Anakku Anak Suami Kakak Ku

Anakku Anak Suami Kakak Ku
Part 106


__ADS_3

Setelah malam itu di hari-hari berikutnya Brian tak dapat menghindari pertemuan nya dengan Luna, setelah Mr James mengutus Rossa sebagai pimpinan proyek pembangunan perusahaan baru yang akan mereka bangun.


Hari ini setelah mendapatkan persetujuan dari James, Rossa datang sambil membawa beberapa berkas untuk meeting yang akan ia lakukan bersama perusahaan Brian.


Setelah kurang lebih 2 jam berlalu meeting tersebut pun akhirnya berakhir, sesaat Vino dan Brian mulai meninggal kan ruang meeting, namun tiba-tiba Rossa pura-pura tersandung dengan kursi yang ada di depannya dan ia pun menjatuhkan badannya, tepat ke arah Brian yang sedang berjalan di depannya,


"Aduhhh"


Brian yang menyadari Rossa terjatuh langsung mencoba untuk menahannya, namun Rossa masuk ke dalam pelukannya,


"Kamu tidak papa??"


"Iya kak makasih..."


Brian yang menyadari Rossa baik-baik saja mencoba untuk melepaskan dirinya dari dekapan Rossa.


"Kak...kenapa sih kakak selalu menjauh dari Rossa, bukannya kak Bri itu kakak Rossa?? memang kakak gak sayang sama adik sendiri..?"


Rossa langsung memasang wajah sedih sembari menyenderkan kepalanya di pundak Brian,


"Maaf ibu Rossa, tapi saya rasa kita harus bersikap profesional dalam bekerja, ingat tujuan anda datang ke sini!!" Brian langsung pergi meninggal kan Rossa sendirian di dalam ruang meeting.


"Hmmm...Sh..it.. lihat aja kak, suatu saat nanti aku akan mendapatkan mu!!! aku telah banyak berkorban untuk bisa sampai di sini!! Bahkan aku harus merelakan mahkota ku yang paling berharga untuk mendapatkan bantuan James,...hufttt..."


Rossa tertawa licik sambil memikirkan cara untuk mendapatkan Brian kedalam pelukannya, "Pertama-tama aku akan menyingkirkan istri tercinta mu dan anak yang ia kandung."


"Hahahaha...hahah...."


***


Di sisi lain malam ini Luna berencana akan memeriksakan kandungannya yang masuk di bulan kedua, sambil bersiap-siap ia mulai menunggu sang suami di depan mansion mereka.


Sesekali ia bersenandung riang menunggu kepulangan suaminya itu. Luna kembali mengingat drama Korea yang tadi ia tonton, di sana ia sangat menyukai sosok gadis kecil yang menjadi anak sang aktris kesayangannya.


"Hmmm, pasti dia akan sangat lucu, "


Terlihat wajah Luna yang sudah tidak sabar untuk melihat jenis kelamin bayi yang sedang ia kandung, ia pun mulai termenung sambil tersenyum sendiri, hingga tidak menyadari kedatangan Brian yang sudah duduk di sampingnya,


"Ehem...istri aku kok kelihatan senang sekali??"


"Eh...mas udah Sampai???kenapa lama sih mas!! Ayuk cepat kita langsung pergi... nanti keburu dokternya pulang mas!!"


Luna langsung berdiri dari duduknya, dan mulai merapikan kembali penampilannya sambil membawa sebuah tas di tangan kanannya,


Brian yang melihat tingkah sang istri hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.

__ADS_1


Sepanjang perjalanan Luna tak hentinya bersenandung sambil bersandar di pundak sang suami,


Brian pun sangat merasa bahagia melihat perubahan besar yang di rasakan oleh istri kecilnya itu,


"Terimakasih sayang ahirnya kamu bisa menerima kehamilan ini, aku harap mulai hari ini dan selamanya keluarga kita akan terus di selimuti dengan kebahagiaan..."


Tak berapa lama, akhirnya mobil yang Brian kendarai telah Sampai di sebuah RS yang terbaik di kota ini, mereka pun mulai melangkahkan kaki menuju ke ruangan dokter SpOG langganan mereka.


Dengan sabar Luna yang di dampingi Brian mulai menunggu giliran untuk pemeriksaan, hingga tak berapa lama, giliran Luna pun tiba, dengan perasaan yang campur aduk Luna dan Brian mulai memasuki ruang spesialis kandungan itu,


"Selamat malam ibu??"


"Selamat malam dok," Luna dan Brian pun mulai duduk di kursi tepat di depan sang dokter,


"Bagaimana Bu?? apa ada gangguan selama kehamilan??"


