
Luna baru sampai di rumah sakit tempat sang mertua terbaring lemah, sesaat setelah Brian memberi kabar tentang penyakit jantung yang di derita mertuanya itu kambuh.
Dengan perasaan yang campur aduk Luna melangkahkan kaki nya menuju kamar VVIP tempat sang mertua di rawat.
Beberapa ruangan kamar yang Luna lewati membawa Luna semakin dekat dengan kamar sang mertua hal itu menambah irama jantung yang semula pelan berubah menjadi debaran yang kuat.
Hingga Luna sampai di depan ruangan dengan nomor kamar yang di tempati nyonya Brata, dengan perasaan bimbang Luna mulai mengetuk pintu kamar itu.
Tok..tok..tok
Seketika pintu itu terbuka dan memperlihatkan Rossa berdiri di balik pintu, dengan wajah culasnya Rossa kembali ingin menutup pintu itu kembali, namun Brian yang sudah berdiri di belakang Rossa dengan cepat membuka pintu itu kembali, dan membawa sang istri masuk ke dalam kamar sang mami.
Nyonya Brata yang melihat kedatangan sang menantu langsung memperlihatkan wajah masamnya, niat hati ia ingin langsung mengusir Luna untuk pergi dari kamarnya itu, namun mengingat perjanjian yang baru saja ia sepakati bersama sang putra, nyonya brata mengurungkan niatnya itu.
Luna mulai mendekat ke arah sang mertua dan mencium santun tangan sang mertua, namun dengan gaya angkuh nya nyonya Brata langsung memalingkan wajahnya dari sang menantu.
"Mam" Brian yang melihat tingkah mami nya itu langsung menegur sang mami yang di anggap tidak sesuai dengan perjanjian mereka.
Nyonya Brata pun mencoba menunjukan senyuman palsu nya kepada Luna saat ia
mengingat kembali perjanjian antara dia dan sang putra sesaat sebelum Luna datang.
Flash back on ๐ฆ๐ฆ
Setelah mendapatkan pemeriksaan oleh dokter spesialis jantung di RS itu nyonya Brata di diagnosa dengan serangan jantung ringan yang tidak terlalu membahayakan nyawanya.
Namun ia harus mendapatkan perawatan lanjutan untuk memulihkan keadaannya kembali fit seperti semula, sehingga ia langsung di pindahkan ke ruangan rawat inap, untuk mendapatkan perawatan lanjutan.
__ADS_1
Setelah sampai di kamarnya nyonya Brata langsung meminta Rossa untuk meninggalkan dia dan Brian sebentar, setelah kepergian Rossa nyonya Brata langsung menyampaikan niatnya kepada Brian untuk menikah dengan Rossa sambil mengiba memperlihatkan kelemahannya di depan sang putra tunggal.
"Bri, mami mohon nak nikahin Rossa, kalau kamu tidak mau menceraikan istri kamu itu mami tidak masalah nak. Tapi mami mohon Brian nikahi Rossa ya??" dengan memperlihatkan sisi lemahnya nyonya Brata mencoba untuk kembali membujuk sang putra tunggal.
"Mam.. kita jangan bicarain ini dulu ya. Fokus sama kesembuhan mami dulu. Brian.." Belum selesai Brian mengucapkan perkataannya nyonya Brata langsung menyela ucapannya sambil sedikit berteriak.
"Gak Bri..mami gak bakal sembuh kalau kamu terus menolak keinginan mami!! mami mati
aja Brian" seketika tangis langsung pecah dari bibir sang mami.
"Mami..jangan pernah bicara seperti itu mi!! jangan pernah!! Oke Brian akan menyetujui keinginan mami. Tapi dengan satu syarat!!"
Brian yang mulai putus asa dengan pernyataan sang mami mencoba untuk menerima keinginan itu sementara waktu Sampai keadaan sang mami pulih seperti sediakala. Dia tidak ingin kembali membuat kesalahan yang akan berdampak fatal bagi kesehatan sang mami.
"Syarat apa sayang?? mami pasti mengabulkan nya nak"seketika tampak secercah kebahagiaan dari wajah sang mami.
"Brian mau mami mencoba untuk menerima Luna dan Azka. Tolong sayangi mereka sama seperti mami sayang sama Brian mi!! jangan menyakiti Luna lagi mi. Brian mohon sama mami" dengan mata yang mulai berkaca-kaca Brian mengiba di hadapan sang mami sembari bersimpuh dan mencium kedua tangan mamanya itu.
Flash back off๐ฆ๐ฆ
Cukup lama Brian memandang wajah cantik istrinya itu, terbesit rasa bersalah yang menghinggapi hatinya,
"Maafkan mas sayang karena membuat sebuah perjanjian yang tak masuk akal dengan mami. Tapi mas janji akan mencari cara untuk membatalkan perjanjian itu setelah keadaan mami membaik"
Brian berucap di dalam hati sambil menggenggam erat sebelah tangan sang istri yang terasa dingin.
Di sisi lain melihat keadaan sang mertua yang terbaring lemah di atas ranjang RS membuat Luna kembali mengingat Alm sang bunda yang telah lama meninggalkannya.
__ADS_1
"Sayang bolehkah malam ini aku tidur di sini merawat mami??" bukan bodoh!! Luna memiliki niatan untuk menjaga mertuanya itu untuk menciptakan kedekatan antara ia dan sang ibu mertua.
Seketika wajah Rossa berubah happy mendengar keinginan Luna, awalnya dia sudah merasa terbebani saat sang Tante memintanya untuk menjaganya selama di rawat di RS.
"Selamat..selamat.. yang penting kak Brian udah bersedia nikahin gue..yang lain mah bodo amat" teriak kebahagian Rossa di dalam hati.
"Kamu yakin sayang!! terus Azka??" tampak kebimbangan di wajah Brian, ia tidak ingin Luna kembali menjadi bulan-bulanan sang Mami nantinya.
"Azka di rumah ayah mas, Luna udah stok asi untuk Azka. Di sana ada bi Marni dan bi Nun yang menjaga Azka sementara"
Sang mami yang mendengar keinginan menantunya itu langsung bereaksi marah, namun seketika Brian menatap dalam ke arah sang mami yang tampak ingin menumpahkan amarahnya.
"Ia Bri, ma-mi ti-dak keberatan kalau Luna mau MEN-JAGA mami" senyum palsu kembali menghiasi wajah sendu mertua galak Luna,
Brian yang melihat keinginan keras Luna untuk mendekatkan diri kepada sang mami membuat ia menyetujui keinginan istrinya itu.
Dengan berat hati malam itu Brian meninggalkan istri tercintanya di RS untuk menjaga sang mami, tidak lupa ia meminta Pak Yan untuk mengantar baju ganti serta perlengkapan sang istri selama di RS.
"Hubungi mas kalau kamu butuh apapun yang!! apa pun yang terjadi kamu langsung kabari mas ya. Atau kalau kamu mau batal..."
melihat kegusaran di wajah sang suami membuat Luna memotong perkataan suami nya itu.
"Mas.. aku akan baik-baik saja, percaya sama aku mas.. I love u" Luna kembali meyakinkan Brian atas tindakan yang ia pilih.
"I love u to sayang"
"MUaCh" ciuman singkat yang Brian berikan untuk Luna membuat Rossa terbakar api cemburu.
__ADS_1
"Damn.. besok gue yang ada di posisi itu..Lo bakal enyah Luna.." di dalam hati Rossa bergemuruh.
Bersambung....๐ฃ๐ฃ