Sudah yang, biar bibi saja yang bersihkan, kamu sudah kelihatan lelah gitu yang"
"Iya mas, entah kenapa, belakangan ini aku lebih sering lelah, dan lapar banget mas!!"
"Tandanya kamu harus banyak istirahat yang, gimana kalau besok kamu gak usah dulu ke RS??"
"Hmmm...tapi mas??"
"Sayang..ingat sekarang kamu jangan mikirin diri sendiri ..ingat juga yang ada di sini"
Brian langsung mengusap perut Luna yang sedikit membuncit karena habis makan, seketika terbit sebuah senyuman di bibir Brian,
Luna yang melihat senyuman Brian langsung mencubit perut suaminya itu,
"Awww..sakit yang"
"Abizz ..mas tuh ...pasti ketawa karena perut aku buncit kan..!!"
"Hahaha..gak lah yang...mas malah senang istri mas semangat makannya"
Luna langsung tersenyum mendengar jawaban sang suami, ia pun mulai mendekat ke arah Brian, dan meletakan kepalanya di dada Brian.
"Hmm..iya mas, Luna akan ingat yang ada di sini.. tapi....Luna tu bimbang karena asi Azka juga udah mulai gak cukup mas" Wajah Luna langsung kembali merengut, mengingat kondisinya saat ini
"Sabar ya yang...apa sebaiknya kita pakai sufor untuk Azka??"
"Tapi Luna mau kasih Azka asi sampai 2 tahun mas,"
Brian langsung melepaskan diri dari Luna, dan mengarahkan posisi Luna kedepan, memebelakanginya dengan perlahan ia pun mencoba memberi urutan lembut di punggung istrinya itu.
"Yang dokter kan juga bilang, kalau kamu gak bisa menghasilkan asi yang cukup buat Azka, sebaiknya kita beralih ke sufor untuk Azka."
Luna yang merasa rileks dengan pijitan tangan Brian, hanya menganggukan kepalanya, dan rasa kantuk yang teramat berat pun langsung menghampirinya, dan dengan sigap Brian yang melihat gerak gerik sang istri yang telah mengantuk berat, langsung menggendong tubuh istrinya itu, menuju kamar mereka.
"Kasihan nya istri ku," dengan telaten Brian mulai meletakan tubuh Luna di atas kasur, dan Brian pun ikut naik ke atas kasur lalu ia memeluk tubuh istrinya itu dengan penuh kasih sayang, tak lupa ia merapatkan selimut di tubuh mereka berdua.
__ADS_1
Bersambung...🤗🤗