
Brian dan Luna telah kembali ke mansion mereka, setelah subuh mereka bersama Azka bi Marni dan seorang baby sitter Azka telah sampai di mansion Brian kembali.
Cuaca pagi ini terlihat langit begitu cerah namun tak secerah hati Brian yang sedang di selimuti awan mendung. Hal ini di sebabkan Brian yang sebenarnya tidak menginginkan istri mungilnya itu untuk pergi ke negara K untuk menemui Loni saudara kembarnya.
Ia sangat mengkhawatirkan akan keadaan anak dan istrinya itu selama di sana, karena Brian sangat mengetahui sifat licik mantan istrinya itu. Ingin rasa nya dia selalu berada di samping sang istri untuk selalu menjaganya, namun dia masih tidak siap jika harus bertemu kembali dengan mantan istri yang telah memporak porandakan hatinya itu.
Ingin rasanya ia menolak keinginan sang istri untuk berangkat ke negara K. Namun hal itu pasti akan memperburuk hubungannya dengan Luna nantinya, karena bagaimana pun Loni adalah saudara kandung sang istri.
Sambil duduk menikmati sarapannya, sesekali tampak Brian terbuai dalam lamunannya.
"Mas...kamu mau tambah telurnya?"
"Mas"
"Papa Azka"
Luna yang melihat sang suami tidak merespon panggilannya langsung berdiri di samping kursi Brian, ia pun langsung meniup wajah sang suami yang terlihat melamun.
Brian yang sedang melamun pun merasa terganggu dengan tiupan yang Luna lakukan, dan akhirnya ia sadar dari lamunannya..
"Sayang..apa yang kau lakukan!!"
"Kamu kenapa mas?? kau melamun sih??"
"Ada apa sayang?? dari tadi Luna memanggil -manggil kamu nak, tapi kau hanya melamun."
"Ti-dak..aku tidak kenapa-napa.. mari
lanjutkan saja makan nya"
"Brian kalau kau ada masalah sebaiknya diceritakan nak, jangan di pendam. Mami tahu pasti kau sedang memikirkan keberangkatan Luna negara K kan??"
__ADS_1
Nyonya Brata yang sangat memahami sang anak langsung menebak isi kepala sang anak, saat ini.
Setelah mendengar ucapan mertuanya Luna langsung melihat ekspresi wajah Brian yang menyatakan akan kebenaran ucapan mertuanya itu.
"Mas?? apa benar yang di bilang mami??"
"Ehmm...ti-dak..ti-dak sayang...aku ...aku tidak keberatan kau pergi.."
"Itu berarti kau keberatan nak!! baik lah aku akan pergi mengunjungi cucu ku untuk bermain, agar kalian bisa bercerita dari hati ke hati.." Nyonya Brata langsung pergi menuju kamar Azka dan meninggalkan Brian dan Luna berdua.
Luna yang melihat kegalauan dari wajah sang suami langsung duduk di samping Brian, sambil menggenggam tangan nya Luna mulai bertanya kembali tentang keinginannya itu.
"Mas?? jujur sama Luna mas?? kenapa tiba-tiba mas seperti ini??bukan kah semalam kita sudah mencapai kesepakatan." Luna mulai memandang wajah Brian yang juga sedang menatap wajahnya.
"Sayang..apakah aku salah, jika aku tidak mengizinkan mu pergi menemui Loni..??"
Luna masih menatap wajah suaminya, namun terlihat dari tatapan Luna bahwa ia kecewa dengan perkataan suaminya itu.
"Sayang..tolong jangan diam saja!!" Brian yang mulai frustasi dengan sikap yang Luna perlihatkan, akhirnya mulai menarik rambutnya sendiri, sambil membuka satu kancing bajunya yang paling atas yang terasa menyesak.
"Baiklah kalau kau tetap ingin pergi..pergi lah..aku ke kantor dulu." Brian akhirnya lebih memilih untuk meninggalkan Luna sendiri.
"Kenapa semua jadi seperti ini mas, padahal tadi malam kau sudah setuju, tapi kenapa pagi ini kau Kemabli ragu mas.. bagaimana pun dia kakak kandungku ..aku percaya dia mas.."
Setelah melihat kepergian Brian yang di selimuti amarah Luna terus bermonolog di dalam hatinya, hingga tak terasa air mata mulai jatuh di pipi mulusnya.
***
Nyonya Brata yang sedang asik bermain dengan sang cucu di ruang bermain dapat melihat kepergian Brian dari jendela kaca yang ada di sana, dengan penampilan yang kacau dan masih tersirat amarah di wajahnya.
Melihat adanya perang dingin antara anak dan menantunya itu ia pun mulai mendatangi Luna di meja makan. Dia tidak ingin sesuatu terjadi antara anak dan menantunya itu karena sang mantan.
__ADS_1
"Luna..bisa kah kita berbicara seperti seorang anak dan ibu?"
Luna yang tadi nya mulai beranjak dari kursinya, melihat kedatangan mertuanya dan sudah berada di depannya langsung mengurungkan niatnya, dan kembali duduk di kursi nya.
"Tentu mi.."
Nyonya Brata pun mulai duduk di samping Luna
"Apa kau sangat mencintai putra ku?"
"Iya mi..Luna sangat mencintai mas Brian"
"Apa bila sekarang kau berada di posisi Brian apa yang akan kau rasakan nak??"
"Maksud mami?"
"Bagaimana kalau kau yang menandai Brian,?
Luna tampak berpikir dengan perkataan sang mertua.
"Apa kau bisa melihat suami mu seperti itu sayang?"
"Luna mengerti mi.. Luna tidak mau terjadi sesuatu dengan hubungan kami mi"
"Baiklah Luna..aku tidak mau hubungan kau dan putra ku hancur karena kakak mu yang juga mantan istrinya. terlebih lagi Loni masih mengharap kan untuk kembali kepada Brian. Jadi mami rasa wajar kalau Brian tidak setuju keberangkatanmu ke negara K. Tapi kau bisa bicara baik dengan Brian bagaimana cara terbaik untuk menyelesaikan masalah ini nak."
Luna langsung beranjak dari kursi nya, ia bermaksud akan mendatangi sang suami di kantornya.
"Semoga kalian selalu bahagia nak.."
nyonya Brata mulai beranjak dari kursinya dan kembali ke ruang bermain di mana Azka sang cucu berada.
__ADS_1
Bersambung....🤩🤩