
4 years later...
Kebahagian yang Luna dan Brian rasakan juga dirasakan oleh Bi Marni sang ibu asuh kesayangan, Bi Marni senantiasa selalu berkunjung ke kediaman Luna dengan tulus dan penuh kasih sayang ia selalu menyempatkan diri untuk bermain dengan kedua cucunya,
Dan dengan kehamilan ketiga yang Luna alami saat ini membuat BI Marni terkadang memilih untuk menginap di kediaman Luna,
Malam ini bi Marni dan kedua baby sitter Azka dan Kanzha sedang asik bermain dengan kedua bocah tersebut, Azka yang sudah sekolah di tingkat SD bermain sebentar setelah menyelesaikan tugas sekolahnya, hampir 2 jam kebersamaan itu mereka rasakan hingga jam menunjukan pukul 09 : 00 malam, kedua cucunya itu harus kembali masuk ke kamar masing-masing,
Seusai bermain dan menidurkan ke dua buah hati Luna dan Brian bi Marni memilih untuk bersantai sejenak di kamar, sembari mengistirahat kan tubuh tuanya yang sudah kelelahan, dan tak berapa lama terdengar sebuah ketukan dari luar pintu kamar nya,
"Tok..tok..tok.. Bi apa bibi sudah tidur??"
Saat mendengar suara Luna dari luar dengan sigap wanita tua itu mulai membuka pintu untuk putri angkat kesayangannya itu,
"Kriet..."
"Non, bibi belum tidur non, apa ada yang bisa bibi bantu non??"
Seketika Luna menampilkan sebuah senyuman dari bibirnya, ia sama sekali tidak menjawab pertanyaan sang ibu angkat malah memilih untuk memeluk tubuh tua bi Marni dengan intens,
"Bi, Luna malam ini mau tidur sama bibi, karena Luna sangat rindu sama bi Marni,"
Seketika dengan wajah keriputnya BI Marni tersenyum sangat gembira melihat rasa sayang yang terlihat dari wajah anak angkat nya itu,
"Sangat boleh non, tapi apa non udah izin sama tuan Brian?"
Luna langsung mengangguk-anggukan kepalanya " sudah kok bi, Luna sudah izin sama mas Bri,"
"Ya sudah kalau gitu non Luna naik ke atas kasur duluan, biar bibi urut kaki dan pundak Enon, biar rileks"
Luna langsung menarik pelan tubuh tua ibuk angkatnya itu, ia menggiring Bi Marni menuju kasur dan membantunya untuk berbaring di kasur dengan ukuran king size tersebut,
setelahnya Luna duduk di pinggir kasur dengan teleten jari-jari Luna mulai memijat bagian kaki BI Marni,
Bi Marni merasa kaget atas perlakuan majikannya itu kepadanya, ia mencoba untuk menghentikan tindakan yang Luna lakukan kepadanya ,
__ADS_1
"Non..gak usah ..masa non yang mijut kaki bibi, nanti den Brian bisa marah non!!"
"Bi..izinkan malam ini Luna kembali memijat kaki bibi, sudah lama rasanya Luna tidak melakukannya untuk bibi"
"Tapi non..bibi"
"Luna mohon bi, biarkan Luna melakukannya,"
Akhirnya dengan senang hati bi Marni menerima perlakuan yang Luna lakukan kepadanya ,
Namun selama memijat bibi kesayangan nya itu tak ada hentinya Luna selalu di ganggu dengan deringan telepon dari suaminya
"Udah tidur yang?? balik dong ke kamar kita .. mas kangen yang."
Luna hanya melihat pesan itu sekilas namun tidak berniat untuk membalasnya,
"Yang kenapa dari tadi pesan nya gak di balas?? mas rindu banget yang..bales dong please.."
