
Luna baru saja menyelesaikan mandinya, ia memakai pakaiannya di kamar mandi.
"Ceklek"
" Mas kenapa kamu berdiri di depan pintu??"
" Hehehe..he..he abis istriku yang cantik lama banget mandinya, dannnnnnn kenapa pakai baju di dalam kamar mandi yang???"
"Hwhehe.. iya mas aku..aku.. "
" Chuppp"
Tiba-tiba Brian mengecup bibir mungil itu.
"Mas kamu apaan sih?? aku kan udah ambil wudhu mas mau sholat, waktu Maghrib itu sebentar mas, kamu main cium aja,, aku harus wudhu lagi deh".
Hal itu membuat Luna cemberut yang tanpa Luna sadari membuat Brian semakin gemes dengan sikap imut istrinya ini, sikap yang terasa berbeda dengan sebelum-sebelumnya.
" WHAT!!! Loni sayang kamu bilang sholat??? wudhu?? ini beneran kamu kan sayang ??"
" Eh..itu..itu aku baru dapat hidayah mas, aku rasa bawaan baby deh".
"Hehhehehe" .
Luna menyengir kuda sambil menggaruk rambutnya yang tak gatal.
" Hehe.. it's ok yang, kalau kamu mau sholat itu pilihan kamu yang".
" Iya mas tapi itu bukan pilihan namun kewajiban" jawab Luna di dalam hati.
Luna tahu Brian dan keluarga nya kurang taat dalam menjalankan agama, begitupula dengan ayah dan Loni, mereka hanya Islam status saja. beruntung Luna yang di besarkan oleh bi Marni, dari kecil ia di biasakan untuk menjalankan sholat 5 waktu dan membaca Al-Qur'an.
__ADS_1
"Semoga suatu saat nanti kamu mendapatkan hidayah mas".
Luna pun mulai mengambil wudhu kembali dan menjalankan sholat Maghrib nya.
di akhir sholat Luna pun berdoa sambil menagis terisak-isak ia mohon ampun karenakesalahan yang iya lakukan tanpa di sadari. Luna pun menyesal karena sekali lagi dia membuat kesalahan dengan sekamar dengan suami kakak nya sendiri. Dia harus berusaha agar tidak sekamar dengan laki-laki mesum itu lagi.
Seusai sholat Luna dan Brian berencana makan malam diluar lalu mereka akan pergi memeriksakan kehamilan Luna.
Dan beberapa saat usai makan malam, mobil Brian pun mengarah ke RS.
Di dalam perjalanan ke RS laki-laki mesum itu selalu mencari kesempatan dalam kesempitan, dia selalu melakukan aksi nya di dalam mobil.
" Mas tolong stop ya.. tangannya jangan wara Wiri gini.. geli mas.. geseran dikit ya.. kan kursi nya lebar mas".
Namun Brian tidak mengindahkan permintaan sang istri ia tetap mepet ke tubuh istrinya itu.
" Huh, ya tuhan tolong selamatkan aku dari lelaki mesum ini" batin luna.
Reno telah merekomendasi kan seorang dokter perempuan terbaik di RS itu, ya pesan Brian kepada Reno harus dokter perempuan yang boleh memeriksa istri nya.
Saat di dalam ruang dr SpOG itu Brian dan Luna mulai mendudukkan dirinya berhadapan dengan kursi sang dokter.
" Brian ini benaran kamu??
" Iya, maaf sebelumnya apa kita saling kenal??"
" Apa kamu masih ingat saat di Jerman ada seorang gadis kecil yang manggil kamu Mr jutek dan......"
Sebelum menyelesaikan perkataannya Brian langsung memotong perkataan sang dokter.
" Owh kamu Risa ya??"
__ADS_1
" Yupz ini aku Risa, wah sudah lama gak
jumpa ya Bri, gimana kabarnya Bri?"
" Baik kamu sendiri ?"
" Seperti yang kamu lihat Bri, im ok...btw kamu tambah tampan sejak terakhir kita jumpa 1 tahun yang lalu di Singapore".
" Kamu bisa aja Ris kamu ju.."
" Ehem..ehemm..ehem.. panas banget ya.. padahal AC nya hidup".
Luna langsung menyela percakapan dua orang yang terdengar saling mencintai dan melepas rindu itu".
" Sayang sorry ini teman kecil aku waktu di Jerman namanya Risa.. dan Ris kenalin ini istri aku Loni".
Loni dan Risa pun saling berjabat tangan, dengan pandangan yang tidak biasa.
" Huft kaya nya gue kalah start buat dekati Brian... but gak ada salah nya kan kalau laki-laki punya istri dua", dr Risa bermonolog di dalam hati.
Risa pun mulai memberi gel di perut Luna, lalu mulai meletakan alat USG nya di atas perut Luna.
" Bri kamu bisa lihat kantung kecil ini??"
"Ehem"
"Ini calon bayi kamu Bri, di perkirakan sekarang berumur hampir 5 weeks".
"Sungguh Ris istri aku hamil??"
Seketika Brian langsung memeluk sang istri dan mencium nya.
__ADS_1
Entah kenapa Luna menerima nya dengan senang hati, padahal kalau hanya berdua dia akan mendorong Brian apa bila mencuri untuk menciumnya.