
Dilema..itu yang Luna rasakan saat ini, namun setelah mendapatkan pencerahan dari sang mertua Luna pun memutuskan untuk menemui suaminya di kantor, dengan membawa bekal makan siang yang telah Luna siapkan, ia pun mulai melangkah kan kaki nya menuju mobil, seorang supir pribadi yang Brian sediakan untuk Luna telah menanti majikan nya itu.
Jalanan kota begitu terlihat ramai pagi ini, namun di kota tempat tinggal Luna lalu lintas jarang sekali macet, biasanya kemacetan terjadi hanya di jam-jam tertentu saja, seperti pagi sekali dan sore hari, kerena di penuhi oleh anak sekolah dan para pekerja yang berangkat pagi dan pulang di sore hari.
Setelah menempuh jarak kurang lebih 1 jam lamanya. Akhirnya mobil yang Luna tumpangi pun telah memasuki parkiran gedung perusahaan besar milik Brian.
Luna mulai melangkahkan kakinya mendekati gedung pencakar langit tersebut, namun tiba-tiba dia merasakan kegugupan yang cukup besar. Beberapa kali Luna mencoba menghirup udara dari hidung lalu membuang nya dari mulut, guna mengurangi rasa gugup di yang ia rasakan.
Sebenarnya ini kali pertama Luna mendatangi tempat suaminya bekerja.
Dan sama sekali ia tidak mengetahui di mana letak ruangan sang suami. Karena niat dari awal dia ingin memberikan kejutan untuk sang suami, Luna pun mulai mengehentikan langkahnya sejenak.
Dia langsung mencoba untuk menghubungi handphone sang mertua untuk menanyakan letak ruangan Brian, namun beberapa kali Luna memencet no sang mertua, namun hp itu tak kunjung di angkat.
"Mami pasti masih bermain bersama Azka..aku harus menelepon siapa coba.. mau bertanya tapi.. aku males nanti mereka sangka aku kak Loni... aduh apa yang harus aku perbuat..." Sambil berbicara kecil Luna terus menekan kontak yang ada di hp nya.
"Pagi Luna..."
Seketika Luna melihat orang yang sedang berdiri di tepat depannya,
"Alhamdullilah... kak Vino!!!" Bagai kan mendapatkan jeckpot, Luna sangat bahagia saat bertemu dengan Sahabat sekaligus asisten pribadi suaminya itu.
"Hehe...kau tampak bahagia bertemu dengan ku..apakah kau sangat merindukan ketampanan ku??" sambil bertegak pinggang Vino berdiri bak foto model yang sedang bergaya di depan kamera.
"Wkwkwkw...wkwk... ternyata kak Vino bisa koplak juga ya"
"Apa??? tega nya kamu Luna...."
"Hahah..haha.. ma-af ...maaf kak.. tapi kakak sangat tampan bergaya seperti itu.."
"Sudah ku duga..aku memang tampan Luna.. hsayang kau duluan bertemu dengan Brian .. kalau tidak mungkin kita bisa bersama.."
"Hahahaha...kakak ada-ada aja...sebenarnya Luna memang senang sekali bertemu dengan kak vino saat ini... tapi bukan karena Luna ada hati ke kakak...."
"Aku kecewa..."Vino memasang wajah cemberut di depan Luna, dan sontak itu membuat iya kembali tertawa.
"Hahaha..hahaha.. "
"Terus kenapa kau bahagia ketemu aku Luna yang cantik...??"
"Sebenarnya Luna mau kasih surprise untuk mas Brian..Tapi.."
"Pasti kamu tidak tahu ruangan nya di mana kan??"
"Iya..kak..karena ini pertama kalinya Luna ke sini.."
"Jadi bisa kah kamu menolong ku kak" tampak wajah mengiba dari wajah Luna..
"Gimana ya...aku sebenarnya ada tugas keluar..jadi mana mungkin aku balik lagi"
"Pleaseee kak.." Luna memohon sambil merapatkan kedua tangannya.
"Hmm..baiklah..karena kamu sudah memohon seperti itu aku akan mengantar mu..tapi ingat suatu saat kau harus mentraktir kak Vino sebagai bayaran.."
"Siip kak..kak Vino memang paling best.."
__ADS_1
setelah mendapatkan kata sepakat dengan Vino akhirnya Luna mulai melangkahkan kakinya sembari mengikuti langkah Vino yang berjalan di depannya.
Saat Luna mulai memasuki perusahaan besar itu ia begitu terperangah dengan interior yang di design elegan di sepanjang kantor Brian.
Tampak beberapa pegawai Brian sedang sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing, sehingga hanya beberapa mata yang melihat kedatangan Luna di sana.
Luna dan Vino pun mulai memasuki lift yang di khususkan untuk pemilik perusahaan itu.
Ternyata lift itu langsung berhenti tepat di depan ruang kebesaran Brian, letak lift dengan ruangan Brian berjarak kurang lebih 10 meter.