"Alhamdulillah baik dok, dan saya tidak merasakan ngidam seperti kehamilan yang pertama"


"Hmmm.. syukur kalau begitu, baik lah kita mulai pemeriksaan nya ya Bu, mari naik ke atas banker Bu" Luna langsung mengikuti perintah sang dokter dengan di bantu oleh seorang perawat wanita Luna mulai menaiki Ibanker yang ada di ruangan itu,


"Maaf ya Bu, saya buka sedikit perutnya,"


"Silakan suster"


Seketika Luna merasakan dingin di bagian atas perutnya,


Lalu dengan sedikit tekanan ringan sang dokter mulai menggeser alat USG yang ia letakkan di atas perut Luna yang sudah tampak sedikit berisi,


Saat tengah sibuk dengan alat di tangannya, tiba-tiba wajah sang dokter yang awalnya biasa saja tiba-tiba berubah menjadi lebih serius,


"Ada apa ya dok??? apa ada masalah dengan kehamilan saya dokter??"


Sesaat wajah sang dokter kandungan itu berubah menjadi sebuah senyuman,


"Tidak perlu khawatir ibu, namun sepertinya beberapa bulan lagi bapak dan ibu harus menyiapkan 3 nama untuk calon bayi nya"


"Maksud nya dok??"


"Silakan pak, di lihat di monitornya, masing-masing embrio telah memiliki kantung amnion dan plasenta sendiri-sendiri, dan di sini sudah tampak jelas, ketiga janin sangat aktif"


Brian langsung tercengang melihat monitor yang ada di depannya,


"3 dok?? "


"Iya pak..ada tiga kantung kantung amnion yang bisa bapak lihat di layar"

__ADS_1


Luna yang merasa kaget langsung menutup mulutnya sembari menghitung jumlah kantung yang terlihat di layar monitor.


"Sayang..ada 3...kita akan dapat anak langsung 4 sayang!!! kita akan memiliki 4 orang anak!!"


Luna tak dapat berkata-kata, hanya air mata yang dapat menjawab semuanya,


Dan setelah mendapatkan obat dan mendengar semua saran serta anjuran sang dokter Luna dan Brian pun mulai meninggalkan ruang pemeriksaan kandungan itu.


"Mas!!! ini nyatakan??"


"kenapa yang, apa kamu masih gak percaya, dengan kembar tiga??"


"Mas...apa Luna bisa ya merawat 3 orang bayi sekaligus..??"


"Sayang kamu tidak menjaga nya sendiri, ada aku yang...dan nanti kita akan menambah beberapa baby sitter untuk membantu kita nanti, "


Terbayang sudah oleh Brian kesibukan yang akan ia rasakan setelah nanti mendapatkan bayi mungil perempuan yang berjumlah 3 orang,


"Pantas ya yang...udah beberapa Minggu ini kamu kerjanya makan terus!!! kalau makan nya gak banyak badannya langsung lemas gitu kan, sampai harus di infus dulu,"


"Heheh...iya mas, aku juga gak nyangka ternyata hamil nya langsung kembar 3.."


Brian langsung merangkul sang istri berjalan menuju parkiran,


Sesampai nya di parkiran mereka langsung masuk ke dalam mobil yang Brian kendarai sendiri, namun saat mobil mulai berjalan ke luar gerbang RS, tiba-tiba Luna melihat sang ayah yang sedang ingin menyebrang jalan menuju mobil yang ia parkiran di depan pagar RS.


Luna yang sudah tidak sabar ingin memberikan kabar baik kepada sang ayah langsung meminta Brian untuk menghentikan mobil nya, ia pun mulai turun dari dalam mobil.


"Ayahhhhhh....." dari sebrang jalan Luna mulai melambaikan tangannya ke arah sang ayah


"Pak Brata yang mendengarkan suara dari sebrang jalan langsung membalas lambaian tangan dari putri bungsu nya itu.


"Hati-hati yang.... jangan menyebrang send...."


Belum sempat Brian berucap Luna sudah melangkahkan kakinya ke tengah jalan,


"Pucuk di cinta ulam pun tiba ...tak di sangka aku akhirnya mendapatkan kesempatan langka ini...padahal aku hanya ingin membuntuti mereka, namun dia memberikan kesempatan untuk aku sekarang.."


Saat Brian ingin menyusul Luna tiba-tiba terdengar suara hantaman yang sangat keras, di jalanan itu


"BRAK.........."


"Lunaaaaaaaaa???"


Bersambung....😥😥

__ADS_1


__ADS_2