Anakku Anak Suami Kakak Ku

Anakku Anak Suami Kakak Ku
Part 70


__ADS_3

3 Hari sudah nyonya Brata di rawat di RS, dan beberapa hari ini serasa berbeda dengan hari-hari sebelumnya, seakan mendapat hadiah besar dari langit. Luna yang telah berdamai dengan sang mertua merasa mendapat kan kembali kasih sayang seorang ibu.


Sang mertua yang dulu selalu membentak dan menghinanya berubah menjadi wanita yang penyayang, walau terkadang tampak galak, ternyata di balik sisi galak nya tersimpan hati yang lembut.


Luna merasa mendapatkan pengganti sang bunda yang telah lama tiada, walau memiliki sifat yang agak berbeda dengan bundanya namun sang mertua mampu menghapus rasa rindu Luna yang membuncah kepada sang ibunda.


"Hy.. Luna bisa kah kamu menolong mami, Jangan terlalu lama sarapannya, mami sudah gak tahan..." Dengan nada sedikit berteriak sang mami meminta pertolongan kepada Luna.


Itu lah yang membedakan mami dan bunda, mami tercipta dengan sifat cuek dan agak galak, sedangkan sang Alm ibunda memilki sifat yang lemah lembut.


"Iya mi.. ini Luna sudah siap" setelah membuang sampah bekas sarapannya, Luna mencuci tangannya, dan berjalan menuju tempat tidur sang mertua.


"Mami mau Luna bantu apa mi??"


"Tolong bantu mami ke toilet...mami sudah tidak tahan Luna, ayo cepat.."


Seketika Luna langsung mendorong infus yang tergantung di tiangnya, dan mulai memapah sang mertua masuk ke dalam toilet, sebelumnya ia melepaskan infus itu dari tiangnya, dan membawa nya masuk ke dalam kamar mandi sambil memapah sang mertua dengan telaten.


Sebelumnya dokter telah memeriksa keadaan nyonya Brata, dan dari hasil keseluruhan kondisi nyonya Brata sudah semakin membaik dari hari-hari sebelumnya, sehingga kateter yang sebelumnya ia pakai sudah di lepaskan dan rencana nya sore ini stelah infusnya habis mereka sudah langsung bisa kembali ke rumah.


Setelah mengantar sang mertua menyelesaikan hajatnya, Luna mulai memapah kembali sang mertua kembali ke atas ranjangnya.


"Hati-hati mi, infusnya..."


"Ehem.. mami masih muda Luna, jadi jangan di buat seperti nenek jompo.. mami masih kuat" Luna hanya tersenyum melihat tingkah sang mertua galaknya.

__ADS_1


"Kenapa kamu tersenyum??? apa ada yang lucu"


"Gak mi.. mami tu memang masih muda..bahkan mami itu masih terlihat cantik tahu mi"


"Wah.. benarkah?? kau memang pandai memuji sayang.."


Terpancar wajah bahagia dari kedua wajah ibu dan anak itu.


Beberapa hari ini Brian selalu datang ke rumah sakit stelah menyelesaikan pekerjaannya di kantor dan mengunjungi Azka. Dia merasa bahagia dengan hubungan sang istri dan mami nya yang membaik, hanya dalam sehari. bahkan terkadang dia hanya di jadikan kacang goreng selam berada di dalam kamar rawat sang mami.


Saat ia ia mulai menaiki lift, dan tiba-tiba pintu lift itu kembali terbuka dan seketika Rossa masuk ke dalam lift sambil di dampingi kedua orang tuanya, tanpa segan Rossa berteriak histeris dan langsung memeluk tubuh Brian yang sangat ia rindukan.


Karena sejak sang Tante di rawat di RS, Rossa memilih pulang ke ke rumahnya di Negara J untuk menjemput kedua orang tuanya. Dia dan sang ayah yang merupakan adik kandung dari nyonya Brata ingin membicarakan kelanjutan acara pernikahan antara Rossa dan Brian.


"Rossa senang bisa jumpa kak Brian di sini"


"Apa kabar om ..Tante??"


"Baik..Bri.." secara serempak kedua orang tua Rossa menjawab pertanyaan Brian sambil memperlihatkan senyum bahagia.


"Kamu semakin tampan Bri"


"Om bisa aja"


Sambil mengobrol ringan Brian mengantar kedua orang tua Rossa masuk ke kamar sang mami.

__ADS_1


Sampai di kamar yang di tuju Brian mulai mengetuk pintu kamar, dan langsung membukanya. Dengan senyum cerahnya Rossa masuk sambil menggandeng tangan Brian, dan di ikuti kedua orang tuanya.


"Haloooo Tan....te...."


Di tengah jalan sapaan Rossa terhenti tatkala melihat sang Tante yang sedang tertawa lepas sambil di suapi jeruk oleh Luna.


"Alan, Mery kalian datang??"


"Ia mbak kami baru sampai tadi malam, dan hari ini langsung ke sini"


Sambil memeluk sang adik dengan erat nyonya Brata menepuk tubuh sang adik yang di rindukannya.Dan beralih memeluk sang adik ipar dan Rossa.


"Pantas selama aku di rawat Rossa tidak pernah datang, ternyata kamu menjemput papa kamu.. padahal aku sudah sangat merindukannya"


"Rossa juga kangen sama Tante" nyonya Brata merasa muda ketika Rossa memanggilnya Tante, karena memang dari awal dia yang minta Rossa memanggilnya dengan panggilanTante.


"Sama sayang, Tante juga rindu" sambil memeluk tubuh langsing Rossa nyonya Brata menumpahkan rasa rindunya kepada sang keponakan yang sudah seperti anak kandungnya sendiri.


"Owh ya aku hampir lupa.. " sambil menarik tubuh Luna lebih dekat, nyonya Brata memperkenalkan sang menantu.


"Ini Luna istri Brian"


Luna langsung mengangkat tangannya untuk menjabat tangan om dan Tante Brian,


om Alan menyambut tangan Luna dengan perasaan kaget karena yang ia tahu Brian telah bercerai dan akan menikah dengan putri tunggalnya itu, sedangkan sang Tante yang sudah tahu cerita hubungan antara Luna dan Brian dari sang putri menyambut tangan Luna dengan pandangan sinis dan penuh kebencian.

__ADS_1


Apakah nyonya Brata akan tetap menikahkan Brian dengan Rossa?


Bersambung...😤😤


__ADS_2