Anakku Anak Suami Kakak Ku

Anakku Anak Suami Kakak Ku
part 24


__ADS_3

"Loni!! Loni .. ???" Sandra memanggil-manggil nama Loni saat sudah memasuki kediaman Brian, karena sudah kebiasaan bagi Sandra langsung masuk ke rumah itu untuk bertemu modelnya itu.


"maaf ada apa nona Sandra?? kenapa anda tidak mengetuk pintu dulu ??" jawab pak yan dengan pandang penuh selidik,


" eh.. pak yan bikin kaget aja" Sandra tersenyum untuk menutupi kegugupannya, "saya harap untuk kedepannya nona Sandra harus mengetuk pintu dulu sebelum masuk!!"


Sandra mengangguk sembari meremas kedua tangannya yang mendingin.


"Apa nona Sandra mencari nyonya Loni?? dengan pembawaan pak yan yang berwibawa dan dingin membuat Sandra sangat gugup bercampur takut


"iii-ya pak yan, aku udah coba calling dia tapi no nya gak aktif".. terukir sebuah senyum keterpaksaan di bibir Sandra yang bergetar.


"Maaf nona Sandra nyonya Loni sudah tidak tinggal di sini lagi, dan silakan pintunya ada di sana! saya permisi dulu"..


Drngan wajah cengo nya Sandra hanya bisa melihat kepergian pak yan " What!!! Luna udah gak ada di sini.. mati gue" Sandra pergi meninggalkan rumah Brian dan langsung tancap gas.


***


Damn..kenapa otak gue gak bisa bekerja dengan baik!! wajah wanita ja...Ng itu selalu ngikuti gue!!!


"Prangggg"


Seketika Brian membanting gelas wine yang sedang ia pegang. "kenapa lagi bos?? apa nyonya Loni kembali mengganggu pikiran anda?? Vino datang mencoba membersihkan pecahan kaca yang bertebaran,


hmmm bisa gila gue Vin!!! dia udah selingkuh di belakang gue dengan banyak pria, termasuk sahabat gue sendiri, Brian frustasi dengan nasib cinta nya.

__ADS_1


kalau memang cinta Lo harus ngalah sama ego Lo bro, tapi kalau logika Lo bisa cari wanita yang lebih daripada dia,


Logika kata lo?????


"Heheh memang gampang Lo bisa ngomong gitu bro tapi Lo bukan di posisi gue!!! antara cinta sama logika gue gak bisa sinkron bro ..


"HaHaHaHa", vino terbahak melihat bos nya yang stress menahan rindu mendalam kepada sang istri


"Brengsek Lo!!!" seketika sebuah pulpen mendarat indah di jidat sang asisten tampan..


***


"BRAKK"


Lonni!! gawattt!! dengan secepat kilat Sandra langsung menceritakan yang terjadi di rumah Brian.


"Lo lagi sedang gak bercanda kan San??" Loni menggoyang-goyangkan kedua pundak Sandra setelah mendengar semua cerita sang asisten,


"Sumpah gue juga kaget mana pak yan serem banget lebih serem dari biasanya, pokoknya gue gak mau lagi ke sana kalau gak sama elo!!"


"Sekarang kita harus bagaimana San?? gua gak sudi posisi gue di ambil Luna, sampai kapan pun gue gak ikhlas Luna ngerebut laki gue!!! awas aja kalau gue jumpa dia gue bakal buat perhitungan sama dia!!"


"Tapi gue gak yakin sih lon, kalau Luna bakal ngerebut laki Lo, abis tu anak lugu banget"


" kucing di kasih ikan gak bakal nolak kali San" Loni menjawab ucapan Sandra sambil bersiap untuk mendatangi rumah ayahnya.

__ADS_1


***


Tin..tin


Pak Yan membuka pagar besi dan mempersilakan mobil majikannya untuk masuk, "selamat malam tuan", pak yan memberi salam sembari membungkukkan badannya dan mengambil alih tas yang dibawa oleh Brian ..


"Selamat malam!! gimana keadaan dia??


nyonya Loni sehat tuan dan baru saja tertidur,


"Bagus, pak yan tolong buka kan pintu penjara itu karena sebentar lagi saya mau ke sana",


"Baik tuan, sebelumnya apa tuan mau makan dulu?? saya akan siapkan.."


"Saya sudah makan pak Yan",


Baik tuan saya undur diri" pak yan segera meninggalkan tuannya dan menuju tempat di mana Luna di penjara.


Brian yang sudah sangat merindukan sang istri sudah tidak tahan lagi untuk mendatanginya, setelah memikirkan dengan matang, antara cinta dan logika akhirnya Brian lebih memilih cintanya hal ini di dukung dengan sikap Loni yang sudah sangat berubah bahkan sebelumnya ia ngerasa tidak percaya dengan bukti-bukti yang diberikan Vino.


Karena setiap dia niduri Loni di ngerasa tempat Loni masih sempit dan dapat memuaskan dia bahkan membuat ia menginginkan nya terus dan terus hal itu memang berbeda dengan yang ia rasakan sebelumnya.


Namun untuk membuang keraguannya dia sudah memikirkan kedepannya yaitu memaafkan semua kesalahan Loni, dan menyuruh Loni berhenti menjadi model agar tidak lagi bertemu dengan laki-laki lain.


Dan setelah lahiran dia akan menyerahkan anak yang di kandung Loni kepada ayah kandung bayi itu, kalau ayah bayi itu menolaknya maka Brian akan menyerahkan bayi itu ke panti asuhan yang jauh dari kota I itu sudah final decision bagi Brian.

__ADS_1


Bersambung 🧐🧐


__ADS_2