
Sesaat kemudian Dunia Brian terasa berubah kelam, ia langsung terduduk di pinggir jalan dengan kedua lutut yang tak mampu lagi menopang tubuh tegapnya.
"Sayang....Luna.....AAAAA"
"Hikss..."
"Hiks..."
"Jangan tinggalkan mas Luna...."
"Brian...Brian ... cepat tolong Luna.."
Setelah mendengar perkataan pak Brata Brian pun mulai sadar dari ketepurukannya, dengan sisa tenaganya ia mulai mendekat ke arah korban kecelakaan itu, dan dari jarak 100 meter terlihat mobil Rossa yang sudah di kepung banyak warga,
"Tidak ..tidakk..gue tidak boleh tertangkap...tidakkkkkkkkk.."
Beberapa kali Rossa mencoba untuk menjalankan mobilnya kembali, namun mesin mobil itu sama sekali tidak mau hidup kembali.
Brian yang masih shock bertambah shock saat melihat darah yang berceceran di jalanan yang sudah berubah merah.
"Sayang..." tubuh itu terlihat sudah hampir tak berbentuk, dan bisa di pastikan bahwa korban tabrakan itu langsung meninggal di tempat.
Pak Bram yang masih shock berat dengan melihat kejadian yang sama beberapa puluh tahun yang lalu mulai mendekat ke arah Brian dan jenazah sang anak berada.
"Brian...tolong selamatkan Luna, dia ada di sebrang jalan itu Bri, "
"Maksud ayah??"
" Ini tubuh Loni Brian,.....dia yang menyelamatkan Luna Bri...lo-ni...mantan istri kamu..."
Brian yang mendengar ucapan sang mertua langsung pergi ke sebrang jalan, di sana ia dapat melihat Luna yang sedang mendapatkan bantuan dari beberapa satpam RS yang melihat kejadian naas itu.
"Luna...sayanggggg..."
Brian langsung memeluk tubuh sang istri yang sangat ia cintai itu.
"Kamu selamat yang...kamu gak kenapa-napa kan?? jangan buat mas khawatir lagi yang"
"Hiks...."
"Hiks.."
"Mas...kak Loni mas...kak Loni dia yang menyelamatkan aku mas...diaaaaa..."
Tiba-tiba Luna langsung hilang kesadaran, dengan gerakan cepat Brian mulai menggendong tubuh sang istri, dan saat itu ia dapat merasakan tangannya tiba-tiba terasa basah, Brian langsung menangis saat melihat tangannya yang sudah di penuhi oleh darah Luna yang keluar dari jalan lahirnya.
__ADS_1
"Sabar ya sayang...kita harus kuat menerima semua kenyataan ini ... kita pasti bisa sayang.."
Akhirnya Brian sudah Sampai di dalam UGD, dengan sigap tim kesehatan di ruangan tersebut langsung memberikan pertolongan kepada Luna.
"Halo...Vino...gue minta Lo ke RS xc saat ini, dan Lo urus siapa yang telah mencoba mencelakai istri dan anak-anak gue!!"
"Memang apa yang terjadi Bri??"
Sesaat Brian melihat keluar jendela yang mengarah ke gerbang RS, di mana kejadain kecelakaan itu terjadi.
Di sana ia dapat melihat 3 unit mobil polisi yang melakukan penangkapan terhadap penabrak Luna, dan sebuah mobil ambulance yang mengangkat jenazah Loni.
"Gak usah banyak tanya, penabrak itu udah di bawa polisi, kalau gitu gue minta Lo urus penabrak itu di kantor polisi sekarang juga dan siapkan beberapa orang pengacara kita, dan buat dia merasakan kesedihan yang sama seperti yang gue dan Luna rasakan."
Brian langsung mematikan ponselnya,
"Loni terimakasih karena kamu sudah menyelamatkan Luna, dan saat ini aku sudah memaafkan semua kesalahan kamu"
Brian bermonolog di dalam hatinya saat menyadari pengorbanan Loni untuk istrinya, ia tidak menyangka Loni wanita yang sangat ia benci telah rela mengorbankan nyawanya, untuk Luna.
