
Tepat pukul 05:00 pagi, Luna terbangun dari tidurnya, ia sedikit kaget karena telah berpindah tempat ke atas kasur dan tampak Brian masih mendekapnya Luna di dalam pelukannya.
"Bukannya tadi malam aku tidur di sofa?? dan mas Bri?? kapan dia pulang??" Luna yang sadar akan tampilannya tadi malam merasa malu, saat membayangkan kembali Brian yang tadi malam menggendong nya pindah ke atas kasur.
"Bodoh..bodoh..Luna...aduh!!! pasti tadi malam mas Brian melihat penampilan ku yang sudah seperti seorang wanita penggoda...tapi aku masih sebel sama kamu mas!!! kenapa gak ada kabar dan hape nya gak di angkat-angkat!!"
Dengan perasaan nya yang campur aduk Luna mulai turun dari atas ranjang dengan pelan-pelan ia mulai membuka satu persatu tangan Brian yang masih memegang pinggangnya.
Setelah berhasil tanpa membuang waktu Luna langsung menjalankan kewajibannya sebagai seorang muslimah, setelah beberapa menit Luna pun menyudahi sholatnya dan melipat kembali mukenah serta sajadah yang ia pakai, sambil merapikan Kemabli tampilannya yang sudah berganti baju dengan daster selutut favoritnya.
Sedangkan Brian yang tadi malam melihat tampilan sang istri langsung terbawa ke dalam alam mimpi. Di dalam mimpinya Brian merasa sedang melakukan hubu-ngan suami istri dengan istri mungilnya itu, dan sesaat kemudian terdengar suara dari mulut Brian yang matanya masih terpejam rapat.
Luna yang merasa khawatir dengan suaminya itu tanpa basa basi langsung mencoba untuk membangunkan Brian dari tidurnya.
"Mas..mas.. bangun!!! kamu kenapa mas??"
Luna terus menggoyang-goyangkan tubuh suaminya agar terbangun dari tidurnya.
"Hufftt.. sayang mas udah hampir out..kenapa kamu minta mas berhenti yang!!"
"Out??? gimana mas!! apanya yang out...??"
Luna yang tak menyadari apa yang di alami Brian merasa bingung dengan tingkah suaminya itu.
"Adik aku yang udah hampir out yang!! tapi kok kamu udah pakai baju ini?? mana pakaian yang kamu pakai tadi malam yang??"
"Anu...itu..anu mas...hmm, " Luna merasa malu dengan pertanyaan Brian, perihal lingery yang ia pakai tadi malam, ia merasa sudah tertangkap basah, padahal ia sudah mempersiapkan diri dan mentalnya untuk menggoda Brian tadi malam dengan embel-embel mendapat izin kuliah dari suaminya itu.
Sedang kan Brian yang merasa penca-paiannya tadi sempat terganggu langsung kembali memeluk tubuh sintal sang istri tanpa banyak bertanya lagi, dia merasa bahwa kejadian yang tadi ia lakukan bersama Luna adalah hal yang nyata, sehingga ia berusaha untuk kembali melakukan penyatuan.
Luna yang merasa kaget dengan perlakuan Brian mencoba untuk menghentikan tindakan sang suami, karena dia ingin bernegosiasi dulu tentang keinginannya kepada Brian.
"Mas...wait .. aku mau kita buat kesepakatan dulu ya??"
"Yang mas udah gak tahan, kamu sihh tadi pakai berhentikan kegiatan kita!!, nanti aja kesepakatannya, mas setuju aja apa yang kamu mau!! tapi ini selesai dulu ya yang!!"
dengan wajah yang mengiba Brian meminta sang istri untuk mewujudkan keinginannya itu.
"Janj..............."
__ADS_1
Beluma sempat kalimat sakral Luna terucap, Brian yang sudah kalap langsung men-cium bibir Luna tanpa jeda, hingga hal yang diinginkan Brian itu tercapai, akhirnya dari sekedar mimpi belaka Brian mendapatkan jeckpot yang nyata.
***
Di tempat lain ayah Luna masih terus menunggu untuk kesembuhan sang putri sulung yang sudah lama tertidur di alam mimpinya.
Hingga kabar baik itu terdengar di telinganya, karena pagi ini sang suster yang di sediakan pak Bram untuk merawat sang putri di RS mengabarkan bahwa putri sulungnya itu telah sadar dari komanya.
Mendengar hal itu pak Bram langsung memutuskan untuk mendatangi RS pagi ini,
Saat Sampai di RS ia langsung masuk ke dalam ruangan putri sulungnya itu.
