Anakku Anak Suami Kakak Ku

Anakku Anak Suami Kakak Ku
Part 84


__ADS_3

Kring..kring..kring...


tepat jam 10 pagi, weker yang sengaja Luna hidupkan pun berbunyi. Dengan masih menahan kantuknya yang lumayan berat Luna mencoba untuk mematikan weker yang terus berbunyi itu.


"Rasanya baru sebentar bisa istirahat, ternyata udah jam 10 aja.." Luna kembali mengingat bagaimana sang suami melahapnya nya tadi pagi hingga jam 8:45.


Sambil memesan makanannya, Luna kembali mengingat jadwalnya pagi ini, dia berencana akan mengunjungi sang mami karena kejadian tadi malam ia harus menunda untuk melihat keadaan sang mami yang sedang sakit.


Yang kedua Luna berencana akan kembali ke RS untuk melihat keadaan sang kakak. Di sana nanti Luna akan berkonsultasi dengan dokter specialist yang telah merawat Loni selama ini, apabila di izinkan dan kondisi tubuh Loni memungkinkan untuk berada di pesawat dengan waktu yang lumayan lama, maka luna akan mempersiapkan kan perawatan lanjutan sang kakak yang akan di pindahkan ke negaranya.


Karena sesuai jadwal kedatangan pesawat sang ayah akan sampai siang ini, dan mereka akan bertemu di RS tempat Loni di rawat. Sehingga Luna ingin mempermudah urusan sang ayah nantinya.


Setelah ia merasa fix dengan semua agenda yang akan dia lakukan pagi ini, Luna mulai mengambil handuk yang tersedia di sana dan mulai membersihkan diri dari sesuai syariat di dalam agama yang dia anut.


Tak memakan banyak waktu Luna mulai mengeringkan tubuhnya dan memakai pakaian yang telah Brian siapkan untuknya semalam.


Sesekali ia melihat ke arah kasur tempat Brian berada, terlihat sang suami yang tetap tampan walau memasang muka bantalnya.


Tak lama Luna mendengar bunyi ketukan dari luar pintunya.


Tok..


Tok..


"Room service please!!"


Setelah mendengar suara pelayan kamar, Luna mulai membuka pintu kamar nya.


"Please come in... "


"These all your ordered breakfast Miss"


Sang pelayan kamar pun mulai mendorong masuk service stand trolley yang ia bawa, terlihat beberapa makanan enak telah tersaji di atasnya.


"Thank you.."


"My pleasure Miss,"


Sang pelayan hotel pun mulai meninggalkan kamar Luna.


Brian yang seketika mencium aroma makanan yang ada di kamar itu perlahan mulai membuka matanya, karena perut nya sudah berorasi sedari tadi,


"Hmmmm... aroma dari mana ni yang"


"Hehe..pasti perut mas udah bergemuruh"


"Heem" Dengan cekatan Brian mulai bangun dari kasurnya dan mengambil sepotong sandwich yang tersedia di atas trolley.


"No. darl...." Luna kembali mengambil potongan sandwich itu dari tangan Brian,


"Mas harus mandi dulu..jorok mas giginya belum juga di sikat.."


"Segigit aja yang..mas paper banget ...??" Ia pun mulai memasang wajah mengiba nya di hadapan Luna,


"Gak..mas.. "Luna langsung mendorong tubuh tegap Brian dari belakang, menuju kamar mandi yang ada di kamar itu.

__ADS_1


"Kamu ikut mandi juga yang??"


"Luna udah mandi mas.."


"Mandi sekali lagi yang...biar seru.."


"Apa nya yang seru mas...udah masuk sana..Luna tunggu mas untuk sarapan...jangan lama, karena Luna udah laper banget mas.. kalau mas nya lama, Luna makan duluan.."


Akhirnya Brian memulai ritual mandinya sendiri, Tak memakan banyak waktu ia keluar dari kamar mandi dengan memakai handuk mandi yang ada di sana, terlihat rambut brian yang tampak masih basah seusai mandi besarnya.


"Aku sudah siap yang..ayo kita sarapan"


Luna yang juga sudah sangat lapar langsung mengiyakan perkataan suaminya itu, mereka berdua makan dengan khidmat.


Tak berselang lama, makanan yang tersaji di atas trolley itu sudah ludes semuanya, tampak kedua pasang suami istri itu masih asik dengan gadget di tangannya.


"Mas ... sebaiknya kita harus segera bersiap-siap setelah ini, "


"Memang kita mau kemana yang? mas masih mau seharian sama kamu di kamar ini"


"Mas..Luna di sini tu untuk merawat Kak Loni,


kalau kejadian tadi malam gak terjadi, mungkin Luna sekarang masih menjaga kak Loni di RS,"


"Kan ada Sandra yang jaga dia yang, kenapa harus kamu yang repot!!"


