Anakku Anak Suami Kakak Ku

Anakku Anak Suami Kakak Ku
part 54


__ADS_3

Luna berjalan menuju gerbang keluar vila milik Brian sambil menggendong Azka dan Loni di samping nya, tampak kedua satpam penjaga vila itu terlelap di atas meja.


Sungguh Loni bisa berbuat apa saja untuk memuluskan keinginannya,


saat mereka sudah melangkahkan kakinya keluar, tiba-tiba di luar gerbang telah berdiri Brian dengan bersama beberapa orang anak buahnya sedang membekap Gilang.


Dengan langkah pasti Brian datang mendekat ke arah Luna dan membawa Luna ke dalam pelukannya,


" Pergi lah Loni!! biarkan kami bahagia!!" Luna menatap cinta yang besar untuknya di dalam mata Brian. "Apa maksud mu yang!! aku gak akan meninggalkan kamu!!". Loni kembali mendekat ke arah Luna, namun aksinya gagal karena Brian meminta anak buahnya untuk memegang kedua tangan Loni.


"Lepaskan aku" Loni mencoba memberontak namun tenaga yang besar dari kedua bodyguard itu membuatnya pasrah.


"Hari ini putusan pengadilan telah keluar!! mulai hari ini kau resmi aku ceraikan" Brian berbicara ketus ke arah Loni yang menampilkan ekspresi kekecewaan.


"Aku tidak pernah bersedia bercerai dengan mu Brian!! kenapa kamu tega sayang !! sampai kapan pun aku tidak akan pernah mau bercerai!!", Loni yang tersulut amarah mulai tertawa dan berteriak seperti orang gila,


"Luna, ayo kita pulang !! maafkan aku yang tidak becus menjaga mu dan Azka, sehingga kamu bisa di culik oleh kakak ipar mu" Gilang dengan penuh kasih sayang mencoba untuk mengajak Luna ikut bersamanya.


Seketika Brian memperlihatkan ketidaksukaannya kepada pria yang mencintai wanitanya itu.


"Sebaik nya kau lupa kan Luna!! karena Luna dan Azka adalah tanggung jawabku, aku harap ini terakhir kalinya kau mendekati calon istriku dan anak ku!! dengan sikap arogannya Brian menatap sinis kepada Gilang.


Luna hanya mampu terdiam melihat banyak nya masalah yang muncul tiba-tiba.

__ADS_1


"Na!! aku mohon pulang lah bersamaku ayah kamu sakit na!! udah hampir 3 Minggu sejak kamu menghilang, dia harus dirawat di rumah sakit!!" Gilang tak mau kalah, ia pun membujuk Luna dengan mengarah langsung pada kelemahan Luna,


"Ayah!! ayah ku sakit Gil?? jatuh sudah air mata di wajah cantik itu, dengan memandang ke arah mata Gilang, Luna berharap penjelasan yang lebih.


"Iya Na!! ayah mu sangat khawatir tentang keberadaan kamu dan Azka hingga penyakit jantung nya kambuh, untuk itu aku ke sini untuk menjemput mu. ayo kita pulang!!"


Brian yang melihat kegigihan Gilang dalam mendapatkan perhatian Luna, seketika membuat nya meradang,


"Kau tolong jangan memprovokasi Luna!! aku yang akan membawa Luna menemui ayahnya!! Jangan pernah lagi ikut campur semua urusan mengenai Luna.. karena aku bisa saja menghancurkan mu!!!" dengan penuh ketegasan dan penekanan dalam setiap ucapan Brian membuat nyali Gilang sedikit menciut, karena ia tahu siapa Brian dan apa yang bisa Brian buat untuk menjatuhkannya.


Dengan kekuatannya yang Brian miliki, akhirnya Loni dan Gilang menyerah untuk sementara, mereka pergi meninggalkan kediaman Brian itu.


Dengan penuh kasih sayang Brian membawa Luna dan Azka masuk kembali ke dalam vila.


Saat ini Brian dan Luna sedang menikmati makan malamnya, sedangkan Azka sudah tertidur di dalam kamarnya.


Brian hanya memandang ke arah Luna yang yang sedari tadi tak mengeluarkan sepatah katapun


"Sayang ada apa" sambil menggenggam tangan Luna Brian mencari tahu apa yang sedang di fikirkan wanitanya itu.


"Ehmm... mas apa benar yang kau ucapkan tadi sore??" Luna kembali mengeratkan genggaman itu,


" masalah aku dan Loni??"

__ADS_1


Luna hanya menganggukkan kepalanya,


" Yupz sayang, aku sudah resmi cerai dengan Loni, sebenarnya aku sudah mentalaknya 1 bulan yang lalu, saat pertama kali aku bisa menemukanmu. Namun secara hukum baru hari ini putusannya keluar, karena sempat ada penolakan dari Loni..... Tapi aku harap kamu jangan merasa bersalah, jangan termakan dengan bujuk rayu Loni!!


Luna yang merasa puas dengan jawaban Brian hanya mengganggukkan kepalanya.


"Dan satu lagi!!!aku minta putuskan komunikasi dengan pria yang bernama Gilang itu, aku gak mau kamu dekat lagi dengannya,.... aku ini cemburuan sayang, aku bakal bunuh dia kalau.. "


Luna menutup bibir Brian dengan jarinya, "Aku gak mau kamu ngomong kaya gitu mas!! jangan pernah berkata seperti itu.... aku mungkin tak bisa untuk memutuskan pertemanan ku dengan Gilang!! namun percaya lah mas aku gak bakal mengkhianati kamu!!" Luna menatap Brian dengan penuh cinta.


Gilang hanya diam mendengar keputusan Luna,


" Mas apa kah besok kamu sibuk??" Luna memandang Brian dengan penuh harapkan.


" Tidak!! apakah kamu ingin kita menjumpai ayahmu??" Brian mencoba menebak keinginan Luna sebenarnya.


" Ehem mas, aku ingin menjumpai ayah!! tidak kah kau keberatan mas??"


"Tentu tidak sayang!! besok aku juga akan menjelaskan semuanya kepada ayah, dan aku akan melamar mu di depan ayah" Brian menautkan pelukannya kepada Luna.


"**I Love you Luna"


"I Love u to kakak ipar** .."

__ADS_1


__ADS_2