Dengan perasaan haru dan bahagia pria tua itu mulai mendekat ke kasur di mana sang putri masih terlihat terbaring.
"Loni sayang??"
Saat mendengar suara yang ia kenal Loni yang baru saja Sadar dari koma nya langsung melihat ke arah sang ayah yang sudah berada di depannya.
"Ayah??"
"Loni!!! kamu sudah sadar nak??"
"Tidak nak...ini bukan salah kamu..ayah yang tidak pandai menjaga mu nak..maafkan ayah nak...jangan sakit lagi ya nak!!".
Loni hanya menganggukan kepalanya untuk menjawab pertanyaan sang ayah
Dengan berderai air mata kedua ayah dan anak itu saling berpelukan.
Di sisi lain Luna yang akhirnya telah mendapatkan sebuah kesepakatan dengan suaminya itu akan kelanjutan kuliahnya merasa senang, walaupun nantinya masa perkuliahannya akan dia habiskan di depan sebuah laptop, dan dia akan tetap berada di rumah untuk mengikuti perkuliahan, dengan beberapa dosen yang berbeda dari sebelumnya.
Dan setelah mengatakan alasan ia pulang telat semalam kepada Luna akhirnya Brian pun telah mendapatkan beberapa pukulan di tubuhnya sebagai hukuman, karena telah berani mabuk-mabukan di bar, Luna juga telah memberikan sanksi kepada Brian yang membuat ia harus rela berpuasa dalam tanda kutip untuk 1 bulan kedepan.
"Huft...tega banget yang"
"Makanya, kalau mau berbuat macem-macem harus di pikir dulu mas...ingat anak udah mau dua....jangan berfikir seperti waktu bujang mas!!"
"Seminggu aja ya yang puasa nya..jangan 1 bulan...??"
"Gak ada ya mas!! kalau gak kaya gitu pasti kamu bakal ngulang kesalahan yang sama!!"
__ADS_1
"Gak yang...janji deh??"
"No..."
Luna langsung keluar kamar menuju ke kamar putra semata wayangnya.
"Huffft...gak kasihan apa yang??..kamu nyiksa mas kaya gini!!"
Sambil memasang wajah pasrah Brian langsung mengambil towel yang telah Luna siapkan, lalu bergegas masuk ke kamar mandi untuk melaksanakan mandi wajib, dan bersiap berangkat ke kantor.
Dan tak berapa lama Brian telah siap dengan setelan jas yang pas di tubuh tegapnya , ia tampak jauh lebih segar setelah mendapatkan multivitamin nya pagi ini, walaupun untuk kedepannya dia harus rela untuk berpuasa,
"Sayang hati-hati jangan tergesa-gesa seperti itu!!"
Brian menegur Luna yang terlihat terburu-buru dalam menyelesaikan kegiatannya bersama Azka.
"Iya mas, tapi aku harus cepat bersiap ke RS...aku sudah tidak sabar melihat kak Loni yang sadar mas!!" Pagi ini setelah mendapatkan telepon dari sang ayah bahwa sanya sang kakak telah siuman dari komanya, Luna sudah merasa tidak sabar untuk cepat bersua dengan sang kakak yang hanya berbeda beberapa menit dari dirinya.
"Hmmmm.. mas harap dengan sadarnya siluman itu tidak membawa dampak negatif untuk kamu yang!!" Melihat wajah bahagia dari sang istri Brian hanya berbicara di dalam hatinya, agar Luna tidak merasa sedih dengan ucapannya.
"Aku gak akan biarin!!!! "
"Gak biarin apa mas??"
"Gak yang..mas janji sama diri mas, kalau mas akan menjaga kamu, Azka dan juga baby sekuat tenaga mas, mas agak akan membagikan siapapun menghancurkan keluarga kecil kita"
"Makasih ya mas, Luna bersyukur mendapatkan seorang suami seperti mas Bri.."
Dengan penuh penghayatan Brian mencoba untuk mencium sang istri, namun Luna yang merasa sudah tidak memiliki banyak waktu langsung pergi meninggalkan suami nya,
Sembari mengambil Azka yang sudah terlihat tampan di dalam kursi bermain yang ditempatkan di dalam kamar mereka.
"Sayangggggg......arghhhhhhh...."
"Hehehe...maaf ya mas, kita harus cepat!!!!"
Bersambung...🤨🤨
Segini dulu ya up nya...
__ADS_1