
Sudah beberapa hari ini Brian selalu mual dan muntah sehingga ia tidak dapat pergi bekerja, dan hal ini membuat Loni jengkel karena beberapa hari ini pula ia harus menemani brian di rumah, sudah beberapa kali Reno bolak balik datang ke rumah Brian untuk melakukan pemeriksaan namun dari hasil pemeriksaan Brian sehat.
" Ren, sebenarnya gue sakit apaan sih.. masa udah beberapa hari lo ngerawat gue gak Nemu juga penyakitnya," dengan wajah lemah nya Brian selalu mengeluh rasa mual nya yang tak kunjung henti kepada Reno sang sahabat yang mencakup dr pribadinya.
"Gue belum terlalu yakin sih.. tapi kalau gue lihat dari semua hasil pemeriksaan Lo, Lo itu baik-baik aja bro, tapi .."
" Tapi apaan ren???"
" Kalau gue pelajari lebih lanjut dari tanda-tanda Lo selama ini gue ngerasa kalau lo itu sedang mengalami sindrom kehamilan simpatik bro."
"Lo kalau ngomong gak usah muter-muter,... udah intinya!!!.. maksud Lo apaan?"
Masih dengan gaya angkuh nya Brian menuntut jawaban dari Reno, sesegera mungkin.
" Sabar Napa bro?? kayanya itu karma buat Lo yang suka gak sabaran bro".
Reno gak sadar bahwa ia sedang mengusik singa yang lapar...
BUGH...
" Brengsek Lo" Brian melempar bantal yang iya pegang sedari tadi, dan sangking kuatnya lemparan itu membuat Reno terjengkang ke lantai yang tidak basah.
" Awwww... memar deh ni aset gue... seloroh Reno pelan namun dapat terdengar
Okeh okeh.. sorry gue cuma canda doang, reno mulai kembali berdiri sambil menepuk bemper nya yang lumayan sakit.
" Untuk masalah yang satu ini Lo harus ngecek Loni ke dr kandungan bro, gue rasa karena bini Lo hamil jadi Lo kaya gini"
dan pada akhirnya Reno mulai menjelaskan apa itu kehamilan simpatik lebih rinci kepada Brian, namun di luar dugaan Reno, Brian terlihat sangat tenang tidak seperti yang di bayangi Reno.
__ADS_1
Tiba-tiba suasana menjadi hening
dan..
" Really!!!.... maksud Lo Loni Hamil?????
Dengan semangat empat lima nya Brian berteriak sangat kencang tepat di telinga Reno, karena Reno menyampaikan nya sembari berbisik di telinga Brian.
"Sumpah Lo ya... abiiz ini gue minta bayaran dobel sama Lo buat cek telinga gue ke dr THT" sambil menggosok-gosok telinganya yang masih berdenging.
"****...anjir Lo bro telinga gue"..membuat iya terus mengumpat di dalam hatinya.
Sekita wajah Brian yang semula kusut dan lesu berubah cerah dan langsung memegang perut istrinya.
" Sayang kau dengar itu .. benarkah sudah ada Brian junior di perutmu ??,"
Seketika wajah Loni berubah khawatir
"Iii-ya"
Dengan terbata- bata terpaksa Loni menjawab perkataan Brian karena dia tak harus berbuat apa-apa saat itu.
Dengan tidak sabarnya Brian berniat akan memeriksakan kandungan Loni dan ia meminta Vino untuk membeli beberapa tespek yang paling bagus. Mendengar hal itu membuat Reno geleng-geleng kepala.
Ketika malam tiba Loni memberikan obat tidur ke makanan Brian agar ia bisa keluar rumah tanpa halangan dari Brian.
Loni memacu mobilnya menuju kediaman sang ayah, sesampainya di rumah ayah dia buru-buru menemui Luna di kamarnya.di sana ia melihat Luna sedang tertidur pulas.
" ceklek.."
__ADS_1
" Lun... Luna bangun lu..eh cepat bangun."
sambil menggoyang-goyang tubuh Luna dengan kuat sehingga membuat Luna terbangun.
" Kak Loni ada apa kak? "
" Ada apa... ada apa, jangan banyak tanya sekarang lo ikut gue bawa baju Lo"
"Tapi kita mau kemana kak malam-malam begini"
dengan tidak sabaran Loni mulai menarik tangan Luna untuk mengikutinya dari belakang.
"Aduh kak.. tunggu kak tangan Luna sakit kak.. tolong kak pelan-pelan kak.."
Namun Loni tidak mau mendengar kata-kata Luna, dan terus menarik paksa tangan Luna,, hal itu membuat semua isi rumah menjadi gaduh sehingga membangunkan ayah, bi Marni serta mang dirman, tampak raut wajah ayah berubah sendu melihat hal itu, hal yang selama ini tak pernah Luna lihat dari wajah ayah dan dengan sekuat tenaga bi Marni mulai mendekati Luna dan berusaha melepaskan genggaman tangan kak Loni.
Namun hal itu hanyalah sia-sia karena Loni tetap menarik Luna, sampai ke mobilnya dan Loni mulai mendorong tubuh Luna untuk masuk ke dalam mobilnya, dari dalam mobil Luna dapat melihat bi Marni jatuh tersungkur ke tanah, namun ia tidak dapat berbuat apa-apa Luna hanya bisa menangis dengan semua perbuatan Loni kepadanya,
Dan mobil yang di kendarai Sandra mulai memasuki sebuah deretan vila yang panjang, dan sesampainya di salah satu vila yang cukup besar Loni menyuruh Luna untuk turun.
Dan dengan terpaksa Luna pun mulai mengikuti langkah Loni dari belakang, hingga sampailah mereka di sebuah kamar yang cukup luas tampak beberapa ornamen klasik menempel di sekililing di dinding kamar itu, dan tak lama berselang beberapa menit kemudian datang seorang dokter wanita dengan membawa beberapa peralatannya.
Luna yang sudah terbaring di kasur pun mulai di periksa oleh dokter wanita itu, setelah pemeriksaan dokter tersebut berkata bahwa sekarang Luna sedang mengandung dan di perkirakan kandungan nya saat itu sudah berjalan 5 Minggu dan untuk lebih jelasnya iya menyuruh Luna untuk melakukan pemeriksaan ke RS.
Seketika air mata gadis itu mulai keluar deras ia pun berteriak sambil memukul mukul perut nya yang masih datar, Loni yang melihat tindakan Luna pun mulai memegang kedua tangan nya dan mencoba menenangkan Luna namun luna tak mau mendengarnya, yang ia pikirkan saat itu hanyalah ingin segera menyusul sang bunda,
Sampai Loni memberi tahu dirinya bahwa bi Marni ART kesayangannya saat ini tengah masuk ruangan ICU karena melihat Luna yang di bawa paksa tadi, dan dia hanya mau bertemu dengan Luna, jika tidak bisa bertemu dengan anak asuhnya maka ia memilih untuk tidak melanjutkan pengobatannya, seketika Luna mulai sadar, ia tak ingin di tinggal bi Marni, seperti sang bunda yang telah meninggalkannya,
Setelah melihat sang adik yang sudah mulai tenang kembali akhirnya Loni mengajukan sebuah perjanjian kepada Luna, yang intinya akan membantu Luna untuk bertemu dengan bi Marni kembali namun ia meminta kesediaan Luna untuk menandatangani sebuah perjanjian yang akhirnya di setuju oleh Luna.
__ADS_1
Bersambung....🧐🧐