
Jatuh bangun yang Luna rasakan selama ini akhirnya berbuah manis, setelah hampir 14 tahun hidup dalam penderitaan akhirnya hari ini Luna merasakan kebahagian yang iya rindukan.
Setelah melihat keseriusan dan cinta yang besar dari mata Brian untuk anak nya, akhirnya ayah memberikan izin kepada Brian untuk menikahi putri bungsu kesayangannya.
" Ayah harap ini adalah keputusan yang baik nak!! berbahagialah dengan pria pilihan mu!!" ayah memeluk putrinya dengan lembut, sembari berbisik di telinga anak bungsunya itu.
"Iya..yah terima-kasih karena ayah udah sayang sama Luna!! Luna janji...Luna akan bahagia bersama mas Bri yah!!" pelukan hangat antara ayah dan anak itu menjadi awal kebahagian untuk seorang Aluna Sanjaya.
Sore itu juga setelah berkonsultasi dengan dokter yang khusus menangani sang ayah, akhirnya ayah Luna sudah di nyatakan sembuh dan di perbolehkan pulang, hanya tinggal melakukan beberapa kali kontrol untuk memantau penyakit jantung yang ia derita.
Dengan di antar oleh Brian dan Luna pak Bram akhirnya dapat kembali ke rumah yang sudah lama ia rindukan.
Setelah membawa ayahnya beristirahat di kamar, Luna melancarkan tujuannya yang kedua.
"Bibi..bibi.." Luna yang sudah sangat merindukan ibu angkatnya itu sudah tidak sabar untuk bertemu.
Satu persatu ruangan Luna datangi sambil berlari kecil dan senyum yang terus mengambang di wajah cantiknya.
__ADS_1
"Non Luna...???" Dengan rasa rindu yang sudah membuncah akhir pelukan hangat Luna layangkan kepada sang ibu angkat, cukup lama mereka berpelukan, Hingga tangisan Azka menghentikan pelukan itu.
"Hiks..AAAAA......" Dari gendongan sang papa Azka terus menangis mencari keberadaan sang mama.
"Owh..sayang..sayang.. haus ya nak??? " dengan gerakan cepat Luna langsung mengambil alih Azka dari tangan Brian.
"Bi, Luna masih rindu sama bibi, tapi Luna susuin Azka dulu ya... nanti malam bibi tidur sama aku ya!! " Luna pun berlalu dari hadapan bi Marni.
"Tidur sama Bu Marni?? terus aku gimana??"gumam Brian dalam hati.
"STOP... Mas kamu mau kemana??" Luna yang masih menggendong Azka yang merengek mencoba untuk menghentikan langkah Brian.
"Kenapa sih yang ?? aku kan juga mau masuk!!" Brian kembali melangkahkan kakinya, Namun..
"BRAK.." pintu itu tertutup tepat di depan wajah tampan sang pria yang dulu di kenal dengan kekejamannya.
"Maaf ya mas!! Tapi kita belum sah mas!! jadi kamu sabar ya mas!!" Luna berucap sembari berteriak di balik pintu kamarnya.
__ADS_1
"Lagi yang!!!!"
"Kurang sabar gimana coba....!!!" Brian yang mulai frustasi berbalik turun meninggal kamar wanitanya.
***
Sesuai rencana pernikahan Brian dan Luna akan di selenggarakan 2 Minggu lagi, tepat di hari ulang tahun Luna yang 25.
Beberapa persiapan telah di rampungkan mulai dari baju, Hall room, undangan,sampai masalah catering.
Namun mendekati hari pernikahannya, Luna merasa tidak tenang, karena hari terakhir Luna bertemu dengan Loni di vila milik Brian, sampai hari ini iya masih belum bertemu dengan saudara kembarnya itu.
Tak ada satu pun orang rumahnya yang tahu di mana akan keberadaan kakak kembarnya itu.
"Semoga semua berjalan dengan lancar sampai hari H, aku harap kakak merestui aku dan mas Bri... maafkan aku kak!!" seuntai doa yang Luna selipkan di setiap doa- doanya.
Bersambung....💦💦
__ADS_1