
Pernikahan yang berlandaskan cinta akan membawa dampak positif bagi pasangan suami dan istri dalam menjalankannya, namun sebaliknya pernikahan yang di awali dengan sebuah kebohongan akan membawa kehancuran di akhirnya.
Hari ini akhirnya tiba, di mana kedua insan yang dipertemukan dalam cinta akan mengikrarkan ikatan cinta tersebut ke dalam sebuah pernikahan,
"Luna....Luna sayang!! apa kau sudah siap??" Brian si bos yang tidak sabaran telah membuat kacau semua sahabat dan anak buahnya, karena tidak ingin terjadi apa-apa terhadap Luna, pagi-pagi sekali dia sudah datang ke kediaman calon mempelai wanita nya itu.
"Bri, Lo gak sabaran banget!!" Reno mencoba menahan tubuh sahabatnya itu yang hampir melangkahkan kaki nya ke lantai atas di mana Luna berada.
"Bro!!! ayo kita balik, nanti Lo bisa temui Luna di hall room, Lo harus siap-siap juga bro!! " Vino pun menimpali perkataan Reno,
"Gak!! gue bakal stay di sini!! Lo semua gak lihat kalau gue udah siap!!" Dengan Tuxedo berwarna maroon mix hitam, Brian sudah siap untuk mengikrarkan cintanya.
"Gue tahu bro!! paling gak, please jangan buat malu!! Lo gak lihat banyak orang yang ngeliat kita!! yuk balik dulu!!" Vino yang sedari tadi mulai risih dengan pandangan beberapa kerabat Luna mengajak Brian untuk kembali ke kediamannya.
Sayup- sayup bisikan beberapa orang yang mengatakan bahwa Seorang pengusaha besar udah bucin akut..gak pernah ada pengantin datang ke rumah pengantin perempuan sebelum nikahan...udah cinta mati...
Sedari tadi kedua sahabatnya sudah tidak tahan mendengar ucapan beberapa orang di kediaman Luna, namun berbeda dengan Brian, dia hanya ingin memastikan bahwa Luna akan datang ke pernikahan mereka nanti, dia tidak ingin Loni atau pun Gilang merusak hari penting untuknya.
Luna yang mendengar keributan di luar karena calon suaminya itu mencoba untuk menelepon Brian,
__ADS_1
dirt...
Luna calling..
"Halo sayang!! aku su.." belum siap Brian berbicara sang harimau betina menunjukan taringnya
"Mas!! kamu pulang dulu!! kalau tidak aku bakal batalin..."
"Baik sayang ...baik aku pulang tolong jangan di lanjutkan" Brian langsung berbalik arah dengan di ikuti oleh kedua sahabatnya,
***
Saya terima nikah dan kawinnya Aluna Sanjaya binti Bram Sanjaya dengan mas kawin seperangkat berlian dan sebuah kapal pesiar tunai....
Akhirnya kata sah itu telah menjadi awal mahligai pernikahan yang akan mereka jalani sebagai pasangan suami dan istri, Brian mencium kening istrinya itu cukup lama dan Luna mencium tangan suaminya sembari meneteskan air mata kebahagiaan.
Setelah menandatangani semua berkas yang di perlukan merekapun mulai sungkem kepada ayah Luna, dan untuk Brian ia di wakilkan oleh paman dari pihak maminya, karena orang tua Brian yang masih berada di luar negri membuat mereka tidak bisa menghadiri pernikahan.
sedangkan Azka yang berada di gendongan bi Marni sudah sangat tampan dengan Tuxedo ukuran kecil, yang senada dengan milik sang papa.
__ADS_1
Pesta yang mewah dengan di hadiri para pengusaha-pengusaha sukses maupun orang-orang penting lainnya, telah sukses di laksanakan,
"Yang..aku sudah tidak sabar untuk nanti malam" Brian berbisik kepada wanita yang duduk di sampingnya,
Luna yang mendengar ucapan Brian hanya mampu menelan ludahnya, sembari melihat ke arah suaminya yang terlihat seperti raja singa yang sedang kelaparan.
Satu persatu tamu mulai menyalami kedua pasangan pengantin yang sedang berbahagia itu, hingga giliran seseorang yang masih memiliki cinta untuk sang Luna.
"Selamat Na!!! aku turut berbahagia melihat kamu bahagia, aku akan pergi Na... suatu saat jika kamu membutuhkan aku hubungi aku Na, maka aku akan datang" Gilang menyalami Luna cukup lama, dengan mata yang berkaca-kaca, pandangannya tak putus ke wajah wanita yang masih ia cintai itu.
" Maaf kan aku Lang.... dan makasih banyak Lang, untuk semua yang kamu lakukan untuk ku dan Azka, ....semoga kamu mendapatkan wanita yang lebih baik dan mencintaimu" dengan mata yang berkaca-kaca Luna dengan tulus mendoakan sahabat terbaiknya itu,
Brian yang memberi sedikit kesempatan untuk Gilang akhirnya melepaskan genggaman tangan Gilang terhadap istrinya.
"Makasih untuk datang bro.. tapi istri saya tidak butuh pertolongan anda sekarang atau sampai kapan pun, karena saya akan selalu ada untuknya". dengan tegas Brian berucap kepada Gilang.
Akhirnya Gilang memutuskan pergi dari pesta setelah mengungkapkan isi hatinya kepada Luna, tidak lupa ia menggendong Azka dan mengecup pipi gembul itu untuk yang terakhir kalinya.
Selamat tinggal Luna doa ku selalu menyertai mu...
__ADS_1
Bersambung...🐾🐾
sorry mungkin up nya segini dulu..coz lagi sakit jadi harus istirahat total ... happy reading novel lover semua*..