Anakku Anak Suami Kakak Ku

Anakku Anak Suami Kakak Ku
Part 105


__ADS_3

Tanpa sengaja Luna langsung menggenggam tangan Brian dengan sangat erat, sehingga membuat Brian langsung memalingkan mukanya ke arah Luna,


"Kenapa yang..." Brian langsung memandang wanita yang sudah berdiri tepat di samping Mr James,


"Hy sayang, kenapa kamu lama tuturnya?? kasihan kedua tamu kita harus menunggu kamu yang,"


"Im so sorry darl, tadi aku kelamaan dandan, untuk acara malam ini....apa aku terlihat cantik??"


Mr James langsung memeluk pinggang Rossa dengan mesra, ia pun meninggalkan sebuah kecupan di bibir kekasihnya itu,


"Kamu sangat menggoda honey.."


"Rossa?? kamu...."


"Apa tuan Brian mengenal Rossa? "


"Hmm ...iya Rossa adik sepupu saya... jadi Rossa kekasih yang Mr bilang tadi??"


"Ya kak Bri, aku pacar nya James, .....apa kakak cemburu??" Rossa menatap Brian dengan tatapan penuh selidik.


"Hahaha...jangan bercanda Rossa!!! mas Brian itu suami aku, jadi gak mungkin kalau dia cemburu sama adiknya sendiri.... malah kami bersyukur akhirnya kamu menemukan seseorang yang bisa kamu cintai!! benar kan mas??"


"Dasar perempuan udik, gue bakal miliki apa yang seharusnya milik gue!!!"


"Pasti sayang, tolong jangan salah sangka dengan perkataan Rossa Mr James, "


"Santai tuan Brian, saya percaya sama Rossa, jadi anda tidak perlu khawatir"


Suasana makan malam itu seketika berubah menjadi tegang, di mana Rossa selalu mencuri pandang ke arah kakak sepupunya itu, dan hal itu membuat Luna meradang tanpa malu iya menyuapi Brian dengan makanan yang berasal dari piringnya, dan hal itu membuat Brian pun merasa senang dengan perlakuan yang Luna lakukan kepadanya,


Karena di lain pihak, Brian juga merasa tidak senang dengan pandangan Mr James kepada istrinya itu, sebagai seorang laki-laki dia dapat melihat jelas gerak gerik Mr James yang nampak tertarik dengan istrinya itu.


"Ngomong-ngomong kapan rencana nya kalian akan menikah??"

__ADS_1


"Uhuk..uhuk... "


"Kamu minum dulu honey.."


"Makasih darling..." seketika Rossa mengabiskan satu gelas air putih yang diberikan Mr James,


"Kami belum berfikir sampai ke situ, karena saya belum siap apabila harus memiliki anak ... kami masih menikmati hidup berdua dulu.."


"Iya kak, Rossa juga belum ada tujuan untuk menikah, karena ada pekerjaan yang harus Rossa selesaikan dulu, nanti kalau urusannya udah selesai baru deh Luna menikah dengan pria yang Rossa cintai"


Luna langsung menatap tajam ke arah Rossa, sesaat ia melihat Rossa Kembali memandang sang suami dengan pandangan yang berbeda,


"Sayang sekali, Mr James belum mau untuk menikah, saya dulu juga belum siap untuk memiliki anak, tapi ketika telah menemukan wanita yang tepat, mindset saya langsung berubah ingin punya banyak anak "


Seketika Luna langsung mencubit pinggang sang suami dari samping, dan Brian pun membalas sang istri dengan sebuah


senyuman sambil menahan rasa perih di pinggang kirinya,


"Hahaha...benar kah?? kalau wanita nya tepat saya rasa saya bersedia untuk menikah," seketika pandangan Mr James langsung menuju ke arah Luna,


Brian yang melihat tingkah laku Mr James langsung memegang dagu sang istri dengan lembut, dan mengarahkan wajah Luna menjadi menghadap wajahnya,


"Ya Luna memang wanita yang tepat ..dan saya sangat mencintainya...makanya saat ini saya sangat senang karena sekarang kami sedang menunggu kehadiran anak kedua kami"


"Uhuk...uhuk...!! " Rossa langsung mengambil air putih yang ada di atas mejanya,


"Maksud kak Bri Luna hamil lagi??"


"Iya, Rossa, kakak ipar mu Luna hamil lagi, "


"Hmmm.. dasar perempuan penggoda, aku gak akan biarin kamu senang Luna,..."


"Owh...selamat tuan Brian, ternyata anda seorang striker juga ya"

__ADS_1


"Haha...anda bisa saja Mr ...."


Dan makan malam itu pun berakhir lebih cepat dari perkiraan Brian sebelumnya, hal itu di karenakan ia merasa kurang nyaman dengan situasi perjamuan itu, akhirnya ia dan Luna izin untuk pulang lebih awal.


Sesaat di perjalanan pulang, Luna terlihat lebih murung dari sebelum bertemu Rossa,


beberapa kali Luna teelihat gelisah di kursinya,


"Apa yang kamu pikirkan yang??"


"Gak ada mas!!"


Brian langsung mendekat ke arah Luna, dan ia langsung membawa sang istri kedalam pelukannya,


"Jangan bohong yang...mas tahu kalau kamu lagi memikirkan sesuatu, "


"Mas, sebenarnya..... kenapa ya aku merasa tidak tenang setelah bertemu dengan Rossa kembali.....aku melihat dari gerak geriknya dia terlihat mencurigakan!!"


Brian langsung membelai lembut rambut panjang sang istri, dan mencium keningnya cukup lama,


"Sayang, mas yakin kalau Rossa sudah menemukan orang yang ia cintai, jadi dia tidak akan lagi berharap untuk menikah sama mas,..kamu bisa lihat kan tadi bagaimana interaksi Rossa dan Mr James.."


"Iya mas, tapi aku juga lihat bagaimana ia masih mencuri pandang ke arah mas Bri.."


"Tidak sayang, itu hanya ketakutan sementara yang kamu rasakan karena masa lalu, ..


sebaiknya kita gak usah pikirin Rossa ya yang, mas gak mau, kandungan kamu kenapa-napa karena hal yang gak penting"


"Tapi mas????"


"Stss.. kamu tenang aja, sampai kapan pun mas hanya mencintai nyonya Aluna Subrata seorang," Brian kembali mendaratkan sebuah kecupan di kening Luna, lalu ia pun mendekap tubuh istrinya itu dengan penuh kasih sayang,


"Waduhhh...gini amat jadi sopir ...cuma bisa jadi nyamuk"

__ADS_1


Vino terus menggerutu di dalam hati sambil mengendari mobil itu dengan kecepatan sedang menuju mansion Brian,


"Bersambung....🤗🤗


__ADS_2