Anakku Anak Suami Kakak Ku

Anakku Anak Suami Kakak Ku
part 31


__ADS_3

Jam menunjukan pukul 22:30, tampak seorang wanita sedang berjalan mondar mandir menunggu kepulangan sang suami, dengan lingeri sexy berwarna maroon yang ia gunakan, sejujur nya dia sedikit tidak PD karena harus memakai bantalan perut sehingga membuat lengkuk tubuhnya tak terlihat indah, dengan perut seolah-olah buncit,


"Kamu dimana sih sayang!! kok belum pulang?? untuk ke lima kalinya Loni mencoba menghubungi suaminya kembali, namun tidak juga nyambung.


Sementara di sisi lain Brian masih berada di sebuah Restaurant mewah karena rekan bisnis dari negara J nya mengundang nya untuk mengikuti perjamuan makan malam,


dan tanpa ia sadari hp nya kehabisan baterai, dan ia pun lupa untuk menghubungi istri nya.


Jam menunjukkan pukul 00:30 di mansion besar itu Loni yang menunggu terlalu lama tanpa kabar pun merasa marah dan jengkel, dia dengan segara memasuki kamar nya dan mengganti pakaiannya lalu dengan terburu-buru dia meninggalkan mansion itu menuju bar langganannya,


"Dirt..dirt...dirt..."


beberapa kali hp itu terus bergetar.


"Ya halooo, dengan suara yang masih mengantuk Sandra menjawab panggilan sang sahabat sekaligus bos nya itu.


" Lo dimana?? temani gue sekarang di tempat biasa!!! GPL kalau lama gue stop gaji Lo!!


" Hmm baik bos, siap, gak usah pakai.."

__ADS_1


sebelum Sandra menyelesaikan pembicaraannya hp itu telah di matikan secara Loni sepihak.


"Huft kebangetan ..nasib jadi kacung , di abaikan Mulu"


Karena merasa jengkel dengan bosnya itu, Sandra meluapkannya dengan menendang sebuah kotak yang ada di apartemennya itu..


"Dhuak"


Njirrr....sakit bangettt jempol gue, !!!!


hu..hu..hu..


Di lain tempat Brian telah berada di rumahnya tepat pukul 02:00 pagi. Dengan secepat kilat dan penuh perasaan bersalah Brian mulai mencari keberadaan sang istri yang sangat ia rindukan.


Namun Brian sama sekali tidak melihat Loni di kamarnya. Sehingga ia pun memutuskan untuk kembali mencari Loni setelah selesai membersihkan diri di kamar.


"Sayang kamu di dalam?? Brian mulai membuka kunci cadangan untuk membuka kamar tamu tempat biasa yang di tempati sang istri.


"Kriet"

__ADS_1


"Sayang maaf kan a..."


Dengan wajah kecewa Brian melihat sekeliling kamar namun ia sama sekali tidak melihat wanita yang selalu di rindukannya itu,


dan akhirnya Brian mencari Loni dengan membuka satu persatu ruang tamu yang ada di rumahnya yang berjumlah 8 kamar.


Namun iya tidak juga menemui sang istri, hingga Brian melakukan panggilan ke nomor sang istri namun tak di angkat.


"Kamu di mana sayang" lirih Brian yang mulai sangat khawatir dengan keberadaan istrinya itu.


"Halo Vin gue mau Lo cari tahu di mana keberadaan istri gue sekarang!!


Brian memutuskan untuk mencari Loni melalu vino, karena Brian telah menyuruh Vino untuk secara diam-diam memasang sebuah alat pelacak di tas yang sering Luna gunakan, hal itu dilakukan Brian karena ia tidak mau tragedi kehilangan istrinya itu terjadi lagi, namun tanpa sengaja alat tersebut mengarah ke alamat ayah mertuanya.


alat itu bukan menunjukan di mana keberadaan Loni, namun keberadaan Luna, karena tanpa di sadari pelacak itu telah di pasang di tas Luna sebelum, Luna pergi.


"Akhirnya aku tenang sayang kalau kamu berada di rumah ayah mu, istirahat lah dulu di sana sayang kalau kamu rindu dengan ayahmu, besok aku akan menjemputmu"


Brian bermonolog dan akhirnya Brian membaringkan badannya yang letih di kamar tamu tempat terakhir dia berada.

__ADS_1


Bersambung....🙄🙄


__ADS_2