
Loni calling...
"Loni?? untuk apa ia menelepon ku kembali"
Brian hanya memandang hand phone nya yang beberapa kali berdering.
Pak Bram yang melihat Brian hanya melihat panggilan hp tanpa mengangkatnya langsung bertanya kepada Brian, karena hp itu berbunyi beberapa kali, terus berbunyi.
"Kenapa tidak di angkat nak?"
"Akh..Pa!! i-ni...ini panggilan dari Loni...ak-u sama sekali tidak ingin berurusan lagi dengan Loni pa..karena Bri gak mau menyakiti hati Luna" Dengan terbata Brian memberikan penjelasan kepada sang mertua,dengan perasaan yang tak enak hati.
"Loni??? biarkan papa yang angkat, karena sudah lama papa mencoba menghubungi ponselnya, namun tidak pernah menyambung".
Tampak wajah kebahagian dari raut muka Pak Bram karena akhirnya dia akan mengetahui di mana keberadaan sang putri, karena faktanya selama beberapa bulan sejak kepergian Loni, sama sekali pak Bram tidak mendapatkan kabar di mana keberadaan putri sulungnya itu.
Atas permintaan sang mertua Brian pun memberikan hp nya kepada sang mertua,
"Halo..Loni ini kau nak??"
"Maaf Tuan...tapi aku bukan Loni..ini Sandra tuan.."
"Sandra?? di mana putri ku Sandra..bisa kah aku berbicara dengan Loni??"
"Hmmm ....itu...itu bisa kah aku berbicara kepada Brian sebentar?? "
"Kenapa?? aku minta kau berikan hp ini kepada Loni sekarang juga"
"Ma-af tu-an tapi ada hal penting yang ingin aku sampaikan kepada Brian"
Dengan rasa kesalnya Pak Bram memberikan
hpnya kepada Brian.
"Ini Sandra Bri..Ayah harap kau mau mengangkatnya nak..karena Loni sama sekali tidak mau bicara kepada ayah" Dengan wajah mengiba Pak Bram meminta Brian untuk mengangkat hp demi mengetahui di mana keberadaan putri sulungnya itu saat ini.
"Tapi yah?? aku sudah malas berurusan dengan Loni"
"Ayah mohon nak..paling tidak tanyakan di mana keberadaannya saat ini"
"Maaf kan aku yah, tapi...."
"Angkat lah mas.. aku juga sudah sangat merindukan kak Loni.. Paling tidak kita mengetahui di mana ia berada saat ini"
Luna baru saja menuruni anak tangga setelah berhasil menidurkan Azka di kamarnya.
Mendengar permintaan sang istri Brian langsung mengangkat panggilan itu dengan menekan tombol loud speaker.
"Ya...halo ada apa Sandra??"
"Brian..akhirnya kau mengangkatnya. Loni Brian...Loni..."
"Maaf Sandra ..aku harap kau langsung to the poin di mana ia sekarang.. karena Luna dan ayah sudah ingin bertemu. Sedangkan aku sama sekali sudah tidak perduli, apa pun tentang dia, jadi gak usah basa basi ok!!"
"Baik lah Bri.. tapi Loni saat ini sedang sakit parah Bri..dan sudah beberapa bulan ini ia mendapatkan pengobatan di negara K. Tapi saat ini dia telah menghentikan semua pengobatannya, karena dia tidak ingin melanjutkan hidupnya lagi Bri...
__ADS_1
hiks
hiks
Loni hanya membutuhkan kamu Brian.."
Sambil terisak Sandra meminta kehadiran Brian di samping Loni untuk kesembuhan Loni.
"Apa sakit??? "
Luna yang mendengar semua percakapan sang suami sang Sandra langsung mengambil hp dari tangan suaminya.
"Kak...kak Sandra ini Luna kak..bisa kah kakak memberikan hp nya kepada kak Loni?? Luna ingin berbicara langsung dengan kak Loni kak"
"Luna?? maaf Luna...tapi sekarang Loni lagi tidak sadarkan diri dan sekarang aku sedang dalam perjalanan membawanya ke rumah sakit Na"
"APA?? kak Loni pingsan kak? kak tolong kirimkan di mana alamat lengkap keberadaan kakak dan kak Loni berada sekarang, besok pagi aku dan Mas Brian akan berangkat ke negara K"
"Baik lah Luna..terima kasih Luna...kakak sangat takut Luna..hiks..hiks.."
"Jangan takut kak..kak Loni pasti akan baik-baik saja kak."
"Luna harap terus hubungi Luna kak, beri kabar kalau sudah Samapi ke RS ya kak ... terus kabari Luna kak.."
"Baik Luna..kakak akan terus mengabari kondisi Loni "
"Terimakasih banyak kak Sandra, karena sudah terus merawat dan selalu ada untuk kak Loni di sana."
