Anakku Anak Suami Kakak Ku

Anakku Anak Suami Kakak Ku
part 39


__ADS_3

Sesampainya di klinik dr kandungan itu, Luna mulai turun dari mobil untuk mendaftar, sedangkan Gilang memilih untuk menunggu di sebuah kursi panjang yang memang di sediakan di klinik itu.


Suasana klinik dokter kandungan itu tampak sangat ramai, karena klinik itu merupakan satu-satunya klinik yang memiliki dr spesialis kandungan di desa yang bersebelahan dengan desa tempat tinggal Luna itu,


sehingga cukup lama Gilang menunggu Luna di luar.


2 jam sudah Gilang menunggu, namun Luna belum juga keluar, sehingga untuk menghilangkan rasa suntuknya Gilang pun memilih untuk kembali kedalam mobil, ia bermaksud ingin mendengarkan musik sambil menunggu Luna,


Namun saat ia melangkahkan kakinya, tiba-tiba terdengar suara gaduh dari dalam klinik tersebut, dan ada seorang perawat yang berteriak memanggil keluarga dari ibu Luna Sanjaya ..


Beberapa kali perawat itu memanggil "kel. ibu Luna Sanjaya," Gilang yang awalnya ragu untuk mendatangi perawat itu, karena ia tak tahu nama kepanjangan Luna, namun dengan penuh keyakinan Gilang menjawab bahwa ia keluarga dari Luna Sanjaya,


Sehingga sang perawat membawa Gilang untuk mengikuti nya dari belakang,


Hingga Gilang sampai di sebuah ruangan yang terpampang bacaan "Ruang bersalin"


dan dari luar Gilang dapat mendengar suara Luna di dalam,


"Ayo pak cepat masuk pak!! karena istri anda akan segera melahirkan, "

__ADS_1


"WHAT!!! "Gilang kaget dengan apa yang di dengarnya, bagaimana dia menjadi seorang suami dan calon ayah secara tiba-tiba,


hingga keluar bulir-bulir keringat jagung dari seluruh pori-pori kulit Gilang, yang membasahi kening dan seluruh bagian bajunya,


Gilang dengan ekspresi kaget dan cengo nya hanya mengikuti perawat itu untuk masuk ke ruangan bersalin itu,


sesampainya di dalam ia di sambut dengan seorang dokter dan 3 orang perawat dengan pakaian lengkap,


"Bapak ini istri bapak sudah mau lahiran pak karena tadi terjadi accident saat ibu berada di toilet, Ibu terjatuh yang mengakibatkan kontraksi pak, sekarang ibu sudah pembukaan 4 ya pak, saya minta bapak untuk senantiasa mendampingi ibu, dan saya harap beri dukungan kepada istrinya pak," sang dokter berbicara tanpa ada sedikit jeda, sehingga Gilang yang masih cengo hanya mengikuti arahan sang dokter,


Di sana Gilang di arahkan untuk mendekati Luna yang tampak sangat kesakitan,


"Lun-na kamu...kamu..pasti kuat..ka-mu pasti bisa," Gilang dengan terbata-bata terus memberikan support untuk Luna,


Luna hanya bisa menganggukkan kepalanya, sembari menahan rasa sakit yang semakin lama semakin menyiksanya,


Gilang terus memegang tangan Luna dengan erat, dan sesekali Luna melingkarkan dengan erat pelukannya ke pinggang Gilang, untuk menahan rasa sakitnya, karena


Pembukaannya mulai memasuki bukaan 5 ke 6 dan 7 ke 8 itu amat sangat sakit, sehingga tanpa sadar Luna memeluk Gilang dengan erat untuk mencari ketenangan, dan menyalurkan rasa sakit yang ia rasa dengan mencakar tangan ataupun memeluk kuat pinggang Gilang, sehingga Gilang dapat merasakan sakit yang di derita Luna,

__ADS_1


Oek"Oek..oek...."


Setelah pertarungan selama kurang lebih 2 jam, tepat pada pukul 15:45 akhirnya bayi yang selama ini di tunggu, telah terlahir ke dunia ini seorang anak laki-laki berwajah sangat tampan dengan hidung mancung dan mata hazlenya dengan berat 3 kg dan panjang 55 cm. Welcome baby boy, Gilang yang di minta untuk mengazankan putra Luna pun masuk keruang bayi, dan mulai untuk mengazankan bayi mungil itu.


Setelahnya Gilang kembali masuk ke ruangan Luna,


"Hy," sapa Gilang kepada Luna


Luna membalas sapaan itu dengan sebuah senyuman di bibirnya


"Luna!! aku mau minta maaf untuk yang tadi, aku, gak tahu harus berbuat apa, karena perawat it-..."


Luna langsung memotong ucapan Gilang, "gak Gil, aku malah berterimakasih kepada kamu karena kamu menyelamatkan aku dan bayi ku dari cemoohan orang, dan aku juga gak tahu harus gimana tadi kalau kamu gak ada di samping aku".


Mereka berdua saling menatap dan tersenyum bersama.


"Selamat ya Luna, akhir nya kini kamu telah menjadi seorang ibu", Gilang terus berucap di dalam hatinya dengan tubuh yang masih sedikit bergetar, karena masih sedikit menyisa kan shok berat saat pertama kali dia menyaksikan kelahiran seorang bayi di depan matanya**,


"Makasih ya Gilang.. untuk bantuan kamu hari ini, terimakasih untuk semuanya, sungguh bantuan mu ini tidak akan pernah saya lupakan..."lirih Luna di dalam hati**

__ADS_1


__ADS_2