Dan tak berapa lama dokter pun telah selesai memeriksa Luna, dan Luna pun telah siap di antar menuju kamar perawatan.
"Dok bagaimana keadaan istri saya dok??"
Brian pun mulai mengikuti dokter yang telah memeriksa keadaan Luna sebelumnya,
"Gini pak, mungkin saya akan mengatakan kabar baik dan sekaligus kabar buruk terhadap keadaan istri anda"
"Baik dok, saya sudah siap dengan semua kabar buruk yang menimpa istri saya,"
"Baik lah pak, kabar baiknya istri anda saat ini dalam keadaan fit, walau tadi sempat ngedrop karena kehilangan lumayan banyak darah, namun syukurnya stok darah di RS ini mencukupi untuk ibu Luna"
"Kabar buruknya, janin yang di kandung ibu Luna tidak dapat kami selamatkan semua"
"Maksud nya dok??"
"Hmmm..gini pak Brian kedua janin yang di kandung ibu Luna tidak dapat kami selamatkan, namun kami dapat menyelamatkan 1 bayi yang masih bisa bertahan.."
"Alhamdulillah..."
"Tapi pak kami belum tahu untuk kedepannya ..tapi semampu kami ..kami akan berusaha untuk menolong janin yang tersisa, sehingga kami akan terus memantau perkembangan janin ibu Luna sampai kondisi nya di nyatakan stabil"
"Terimakasih dok, lakukan yang terbaik untuk istri dan anak saya dok...saya akan membayar berapapun dok!!!"
"Uang bukan lah sesuatu yang terpenting saat ini pak, namun doa dan sebuah mukjizat yang dapat membantu bayi kalian dapat struggle"
__ADS_1
Seketika Brian langsung terdiam mendengar semua ucapan sang dokter kepadanya, hatinya terasa tersentil, "Doa" kata yang singkat namun penuh makna di dalamnya.
"Baik lah dok, saya mohon bantuannya,"
"Pasti pak, itu sudah tugas kami"
Akhirnya Brian pun mulai meninggalkan ruang sang dokter dan langsung menuju ke ruangan di mana Luna di rawat.
Setelah menaiki sebuah lift, akhirnya Brian sampai dilantai 6 di mana Luna sedang di rawat Ia mulai membuka pintu RS sakit itu dengan perlahan agar tidak mengganggu sang istri.
"Mas....apa yang telah terjadi sama anak kita mas?? kenapa tadi aku melihat banyak darah di baju yang aku pakai dan di lantai UGD"
"Sayang..kamu sabar ya...saat ini kita hanya memiliki satu yang.."
"Maksud mas??? "
"Maaf kan mas yang..."
"Tidak..mas ....tidak...mereka ada 3 mas..!!"
"hiks...hiks..."
"Kamu harus kuat yang....ingat kamu gak boleh stress, kita harus menyelamatkan dia yang bertahan untuk kita yang"
Seketika Luna langsung menghentikan teriakannya, tubuhnya pun lunglai di dalam pelukan Brian.
"Mas...kenapa cobaan selalu datang kepada ku mas...??".
"Pertama bunda, sekarang kak Loni..dan anak kita mas...."
"hiks..."
"hiks.."
"Sayang ini semua bukan kesalahan kamu!! ini cobaan sayang..kita pasti bisa melaluinya"
Akhirnya beberapa saat kemudian Luna mulai memejamkan matanya kembali karena pengaruh obat yang di suntikan di dalam cairan infusnya.
Brian yang melihat sang istri kembali tertidur langsung duduk di sofa yang tersedia di sana, dengan yakin dan pasti, ia mulai membuka aplikasi di dalam hp nya tentang tata cara dan bacaan sholat yang pernah ia pelajari selama di bangku sekolah dulu.
Dengan khusyuk ia pun mulai mengambil air wudhu dari air keran yang ada di dalam toilet ruang rawat inap Luna.
Dengan gerakan yang pelan dan bacaan yang terbata-bata Brian mulai melakukan sholat nya malam itu.
Bersambung.....🥰🥰
__ADS_1