"Mas Luna tu yang adiknya kak Loni!! tanggung jawab kak Loni itu ada di aku istri kamu mas!! Luna malah gak enak sama kak Sandra yang udah banyak membantu kak Loni."


"Sayang..mas gak bermaksud begitu, tapi di sana juga banyak perawat dan dokter yang akan memantau Loni di sana..."


Brian yang melihat sang istri dalam posisi marah, langsung bersiap dan menggendong tubuh sang istri yang sedang dalam emot merah padam itu keluar dari kamar hotel.


"Mas..turunkan aku..turunkan mas" Luna meronta-ronta di dalam pelukan suaminya itu.


"Aku gak mau lepasin kamu yang, kalau kamu masih marah sama mas kaya gini"


"Luna gak marah sama mas, jadi mas turunin Luna sekarang,"


Beberapa orang yang lewat mulai memperhatikan adegan kedua pasangan suami istri itu, memang di negara itu hal yang di lakukan Luna dan Brian bukanlah sesuatu yang tabu, bahkan untuk sebuah ciuman dan beberapa hal lainya di public, tidak lah di larang di sana, kecuali hal yang dilakukan telah mengganggu fasilitas ataupun pihak lain.


"Aku gak yakin, kamu gak marah lagi yang.." Brian pun mulai mendekatkan bibirnya ke arah sang istri,


"Ini di depan umum mas, gak mungkin Luna melakukannya di sini.."


"Gak papa yang, ayo cepat donk yang"


Luna yang merasa risih dengan permintaan Brian hanya melengos dan pura-pura tidak mendengar permintaan suaminya itu,


sehingga dia pasrah dengan perlakuan


suaminya itu yang membawanya kedalam mobil sambil menggendongnya ala bridal style.


Sampai di dekat mobil Brian langsung membawa sang istri masuk kedalam mobil, dengan perlahan dengan posisi yang sama, dan seketika pintu itu ia tutup.


Saat berada di dalam mobil Luna mulai celingak celinguk kekanan dan kekiri, saat ia melihat posisi sopir mereka yang masih di luar mobil secepat kilat Luna langsung mengecup bibir suaminya itu.

__ADS_1


"Chup"


Brian tersenyum melihat tingkah lucu yang barusan Luna lakukan,


Tanpa menunggu waktu yang lama Brian membalas ciuman istrinya itu, dengan ciuman yang lebih mendalam dan panjang.


Luna yang mulai kehabisan oksigen langsung menghentikan perlakuan suaminya itu,


"Ma-s..***-up..aku kehabisan nafas mas .."


"Hmmm..ini baru namanya ciuman yang..bukan kecupan.."


Luna langsung merasa malu mengingat dengan tindakan kilatnya tadi.


"Mas, ayo kita turun.."


"Turun??? bukannya kau ingin kita ke RS ??"


"Ia mas..tapi nanti kita lihat mami dulu sebelum ke RS"


"Owh, kenapa kau tak bilang dari tadi yang..mas kan gak harus berat-berat menggendong kamu dari lantai 5 ke lantai dasar, kalau ke tempat mami kita tinggal naik satu tingkat aja yang.."


Luna langsung cemberut setelah mendengar perkataan suaminya itu.


"Hmmm..berat..kenapa di gendong..."


Luna langsung mencubit pinggang sang suami lumayan kencang, sehingga membuat Brian berteriak kesakitan.


"Aauuuuuuu...sakit yanggggg"


Luna langsung berjalan cepat di depan sang suami sambil tertawa kemenangan.


***


Sesampai di kamar sang mami, Luna langsung mengetuk dan membuka langsung pintu kamar tersebut stelah mendengar jawaban dari dalam.


"Mami...apakah mami baik-baik saja??"


"Ia nak..aku baik..hari ini terasa lebih baik dari kemarin"


"Syukur lah mi, Luna sudah sangat mengkhawatirkan mami"


"Mami sudah baikan sayang..hari ini mami mau ikut melihat kakak mu..boleh kan??"


"Tentu mi ..Luna senang mendengar mami care sama kak Loni.."


"Mami care sama kamu Luna bukan sama kakak kamu.."


sang mami yang masih menyimpan rasa sakit hati kepada sang mantan mantu, membuat ia langsung mengkoreksi jawaban Luna.


Dan Luna hanya tersenyum menanggapi ucapan sang mertua, ia sudah maklum dengan sikap langsung yang sering di tunjukan sang mertua, namun di balik semuanya Luna merasa bahagia berada di tengah-tengah orang yang selalu menyayangi dan mencintai nya.


Bersambung....🥰🥰🥰


Selamat merayakan hari kemerdekaan yang 76 Readers..semoga Indonesia tetap jaya, dan semoga wabah yang melanda cepat pergi sehingga ibu Pertiwi kembali tersenyum...

__ADS_1


__ADS_2