
Setelah melewati malam yang panjang dengan kehebohannya, di hari Minggu yang cerah ini Luna telah rapi dengan memakai sebuah mini daster bercorak batik. Sedangkan Brian sang suami masih terlelap dalam tidur nya.
"Mas..mas..bangun dulu yuk..udah pagi..mami pasti sudah menunggu kita untuk sarapan"
Beberapa kali Luna menggoyang tubuh sang suami, namun sama sekali tidak ada respon dari Brian.
Sehingga timbul lah ide jahil di kepala Luna, dengan sedikit menyingkap selimut yang Brian pakai Luna mulai menarik satu bulu kaki dari kaki Brian.
"AWWWWWWWW"
"Ha..ha..ha.."
"Sayangggggg.. "Brian langsung berdiri dari kasurnya dan dengan gerakan cepat iya menarik Luna yang terlihat ingin berlari.
"Dapat kamu sayang... mau kemana kamu" sambil menghimpit separuh tubuh Luna, Brian mulai menggelitik pinggang sang istri.
" Amp-un..amp-un..geli mas...aku gak bakal buat lagi mas"
"Gak aku gak mau berhenti..."
"Mas..aku gak kuat.." Luna terbahak merasakan kegelian sampai ia meneteskan air matanya.
Setelah melihat istri nya yang kewalahan Brian pun akhirnya mengehentikan aksi nya itu. Sambil masih memeluk sang istri Brian membaringkan sang istri di sisinya.
"Kenapa sih yang kamu bangunin mas..kan ini hari Minggu yang mas masih ngantuk... mas ingin santai sebentar .."
"Piece ya mas.. Luna bangunin mas karena kita harus sarapan mas.. mami pasti sudah menunggu kita di meja makan"
"Aku masih malas ketemu Rossa dan mamanya. Kita sarapan di kamar aja ya.. aku minta Pak Yan buat antar makanan"
"Terus mami gimana mas??"
"Mami pasti ngerti sayang..di sana kan juga ada om Alan"
"Terus jemput Azkanya??"
"Nanti sore kan kita ke rumah ayahnya??"
"Deal" sambil mengangkat jari kelingkingnya Luna mengajak Brian untuk saling menautkan jari kelingking mereka berdua.
***
10 menit kemudian Pak Yan datang ke kamar Brian sambil membawa sarapan pagi yang Brian pesan, dan setelah kepergian Pak Yan Luna mulai menyiapkan sarapan untuk Brian, sembari menunggu sang suami menyelesaikan mandinya.
Setelah menunggu beberapa menit Brian pun telah rapi dengan memakai baju oblong dan celana pendeknya, dan dengan perut yang sudah sangat keroncongan tanpa menunggu waktu yang lama mereka berdua mulai menikmati sarapan yang telah di siapkan Pak Yan, hingga tak membutuhkan waktu yang lama semua makanan itu ludes.
"Mas..kamu sadar gak dengan kejadian semalam??"
"Kejadian ?? kejadian apa yang?? ....Tante Rossa yang ngelabrak kita??"
"Ehem!! tapi aku kecewa sama kamu!! kenapa kamu gak jujur sama aku mas"
"Aku ?? aku gak pernah nutupi apapun dari kamu yang"
"BOHONG!! terus apa maksud perkataan om Alan tadi pagi?"
Brian kembali teringat dengan perkataan omnya yang ingin membatalkan pernikahan antara Brian dan Rossa.
"Bener yang..aku gak pernah bohong apa pun sama ka..."
__ADS_1
"Kamu mau nikahi Rossa kan??"
Seketika Brian merasa sangat terkejut dengan pernyataan luna
"Mas.. aku mau kamu jujur dulu sama aku"
Dengan tergagap Brian mulai menceritakan semua yang ia dan sang mami buat di belakang Luna, dan semua yang Brian ceritakan membuat Luna seketika meradang
"Jadi mas setuju???"
"Tidak yang itu..mas.. hanya mengulur waktu yang, gak mungkin mas mau menduakan kamu yang" dengan muka memelas dan tatapan yang tulus Brian berusaha meyakinkan Luna dengan semua ucapannya.
"Waktu itu kondisinya mami masih sakit yang..dan mami belum baikan sama kamu. Lagian Mas yakin saat ini mami tidak akan setuju kalau mas nikahi Rossa".
Sambil memandang wajah sang suami dengan serius Luna mulai menceritakan sebuah kejadian yang tak pernah terbayangkan kan oleh Brian sebelumnya.
"Mas tahu kenapa Tante Mery melabrak kita tadi pagi??"
Brian menggelengkan kepalanya karena iya benar-benar tidak tahu dengan apa yang sebenarnya akan terjadi kepada nya tadi malam.
Flash back on..πΌπΌ
Malam itu setelah Luna menyelesaikan mandi dan sholatnya ia pun mulai melangkahkan kakinya menuju dapur, karena merasakan perut nya yang sudah mulai keroncongan.
Dengan menuruni anak tangga Luna mulai berjalan sambil melihat ke arah ruang kerja sang suami, karena ia berencana untuk membawa cemilan dan segelas susu hangat untuk sang suami sesudahnya.
Namun ia di kaget kan dengan kehadiran Rossa yang keluar dari ruang kerja sang suami dengan memakai sebuah lingery yang se-xy.
"Kenapa Rossa keluar dari ruangan mas Bri dengan penampilan seperti itu"
Dengan rasa penasarannya yang besar perlahan Luna kembali ke atas untuk bersembunyi di balik tembok kamar, setelah ia melihat Rossa yang melintas dengan mengendap-endap Luna mulai turun dari tangga dan kembali mengikuti Rossa dari belakang.