Luna yang tadinya sudah berhasil membujuk sang suami merasa kesal atas permintaan suaminya malam ini,
"Mas..mas..tadi udah susah-susah ngebujuknya minta naik kuda dulu, minta ini itu dulu, giliran sekarang malah suruh balik"
"Yang mas jemput kamu ke kamar bi Marni ya?? mas beneran gak bisa tidur yang...dari tadi udah coba mejam, tapi gak ada yang di peluk, jadi mata on terus"
Entah sudah berapa pesan yang Brian kirimkan ke handphone Luna, hingga akhirnya Luna membalas pesan Brian yang ingin menjemput dirinya,
"Mas..kan tadi Luna udah ngelakuin yang mas ingin sebelum Luna tidur di kamar bi Marni, kok sekarang mas ingkar!! kalau mau peluk...kan mas bisa peluk guling mas, lagian cuma malam ini aja mas!!"
Dari sisi kamar mereka, Brian langsung memasang wajah kecewa setelah membaca pesan yang di kirim oleh kekasih hatinya itu,
"Teganya kamu yang..mas di sini menderita karena kamu yang"
lelaki yang sudah bucin itu akhirnya mencoba untuk memejamkan matanya yang sedari tadi tak mau juga terpejam,
Hingga pagi menjelang, Luna yang hampir telat bangun subuh langsung membuka paksa matanya, dengan sigap ia mencoba bangkit dan segera menunaikan sholat subuhnya, namun saat ia melihat kesamping ia melihat sang bibi masih tertidur di kasur, Luna beranggapan bahwa bi Marni telah duluan siap sholat, jadi ia membiarkan bi Marni untuk beristirahat,
__ADS_1
Setelah melaksanakan sholatnya, terdengar sebuah ketukan dari luar pintu kamar itu, Luna pun beranjak dan membuka pintu itu, saat terbuka ia melihat sang suami sudah berdiri di depan pintu dengan sebuah lingkaran hitam di sekeliling matanya,
"Mas??? hehehe.... kamu kenapa kok matanya hitam gitu??"
"Kok kamu malah ngetawaain mas sih yang?? mas gak tidur semalaman, mas rindu sama kamu!! ayo kita balik ke kamar yang,"
Brian langsung menarik dengan lembut tangan istrinya itu,
,"tunggu mas, Luna izin dulu ke Bi Marni, ok??"
"Ya udah mas tunggu di sini"
Akhirnya Luna berbalik dan pergi menuju kasur dimana sang ibu angkat masih tertidur,
"Bi.." Luna langsung memegang tangan Bi Marni seketika ia merasa kaget saat merasakan tubuh sang ibu angkat yang terasa sangat dingin seperti es, Luna langsung memegang kaki bi Marni dan menggoyang-goyangkan tubuh bi Marni,
"Bi..bi bangun bi...jangan buat Luna takut bi??"
namun mata bi Marni masih setia terpejam,
"Mas..mas tolong mas..bi Marni mas"
dengan sigap Brian langsung mendekati Luna, ia pun mulai memeluk tubuh sang istri yang bergetar, akhirnya setelah mengecek keadaan bi Marni mereka memutuskan untuk segera membawa Bu Marni ke RS, sesampainya di RS tim medis langsung melakukan tindakan terhadap tubuh bi Marni, dan setelah 30 menit berlalu salah satu dokter yang memeriksa bi Marni langsung keluar dari ruang pemeriksaan,
"Dok..bagaimana dengan keadaan Bi Marni dok?? bi Marni baik-baik aja kan dok??"
Dengan wajah penuh penyesalan sang dokter menyampaikan kabar duka untuk pasangan suami istri itu,
"Maaf Bu, kami sudah berusaha semaksimal mungkin, namun beliau sudah tidak dapat di selamatkan lagi"
Tubuh Luna terasa seakan tak bertulang, dengan perasaan campur aduk tubuhnya langsung luruh ke lantai,
"Sayang .. sabar..kamu harus kuat yang!! kasihan dedek yang ada di perut kamu"
"Hiks..hiks.."
__ADS_1
"Bi Marni mas..bi Marni..."
Akhirnya hari itu menjadi hari kelabu untuk Luna, ia harus rela melepaskan sang ibu pengasuh yang selama ini dengan penuh kasih sayang telah merawat dirinya...