
Sesudah memeriksakan kandungannya Luna mampir sebentar ke makam sang bunda untuk melepas rindu, mulai memasuki jajaran pemakaman yang sangat rapi Luna tak mampu membendung lagi air matanya, sesekali bi Marni menggenggam erat majikannya itu untuk memberi kekuatan ..
Bundaaaaaaaa.....Luna langsung memeluk makam yang di selimuti rumput yang hijau yang tertata rapi itu, bunda Luna datang lagi, Luna sangat merindukan bunda, Bun Luna sekarang sudah bahagia Bun karena ayah dan kak Loni telah kembali.. huhuhu..huhu..
Luna tak kuasa menahan tangisnya , seakan sesak yang selama ini ia rasakan telah menghilang, selama 15 menit Luna hanya terus menangis sambil memeluk rerumputan hijau itu.
"Bunda Luna juga membawa kabar bahagia untuk bunda, kak Loni telah kembali bersama suaminya Bun, apa bunda tahu suami kak Loni sangat mencintainya, hal itu telah merubah kak Loni menjadi kembali seperti dulu lagi Bun, dan bunda tahu, cucu bunda gak lama lagi bakal lahir Bun, dan dia seorang laki- laki Bun, Luna sudah gak sabar, mau ketemu sama bayi Luna,.. tapi mungkin ini terakhir kali Luna ke makan bunda, karena hari ini Luna akan berangkat ke kampung bunda, Luna akan tinggal di sana sampai lahiran, sesekali Luna menghapus air matanya yang sedari tadi tak bisa berhenti mengalir, bunda gak usah khawatir karena selama di sana Luna akan di temani bi Marni dan mang Dirman, dan ayah juga akan sering berkunjung ke sana melihat Luna,
Doa kan Luna selalu ya Bun, doa kan Luna biar bisa mengikuti jejak bunda menjadi seorang disainer yang handal, doakan Luna selalu ya Bun, hiks..hikss"
Luna kembali menangis setelah mencurahkan semua isi hatinya.
***
__ADS_1
Brian baru saja sampai di mansion seketika pak yan memberi hormat dan langsung membawakan tas kerja milik Brian menuju kamar Brian, sesampainya Brian di kamar ia langsung di sambut oleh Loni,
"Sayang kamu udah pulang!!" Loni langsung bergelayut manja di pelukan sang suami, dan langsung menyerang Brian dengan ciuman panasnya,
*Muach...muach.."
Brian yang kelabakan dengan serangan mendadak Loni membuat ia tanpa sengaja mendorong tubuh Loni ke belakang.
"SAYANG!!! kok kamu gitu sich?!!!"Loni langsung melipat kedua tangan nya di dada sambil memasang wajah masamnya.
Brian langsung memeluk pinggang sang istri yang sedang merajuk itu, "maafkan aku karena aku lagi gak mood untuk ciuman, kayanya bibir aku sariawan, maaf ya sayang" Brian kembali memegang dagu sang istri dan mengelus pipi sang istri dengan lembut.
"Huft!! kamu berubah yang" jawab Loni ketus,
__ADS_1
" Apa nya berubah yang!! aku kan bukan super Hero yang, mana mungkin aku bisa berubah"
Brian menanggapi kekesalan Loni dengan sedikit gurauan namun Loni tetap merasa kesal dengan tindakan yang Brian lakukan kepadanya,
Akhirnya Brian memutuskan untuk mandi dan menyuruh Loni untuk bersiap karena ingin mengajak Loni makan malam di luar untuk menghibur istri nya yang merajuk itu,
sesampainya di sebuah restauran yang mewah Brian dan Loni pun berjalan berdampingan bak raja dan ratu.
Banyak pengunjung yang memandang kagum ke arah mereka, namun hal itu malah membuat seorang Loni malu dan tidak tidak percaya diri karena dia harus berjalan dengan kondisi perut yang besar karena harus akting hamil di depan Brian suaminya itu,
"Sayang kenapa kok kamu jalan di belakang aku,?? hihihi itu yang aku gak PD perut aku besar, pasti body aku terlihat jelek, jadi kamu di tutupi aku ya"
Loni tersenyum masam dan memegang tangan Brian dari belakang, sampai mereka tiba di meja VIP yang telah Brian pesan.
__ADS_1
Bersambung....🤩🤩