"Iya Na...kakak harap kalian cepat sampai ke sini..karena kakak takut Na"
"I-ya....Kakak matikan dulu teleponnya, karena kami sudah sampai di RS."
"Baik kak"
Dan sambungan telepon itu langsung terputus,
"Apa yang terjadi nak??"
"Yah..kak Loni sakit yah, besok Luna akan berangkat ke negara K untuk melihat keadaan kak Loni yah"
"Bagaimana keadaanya nak..ayah ..ayah sangat mengkhawatir kan keadaan Loni, "
"Kak Loni sudah mendapatkan perawatan dari RS yah, kita doakan semoga kak Loni baik-baik aja ya yah"
"Ehem..ayah harap Loni akan baik-baik saja nak dan secepatnya ayah akan menyusul ke negara K, nak."
"Iya yah," Luna langsung memeluk tubuh tua sang ayah, sambil meniti kan air mata kesedihan.
***
Saat ini Luna baru saja menyelesaikan sholat isya di kamarnya, sambil merapikan kembali alat sholatnya, karena hari sudah sangat malam jadi mereka memutuskan untuk menginap semalam di rumah sang ayah.
Namun saat asik meletakkan mukenah nya di dalam lemari tiba-tiba sang suami datang dari belakang sambil memeluk tubuh ramping sang istri,
"Haappp...sayang"
__ADS_1
"Mas... kamu tu kebiasaan deh, suka ngagetin aku"
"Hmmm..abis aku suka lihat ekspresi kaget kamu sayang,"
"Huft.. bohong !!"
"Gak yang..aku tu ciyus...yang..aku tuh suka kalau kamu kaget..apalagi kalau kamu gak pakai apa-apa aku paling suka sayang"
"Plak"
"Mesum banget sih..suami aku ini"
"Haha..hahaha.."
Brian langsung mencium istri cantik kesayangan nya itu.
Seketika Luna langsung menghentikan ciuman yang di lakukan suami mesumnya itu
"Mas...boleh kah aku meminta sesuatu??"
"Maaf sayang tapi untuk yang tadi kaya nya aku gak bisa!!"
"Tapi mas??"
"Sayang..kamu sekarang adalah istri aku..dan aku mau saat ini dan selamanya hanya kamu istri aku satu-satunya sayang.. aku gak mau lagi mengingat atau pun tersangkut dalam masa lalu ku lagi."
"Dengan permasalahan yang datang bertubi-tubi ke dalam hubungan kita, aku harap kamu bisa mengerti sayang."
"Iya aku tahu mas....aku juga gak mau kehilangan kamu..tapi bagaimana dengan kak Loni mas?? aku takut kenapa-napa dengan dia mas"
"Sayang, percayalah kalau Loni akan baik-baik saja. Jangan sampai demi kebahagian seseorang kau mau mengorbankan kebahagiaanmu sayang ".
"Tidak mas...aku akan menerima keputusanmu.." Luna memeluk suami yang sangat ia cintai itu dengan penuh kasih sayang.
"Tapi besok bisa kah kau meminjamkan aku sedikit uang untuk..."
Brian langsung memutuskan perkataan Luna dengan sebuah ciuman lembut di bibirnya.
"Maafkan ya, karena aku lupa memberikan nafkah untukmu," Seketika Brian memberikan sebuah kartu berwarna hitam kepada Luna.
"Kamu bisa memakai ini yang..dan untuk pasport serta visa aku akan menyuruh Vino mengurusnya, dan untuk tiket kau akan dapatkan besok sayang, aku akan buat kan untuk mu, Azka dan Bi Marni. Karena mas tidak ingin kau kesepian di sana sayang.
"Terima kasih mas..."
"Berarti kau batal ikut ospek sayang"
"Aku belum tahu mas..mungkin aku masih bisa mengikutinya, karena ospeknya akan dilakukan Minggu depan, sedangkan besok aku hanya melihat persyaratan ospek"
"Dan mungkin besok aku akan mencoba minta izin kepada pihak kampus, dan meminta persyaratannya setelah kembali dari negara K"
Brian hanya diam menanggapi jawaban Luna, sambil membaringkan badannya di sebelah Azka.
Luna yang melihat respon sang suami yang kecewa langsung memindahkan Azka yang masih terlelap ke dalam boxnya, dan Luna pun mencoba menghilangkan rasa malunya sementara.
Dengan perlahan dan pasti ia mulai mendekatkan tubuhnya ke tubuh sang suami, dan melancarkan aksi nya dengan menggoda suami mesumnya itu dengan memulai ciuman pa-nas di bi-bir Brian, dan Brian pun tak mampu menolak godaan dari istri cantiknya itu. And the last proses mendapatkan anak kedua pun kembali berlangsung panas, di malam larut itu.
__ADS_1
Bersambung....😪😪