Anakku Anak Suami Kakak Ku

Anakku Anak Suami Kakak Ku
Part 109


__ADS_3

Jam sudah menunjukan pukul 08:00 pagi, Sedari subuh Luna sudah duduk di sebuah sofa yang langsung menghadap ke taman belakang mansion mereka, langit terlihat begitu cerah, suara burung berkicau saling bersautan, tampak beberapa jenis bunga mulai bermekaran,


Dalam diamnya tersimpan kesedihan yang masih ia rasakan, sesekali ia mengusap perutnya yang mulai membuncit.


"Sayang..maafkan mama, karena tak mampu menjaga saudara mu yang lain, tapi mama mohon kamu sehat terus untuk mama ya nak, tumbuh sehat di sini...mama sudah tidak


sabar menunggu kehadiran mu sayang..."


"Iya mama, dedek akan sehat untuk mama, tapi mama harus sarapan dulu..."


Tiba-tiba dari belakang Brian datang dengan membawa semangkok bubur dan segelas susu ditangannya.


"Mas...kamu udah siap sarapan"


"Ehem..aku udah siap yang...soalnya tadi malam lupa makan, jadi habis subuh tadi perut aku udah keroncongan, ....ini aku bawa sarapan untuk kamu yang..."


Brian mulai meletakan sarapan yang iya bawa di atas meja yang terletak di depan sofa,


"Makasih ya mas, atas semua pelayanannya"


"Gak perlu makasih sayang karena kalau kamu sakit, aku juga rasakan hal yang sama yang, kalau kamu sedih aku juga merasakannya, jadi kalau aku lapar pasti kamu juga lapar kan yang"


"Haha...kamu tu ngaco deh mas..."


"Nah...gitu dunk..kalau tersenyum cantiknya jadi berkali-kali lipat,"


"Ehmmmmm, mas banyak gaya!!"


"Aku gak banyak gaya kok yang, satu gaya aja aku udah senang, di atas boleh.... di bawah apalagi yang hmmmmm...."


"Ihhh...dasar mesummmm aja bawaannya,"


"Hahahaha"


"Hahahhaa"


"Efek kelamaan puasa yang....ini udah lebih 1 bulan lho yang aku puasa... padahal perjanjian kemarin cuma 1 bulan, ini udah lewat 2 Minggu yang " Brian duduk di samping sang istri sambil memperlihatkan wajah memelas nya kepada Luna,

__ADS_1


"Hahahaha memang kamu itung terus mas???"


"Ehemm yang mas itung hari demi hari, menit, dan detik demi detik"


""Lebay deh mas.....tapi Luna lihat puasa tapi kok perutnya Endut mas... udah mau nyaingi perut aku mas??"


Seketika Brian tersadar dengan perut yang yang sudah mulai membesar, tercetak jelas di balik kaos yang Brian gunakan,


"Hehe..ini karena aku udah jarang gym yang..maka nya nanti kita olahraga bareng ya yang biar sehat.."


"Beres mas..tunggu aku siap makan ya?"


"Siap yang.." Luna kembali menyuap bubur ke dalam mulutnya sambil melihat hp yang ada di tangannya,


Setelah mendengar jawaban sang istri dengan sigap Brian langsung mengunci pintu kamar nya ia pun membuka baju yang menempel di tubuhnya,


"Lho mas?? kok malah di kunci??terus baju dan celana nya ???"


"Aku udah gak sabar yang"


"Ya gak sabar olahraga bareng yang..."


"Owh kamu mau ganti baju mas?? ya udah kamu duluan aja ke tempat gym nya mas entar aku nyusul" Luna kembali menyesap susu yang sudah berada di tangannya.


"Lah yang kok gym sih!! aku tu mau olahraga kuda yang..." ia langsung membaringkan tubuhnya di atas ranjang,


"Olahraga di sini yang....!!!Sini dong ...mas udah gak tahan" Brian menepuk - menepuk ranjang yang ada di sisinya,


Seketika Luna langsung menyemburkan susu yang sedang di minumnya,


"Brbrbrbbe"


"Jadi yang kamu bilang olahraga tadi tu....olahraga ranjang????"


"Ya iya lah...Mr J udah kangen banget sama Miss J yang...udah kebelet..."


"Mas.....ini masih pagi!!! sebentar lagi Azka pasti ke sini..."

__ADS_1


Brian langsung beranjak dari atas kasur dan mendekat ke arah sofa tempat Luna duduk,


"Azka pasti anteng yang...gak bakal ganggu, karena tadi aku baru beliin dia 2 mobil remote control terbaru, terus aku bilang sama Bu Nun buat Azka anteng sampai siang, karena kamu butuh istirahat sebentar"


Tanpa basa basi Brian langsung menggendong tubuh Luna dan membawanya ke atas kasur mereka,


"Massssssssssss"


Dan akhirnya tanpa bisa menunda lagi, Brian pun dapat menikmati buka puasa nya, Dan Luna hanya pasrah dengan perlakuan sang suami, karena tanpa bisa ia pungkiri Luna pun sudah sangat merindukan be-laian dari suami mesum nya itu,


***


Di dalam sebuah apartment mewah di tengah kota, tampak Vino tengah sibuk menyiapkan berkas perkara atas kejahatan yang di lakukan Rossa, bersama beberapa tim pengacara yang bekerja untuk perusaahan Brian selama ini.


"Jadi gimana pak Revan?? apa kita gak bisa tetap memenjarakan Rossa saat ini??"


"Maaf pak Vino..Ketika pelaku memang mengalami gangguan jiwa maka ada enam tahap pemeriksaan pertama, kepolisian kedua kejaksaan,ketiga pengadilan, keempat dikembalikan kejaksaan, kelima ke lapas, dan terakhir proses persidangan. Ketika dalam persidangan terbukti gila, maka baru bisa dibebaskan"


”Hukum di negara I sudah canggih karena menghadirkan dokter dan spesialis gangguan kejiwaan, sehingga status gangguan jiwa sampai saat ini sulit untuk disalahgunakan, jika berbohong pun akan dibuktikan dalam persidangan,”


"Tapi dari hasil pemeriksaan sementara oleh dokter RSJ memang saat ini Rossa sedang mengalami gangguan kejiwaan, Tapi persidangan masih bisa lakukan dengan membawa satu saksi ahli yang dapat meyakinkan kita bahwa di pura-pura gila atau tidak,"


"Baik lah pak, saya menyerahkan sepenuhnya penyelidikan ini kepada bapak-bapak semua, dan saya minta untuk saksi ahli yang nantinya di hadirkan di persidangan, harus lah orang yang terbaik di bidangnya, sehingga kita tidak kecolongan dengan kasus Rossa, "


"Baik pak, kami akan melakukan yang terbaik"


"Dan saya minta agar bapak-bapak pengacara bisa menghubungi saya langsung apabila ada berita tentang kasus ini"


"Siap pak kami akan selalu berkoordinasi sama pak Vino"


Dan setelah mendapat kan kesepakatan di antara Vino dan para pengacara, maka semua tim pengacara tersebut mulai meninggalkan apartment Vino.


Vino pun mulai menelpon beberapa orang anak buahnya yang telah ia berikan tugas rahasia,


"Hmmm kita lihat Rossa Lo benar-benar gila atau gak" Dengan senyuman licik Vino mulai menyesap sebatang rokok yang di tangannya.


Bersambung......✍️✍️

__ADS_1


__ADS_2