Dari balik tembok yang berbatasan dengan dapur Luna dapat melihat Rossa sedang berbisik dengan sang mama.
"Gimana nak..apa kamu berhasil meniduri Brian"
Seketika rasa lapar Luna hilang berganti amarah, ia sangat terkejut mendengar pernyataan adik ipar sang mertua, sambil menutup kedua mulutnya, Luna merasa ingin segera melabrak kedua orang ibu dan anak itu.
"Belum ma.... sebelumnya aku hampir berhasil, karena kak Brian udah minum kopinya, dan dia sudah terpancing ma.. Tapi malah dia haus minta air putih ma"
dengan wajah cemberutnya Rossa bergegas menuangkan air putih yang Brian minta.
"Ya udah nak..kamu cepat kembali ke ruang kerja Brian...Tapi kamu juga harus berikan obat ini untuk Luna..agar dia tidak bisa mengganggu rencana kita"
"Ini obat apa ma??"
"Ini obat tidur sayang ... kamu harus menuangkan obat ini kedalam minuman Luna sayang"
"Baik lah ma.. tapi besok mama jangan lupa bawa papa dan Tante ke ruang kerja kak Brian"
"Pasti sayang..karena mama sudah tidak sabar melihat kamu menikah dengan Brian... kalau gitu mama Kembali ke kamar dulu sayang, jangan sampai membuat papamu curiga"
"Baik mi..makasih ya ma untuk mendukung Luna dan kak Bri"
"Pasti sayang.. kebahagian kamu adalah kebahagian mama juga nak"
Mama Rossa pun mulai meninggalkan Rossa sendiri di dapur.
Setelah kepergian sang mama, Rossa mulai membuat dua gelas teh untuknya dan untuk Luna, dan ia pun mulai menuangkan beberapa tetes obat tidur yang mamanya berikan tadi.
__ADS_1
"Maafkan aku Luna..tapi malam ini kak Bri adalah milikku.Tapi gimana caranya ya aku buat kasih teh ini ke Luna?? secara aku gak dekat sama dia!!"
Luna yang mendengar semua pembicaraan Rossa dan sang mama langsung terbakar amarah, ia pun mulai mencari cara untuk menggagalkan semua rencana yang Rossa dan sang mama buat.
Dan seketika ia mendapatkan sebuah ide, dengan kembali ke tangga Luna mulai melangkah kan kakinya sambil berpura-pura memanggil sang suami.
Rossa yang merasa panik langsung bergegas mendatangi Luna,
"Luna....kamu mencari kak Bri??"
"Eh..Rossa kamu.."
Luna berpura-pura kaget dengan kehadiran Rossa di sana
"Iya..ini aku .."
"Pakaian kamu??"
"Ak-u kepanasan...iya panas banget rasanya, aku gerah jadi pakai baju tipis gini"
Rossa berusaha meyakinkan Luna sambil memberikan senyuman palsu kepada Luna.
"Owh iya..Luna kamu mau menemani aku sebentar gak untuk minum teh..aku kesepian gak ada teman..sambil kita bisa saling ngobrol gitu..kan kamu ipar aku..masa kita gak dekat sih.."
"Tentu boleh aku juga sedikit haus"
Luna pun mulai mengikuti langkah Rossa dari belakang.Dan Luna pun memilih duduk menghadap ke arah ruang kerja sang suami sehingga membuat Rossa duduk di hadapannya.
Tak pakai waktu lama, Rossa langsung memberikan teh yang sudah ia siapkan untuk luna.
"Ini untuk kamu ya Luna... dan ini untuk aku"
"Baik terima kasih ya"
Luna pun mulai menjalankan misinya, sambil mengambil teh di depannya ia pun mulai mendekatkan gelas teh tersebut kebibirnya lalu ia berpura-pura melihat sang suami sedang berada di depannya, luna langsung berteriak memanggil sang suami
"Mas..mas Bri??" seketika Rossa yang kaget langsung menghadap ke belakang melihat ke arah pintu ruang kerja Brian.
Dan dengan cekatan Luna langsung menukar gelas yang ia pegang dengan gelas yang ada di depan Rossa.
"Mana?mana kak Bri??"
"Gak aku rencana na mau ke ruang kerja mas Bri, aku lihat tadi ganggang pintu nya bergerak, kirain mas Bri yang keluar ternyata gak"
"Owh kirain.. " Rossa yang gugup langsung mempercepat misinya, ia langsung mengajak Luna untuk mulai mencicipi teh buatan nya, Dan seketika teh hangat itu tandas oleh Rossa dan Luna,
"Gimana enak tehnya Luna?"
"Ehem manis nya pas..dan segar.., makasih ya Rossa untuk tehnya"
"Iya sama-sama Luna"
"Hehe.. selamat tidur Luna..Sampai jumpa dengan kejutan besok pagi"
Setelah berucap di dalam hati tiba-tiba Rossa merasakan pusing pada kepalanya, dan tidak menunggu waktu lama ia pun mulai menjatuhkan kepalanya dia atas meja makan.
"Hehe...senjata makan tuan!!maaf ya Rossa, aku gak bakal kasih kesempatan buat pelakor seperti kamu untuk mendekati suami aku...Selamat tidur mimpi yang indah ya"
Luna pun mulai menjauh dari meja makan dan masuk ke dalam ruang kerja sang suami.
__ADS_1
Flash back off..πΌπΌ
Bersambung...π§π§