
Gilang mengendari mobilnya di jalan menuju ke pinggiran kota P, Setelah dia mendapat kabar tentang keberadaan Luna, dari orang suruhannya."Aku akan menyelamatkan kalian", ucap Gilang sambil mempercpat lajumobilnya.
Setelah mendengar semua cerita Pak Bram membuat Gilang khawatir apa yang akan di perbuat Brian kepada Luna dan Azka, sungguh Gilang tidak akan rela jika wanita yang dicintainya menikah dengan orang lain, terlebih orang itu kakak ipar Luna sendiri.
Apalagi pak Bram juga bercerita bagaimana Brian pernah menyakiti Luna.
Kurang lebih 4 jam menempuh perjalanan akhirnya Gilang telah sampai ketempat tujuannya, dia pun memutuskan untuk mengintai rumah itu dari jarak jauh. Namun saat dia sedang mengawasi situasi di sana,
tiba-tiba ada orang yang mengetuk kaca mobilnya.
Tok
Tok
Gilang mulai membuka sebagain kaca mobilnya, tampak di depannya ada seseorang yang menggunakan kaca mata hitam dan hodie yang menutupi kepalanya.
"Hy!! apakah kau Gilang??" seseorang yang ternyata wanita menyapa Gilang dari luar jendela.
"Iya aku Gilang!! apa kita saling mengenal?? Gilang tampak curiga dengan seorang wanita yang saat ini ada di depannya.
"mungkin kita baru kenal tapi " sekita wanita di depan Gilang mulai membuka kaca mata hitam dan hodie yang ia kenakan.
__ADS_1
"KAMU??" Gilang lumayan shok melihat wanita yang sangat mirip dengan Luna itu,
"Apakah aku boleh masuk di mobil mu??"
seketika Gilang mulai membukakan pintu mobil di sebelahnya.
"KRIET"
Loni pun masuk ke dalam mobil Gilang.
"Hy!! mungkin ini pertama kali bertemu, tapi aku yakin kau sudah tahu siapa aku sebelumnya!!".
"Kamu Loni?? kakak kembaran Luna bukan??" tebak Gilang yang melihat wajah yang sangat mirip dengan wanita yang ia cintai, namun walau mereka mirip Gilang masih mengganggap Luna nya yang lebih cantik.
"Kau ke sini untuk menyelamatkan Luna bukan??" tanya Loni to the Point kepada Gilang,
"Iya!! aku ke sini untuk menjemput Luna dan Azka", Gilang menjawab dengan pasti.
"Kita mempunyai misi yang sama, bagaimana kalau" Luna mulai mendekat kan dirinya lebih dekat dengan Gilang, seraya berbisik.
senyum smirk pun timbul dari bibir Gilang saat menyetujui misi yang akan mereka lakukan untuk menyelamatkan Luna dan Azka.
__ADS_1
***
Luna sedang asik menyusui Azka di pinggir kolam berenang sambil sesekali mengajak sang anak tampan itu berbicara,
" Sayang apa kau merindukan papamu??" dengan pandangan mata ke arah Luna seolah Azka memberi tanggapan atas pertanyaan Luna itu, " Sama sayang mama juga merindukan papamu", tampak wajah mendung dari raut muka Luna,
" Tapi besok papamu akan menjumpai kita kembali, karena hari ini papamu sedang ada kerjaan di luar kota" Azka yang sedang asik menyusu itu kembali menatap wajah sang mama seolah mengerti dengan ucapan mamanya itu.
Tidak berselang lama tiba-tiba ada seseorang yang membekap mulut Luna dari belakang, sehingga membuat Azka hampir terjatuh dari gendongan Luna,
"Stss.. Luna jangan berteriak ini aku Loni" Loni mulai membuka kaca mata hitam yang ia kenakan, "Kakak!! bagaimana kakak bisa sampai ke sini ??" Luna dengan wajah kaget nya mencoba untuk menetralisir kegugupannya.
Loni pun menceritakan semuanya, bahkan dia berada di sini bersama Gilang untuk menyelamatkan Luna.
Luna mulai dilema dengan ajakan sang kakak, di lain pihak dia sudah menerima Brian, namun dia takut mengecewakan sang kakak.
"Na!! kamu ikut kita ya, aku bakal membawa kamu jauh dari Brian".
Seketika dada Luna terasa sesak, mendengar perkataan sang kakak. "Kamu jangan baper dengan sikap Brian selama ini kepadamu Na, dia cuma ingin bertanggung jawab terhadap Azka. Dan saat ini dia sedang kecewa sama kakak!! karena kebodohan yang kakak lakukan. Tapi kakak yakin Brian masih mencintai kakak".
Luna merasa dunia nya hancur seketika, apa yang di katakan kakak nya itu membuat pertahanan nya runtuh, melihat betapa besar perasaan cinta yang kakaknya miliki untuk Brian.
__ADS_1
Dengan berat hati Luna pun mengikuti sang kakak, hatinya serasa hancur, namun ia sadar Brian memang bukan miliknya, cinta yang telah tumbuh untuk sang kakak ipar harus kandas.
Bersambungš¤š¤