Anakku Anak Suami Kakak Ku

Anakku Anak Suami Kakak Ku
Part 103


__ADS_3

Sebelumnya saya mau mengucapkan terimakasih banyak untuk semua readers yang senantiasa dari awal sudah mendukung karya pertama saya ini 🥰🥰🥰😍😍 thax so much..guys...😘😘, dan sebagai pemberitahuan bahwa sanya novel yang saya bikin ini murni dari hasil buah pemikiran saya sendiri, apa bila terdapat cerita, nama tokoh atau pun tempat yang sama dengan novel saya ini maka itu adalah sebuah ketidak sengajaan. Sama sekali saya tidak pernah mencontoh karya ataupun film dari mana pun, terimaksih...🙏🙏


****


Setelah mengantarkan bi Marni pulang kembali ke kediaman sang ayah, Luna dan Brianpun langsung mampir sebentar untuk berziarah di makam sang bunda.


Di sana tak hentinya Luna menitikan air mata kerinduan, dia juga memperkenalkan Brian kepada bunda tercintanya.


Tak lupa Brian menyampaikan rasa terimakasih nya kepada Alm ibunda Luna karena telah melahirkan Luna untuk dirinya, kerinduan yang Luna rasakan kepada sang bunda membuat ia mengeluarkan seluruh isi hatinya di sana, hingga rasa sesak di dadanya lenyap seketika,


Dan setelah Luna merasakan ketenangan di dalam hatinya, mereka langsung mengirim kan seutas doa untuk Alm sang bunda.


Hingga setelah beberapa saat Luna melepas rindunya di sana, mereka pun memutuskan untuk kembali pulang ke kediaman mereka.


Sepanjang perjalanan tak hentinya Brian terus mengusap perut sang istri yang sudah memasuki Minggu ke 7,


"Yang..kapan ya perutnya membesar, kayanya dari kemarin segini terus??"


"Sabar mas, aku hamilnya juga baru, nanti masih tunggu beberapa bulan kedepan perut aku juga bakal besar mas"


"Tapi mas udah gak sabar yang, mau lihat gimana wajah nya..pasti..cantik kaya kamu"


Brian menatap wajah sang istri dengan penuh cinta, hingga ia tak dapat menahan godaan dari bibir sang istri yang berwarna merah muda,


Luna yang melihat gelagat sang suami langsung menutup mulut suami nya dengan tangannya,


" Hmmmmm... memang mas udah tahu jenis kelamin nya apa? gimana kalau anaknya jagoan lagi"

__ADS_1


"Huft...yang....kenapa mulut mas di bekap sih...mas kan pingin ngerasain dikit yang...udah lama gak juga..." Brian langsung memalingkan mukanya ke arah jendela, dia sangat kecewa atas penolakan sang istri atas tindakannya,


"Heheh...ngambek deh..menurut perjanjian kita mas belum boleh ya...ingat 1 bulan...ini baru 3 Minggu mas masih tersisa 1 munggu lagi.."


"Cuma icip dikit aja pun gak boleh yang?? mas kan gak minta ajib ajib, cuma kiss doang yang.."


"Ya udah sini, " Luna langsung mendekat kan bibir nya ke arah Brian, dan ia mendaratkan bibir nya di pipi sebelah kiri Brian,


"Chupp.."


"Udah ya mas...jangan pakai ngambek lagi...abis mas sendiri yang salah..penyakit di bikin sendiri..."


"Lah yang...cuma gitu aja kiss nya???? gak terasa yang..."


"Hmmmm...pokoknya hukuman mas masih berlanjut..."


"Wkwkwk...ada-ada aja deh mas, gak mau rugi..."


"Ya iya lah, "


Luna terbahak sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.


***


Keesokan harinya Brian tampak terburu-buru untuk pergi bekerja, ia yang seharusnya bangun pukul 5 terlambat bangun karena Luna yang memilih tidur dengan Azka semalam, sehingga Luna tidak mengetahui jika Brian harus bangun lebih pagi dari sebelumnya.


"Mas, kamu kenapa buru-buru begitu??"

__ADS_1


"Aduh...aku terlambat bangun yang, harusnya tadi subuh kamu bangunin aku yang, Pagi ini aku ada meeting penting dengan penanam modal dari negara J yang"


"Apa?? kenapa kamu gak bilang sama aku dari awal mas, aku kan bisa bangunin kamu tadi subuh"


"Iya yang mas, lupa..ya udah mas pergi


langsung ya, sarapan nya di kantor aja nanti..."


"Iya mas..hati-hati massss"


Tak berapa lama mobil yang Brian kendarai pun melesat dengan cepat. Dan setelah kepergian Brian Luna pun mulai mengikuti kelas onlinenya kembali.


Brian yang sangat tergesa-gesa melajukan kecepatan mobilnya di atas rata-rata, hingga tanpa sengaja ia hampir menabrak sebuah motor yang tiba-tiba mengerem mendadak di depannya,


"Chitttttttttt"


Brian pun langsung membanting stir mobilnya ke kiri, dan menghentikan laju mobilnya secara mendadak.


"Huffftttt... untung saja masih selamat" Brian kembali menepi kan mobilnya dengan benar, di sana tampak beberapa pengendara lain di jalanan itu melihat ke arah mobil Brian yang tadi hampir saja menabrak pengendara lain didepannya.


Saat dia mulai menenangkan diri sejenak, ia pun tiba-tiba merasa kan perasaan yang tidak enak,


"Ada apa ini, kenapa pikiran aku jadi gak tenang gini, dan kenapa rasanya hati ini menjadi gelisah??"


Sesaat ia Kembali melihat jam yang melingkar di tangannya, melihat waktu yang semakin mepet membuat ia kembali menghidupkan mesin mobilnya dan kembali melaju di jalan raya tersebut.


Bersambung.....😲😲

__ADS_1


__ADS_2