"Nah ...nyonya Luna itu ruangan suami tercintamu...karena aku masih ada tugas, jadi aku tidak bisa ikut mengantar mu ke sana..kamu bisa kan sendiri ke sana??"
"Tentu kak Vino..aku sangat berterimakasih atas kebaikan hati mu.."
"Tentu..tapi ingat kamu masih ada hutang ya"
"Siap kak..Luna pasti akan membayar nya"
Vino kembali masuk ke dalam lift dan tinggal lah Luna sendiri di sana.
Luna berjalan secara perlahan, hingga ia mulai mengetuk pintu ruangan Brian.
"Tok..tok.."
"Tok..tok.."
"Maaf..permisi??"
Tiba-tiba Luna di kejutkan dengan kehadiran wanita berkaca mata, yang berdiri di belakangnya.
"Maaf..nyonya Luna?? saya kira tadi siapa.."
"Eh..iya..iya aku Luna...maaf..tapi apa kau mengenal aku??"
"Ya..tentu..saya Maya..sekertaris tuan Brian, saya hadir waktu pernikahan nonya Luna dan Tuan Brian"
"Owhh..iya..salam kenal mbak Maya"
Luna langsung mengangkat tangannya mengajak Maya bersalaman.
"Salam kenal kembali nyonya Luna"
"panggil aku Luna saja, kelihatannya umur kita gak beda jauh"
"Maaf tapi saya menghormati anda..karena anda istri dari atasan..jadi gak sopan saya panggil nama aja"
"Hehehe... seperti itu..."
Luna mencoba menerima panggilan baru yang ia sandang karena menikah dengan seorang pemilik perusahaan.
setelah percakapan Luna dan Maya selesai, Luna Kemabli mengetuk pintu itu di bantu Maya di depannya, terdengar suara Brian di dalam yang menyuruhnya untuk masuk.
seketika Luna masuk kedalam ruangan itu sendirian sambil membawa bekal di tangannya.
"Halo mas"
__ADS_1
"Sayang..kamu.."
Brian langsung bangkit dari kursi nya dan memeluk tubuh mungil sang istri
"Kok..kamu bisa sampai sini yang..gak bilang-bilang lagi"
"Surprise mas...dan ini aku bawa makan siang untuk kamu"
"Wah...makasih sayang...Brian langsung mengecup lembut bibir sang istri.."
Brian pun membawa sang istri untuk duduk di sofa yang berada di ruangan itu, dan iapun kembali mengenakan pekerjaan nya yang tertunda.
"Mas..."
"Ehem.."
"Aku sebelumnya mau minta maaf atas permasalahan yang tadi.. aku terlalu egois kepadamu..jujur aku tidak ingin kehilanganmu mas.."
"Aku sudah melupakan nya sayang" Brian Kembali meninggalkan meja kerjanya dan duduk tepat di samping sang istri,
Luna pun mulai memeluk tubuh Brian sembari mengulang kata maaf di telinga Brian.
"Maaf kan aku mas"
"Iya sayang...mas sudah memaafkan mu sayang.."
mereka berpelukan dengan penuh kehangatan.
"Jadi kau tidak jadi pergi sayang.."
"Iya mas..tapi bagaimana dengan kak Loni di sana.."
"Baik lah mas akan memberikan mu izin untuk pergi ke sana..tapi mami akan ikut serta bersama mu.. mas rasa kau akan lebih aman jika mami ikut ke sana, karena mas akan menugaskan beberapa bodyguard serta bersamamu, dan body guard mami juga pasti bisa menjaga kalian di sana."
"Benarkah mas??Tapi..apa mami mau ikut mas..?"
"Pasti sayang..mami sendiri yang mengajukan diri untuk ikut sayang"
Luna tersenyum senang mendengar semua ucapan sang suami, akhirnya di tetap bisa mengunjungi sang kakak yang sedang sakit. Walaupun akan banyak bodyguard yang nantinya berada di dekatnya, namun hal itu tak akan memberatkannya.
"Tapi kau tidak bisa berangkat hari ini sayang..karena semua surat-surat nya baru selesai 2 hari lagi.."
"Tidak masalah mas..asal kau mengizinkan aku ..aku sudah sangat senang mas..." Luna Kemabli memeluk tubuh kekar sang suami.
"Sayang ...kau telah mengusik sesuatu yang tadi tertidur.."
"Apa mas???" Luna celingak celinguk melihat sekitar ruangan Brian..."siapa yang tidur mas??"
Tiba-tiba Brian langsung menggendong tubuh mungil sang istri, dan membawa nya kedalam ruangan tersembunyi yang berada di balik rak buku-buku Brian yang terpajang di sana.
Dan kembali pergulatan panas itu terjadi di antara pasangan suami istri yang sedang di mabuk kepayang.
"Kali ini aku harus mencetak skor ganda...agar Azka ada teman main ..."
Lirih Brian dalam hati sambil terus mengarungi Surga dunia yang tiada duanya..
__ADS_1
Bersambung....🤣🤣