
Di sofa kebesaran milik Brian telah duduk dua orang wanita anggun dengan menggunakan dress yang exclusive berbahan sutra berwarna hitam dan warna pich selutut dengan menggunakan tas branded kedua wanita itu tampak seperti seseorang yang berkelas.
Seketika Brian terkejut saat melihat dua orang wanita yang sedang duduk di sofa ruang tamunya, sang mami yaitu nyonya Brata dan sang adik sepupu yang bernama Rossa, yang baru saja menyelesaikan S1 nya di bidang bisnis.
"Mami!!! Rosa!!, kapan kalian datang!!" Brian mencium tangan wanita yang telah melahirkannya itu dan mulai memeluk sang mami yang sudah sangat ia rindukan,
" Mami baik sayang!!" sang mami pun memeluk tubuh tegap sang anak erat,
"Kak Bri!! Rossa kangen" dengan teriakan yang melengking Rossa mengerat kan tubuhnya kepada sang kakak sepupu,
"Rossa kamu sudah besar!! dan tambah cantik" Brian membalas pelukan sang adik sepupu,
"Mi... Rossa..kenalin ini istri aku" Brian membawa Luna yang sedari tadi menundukkan wajahnya ke hadapan sang mami.
Saat Luna mencium tangan mertuanya itu seketika itu pula sang ibu mertua menampar wajah sang menantu,
"Phak"
__ADS_1
"Kamu wanita jal...Ng bagaimana Brian masih memakai kamu !!!" dengan pandangan penuh amarah nyonya brata memperlihatkan ketidaksukaannya terhadap Luna.
"Mami!!" Brian membawa Luna ke belakang punggungnya, kenapa mami menampar Luna!!
"Brian bukan kah kamu bilang kamu sudah menceraikannya!! apa kamu menikahi dia kembali Bri!!"
"Mam..dengarin aku dulu...ini Luna istri aku yang baru.. dan dia saudara kembar Loni mi... aku harap mami tidak salah sangka dengan Luna!!
"APA!!! memang gak ada wanita lain Bri!!! mami tetap tidak setuju jika kamu masih berhubungan dengan keluarga wanita jalang itu!! dengan nafas yang naik turun nyonya Brata mencoba untuk menampar Luna kembali.
melihat gerakan sang mami yang ingin kembali menampar Luna, dengan sigap Brian memeluk tubuh mungil sang istri,
"Mami tidak Sudi mempunyai menantu seperti dia, kamu harus memilih antara mami dan dia Bri!! mami harap kamu segera menceraikan dia!! dengan lantang nyonya Brata pergi meninggalkan Brian dan Luna di sana, dengan di ikuti Rossa di belakangnya.
"Hiks..hiks.. mas.." Luna yang sedari tadi menahan air matanya untuk tidak keluar akhirnya tak dapat menahan nya, derai air mata jatuh dari mata indahnya, Luna tidak menyangka mendapat rasa benci yang sangat besar dari sang mertua, padahal dia berharap bisa mendapatkan kasih sayang yang sama dari ibu mertuanya itu seperti ibu kandungnya sendiri.
"Sabar sayang.. mas yakin mami akan luluh" Brian memeluk dengan erat tubuh sang istri, ia mencoba memberi ketenangan untuk istri mungilnya itu, dengan telaten Brian membawa istri dan anaknya kembali ke dalam kamar mereka,
__ADS_1
***
Sedangkan di tempat lain nyonya Brata yang sudah berada di kamarnya mulai berteriak dengan amarah yang sudah di puncakanya dengan membabi buta dia menjatuhkan semua barang-barang yang ada di kamar itu.
"Anak tidak tahu di untung... dia dan adiknya sama saja..sama-sama jalang..."
"Tante..sabar Tan... jangan emosi gini.. kita harus mencari cara untuk misahin kak Brian dengan wanita itu, tapi Tante gak boleh kebawa emosi Tan!!"
Rossa yang sudah lama jatuh cinta kepada Brian mulai memikirkan beberapa hal licik yang akan dia lakukan kepada luna.
"Iya sayang... memang hanya kamu calon menantu Tante yang terbaik sayang!!" dengan perasaan yang mulai membaik nyonya Brata mulai memeluk keponakan tersayang nya itu.
"Dulu aku kalah dari wanita itu kak!! tapi tidak untuk saat ini.. aku sudah dewasa kak.. semua perawatan dan pendidikan yang aku lalui selama ini semata-mata hanya untuk menjadi pantas di samping kamu kak, AKU AKAN memiliki kamu kak Bri, dengan wajah dan tubuh ku yang cantik serta dukungan Tante aku yakin bisa memiliki kamu kak Bri.."
Rossa bermonolog di dalam hati sambil menampilkan senyum licik di bibir tipisnya.
Bersambung...😢😢
__ADS_1