Anakku Anak Suami Kakak Ku

Anakku Anak Suami Kakak Ku
part 19


__ADS_3

Pagi hari setelah sholat subuh, Luna mulai menapaki jalanan desa untuk berolahraga ringan, karena kandungannya sudah memasuki bulan ke 6 ia berharap nantinya bisa melahirkan dengan mudah apabila rajin bergerak, sembari menghirup udara pedesaan yang sangat segar.



Ia melihat banyak petani yang sedang menjalankan aktifitasnya, Luna yang ditemani bi Marni sesekali mencoba untuk membuka obrolan dengan para petani tersebut.


hingga tiba-tiba Luna melihat seorang kakek yang tergopoh-gopoh membawa seorang anak kecil yang terlihat sangat lemah.


" Tolong..tolong.. tolong cucu saya ".


" Kenapa pak apa yang terjadi??" bi Marni mulai mendekati sang kakek tua.


"Tolong cucu saya neng, cucu saya terjatuh dari pohon dan langsung pingsan".


"Ayo pak kita bawa ke puskesmas desa".


" Sudah neng saya sudah bawa ke puskemas tadi, tapi dokternya sedang ada seminar di kota".


"Ya sudah pak ayo kita bawa cucu bapak ke kota saya antar pakai mobil saya".


Luna segera bergegas berjalan menuju rumahnya, ia meminta mang Dirman untuk mengendarai mobil yang memang di siapkan sang ayah untuk Luna.


Dalam perjalanan ke rumah sakit, Luna tak henti-hentinya mencoba menenangkan sang kakek.


Hingga selama menempuh waktu kurang lebih 3 jam baru lah mobil yang di kendarai mang dirman sampai di RS terdekat.


" Suster..suster..tolong ada pasien yang terluka parah, tolong sus".


"Silakan buk bawa anak nya ke UGD segera".


Dengan cekatan mang dirman membantu kakek menggendong cucu nya yang terluka.


Setelah kurang lebih 4 jam lamanya Luna berada di rumah sakit untuk membantu sang kakek.Luna pun mulai berpamitan untuk pulang dan membayar semua administrasi RS.


***

__ADS_1


Di sebuah mobil sport mewah saat ini tampak Brian dengan tampilan yang kacau sedang mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi.


Tanpa persiapan apapun Brian berencana akan berangkat k negara L untuk menangkap Loni, dan beberapa orang body guardnya menyusul dari belakang.


Flash back on๐ŸŒผ๐ŸŒผ


Saat Brian sedang makan siang bersama dr Rissa sahabat nya tiba-tiba orang suruhan Brian mengabarkan keberadaan Loni saat ini.


"Dirt..dirt..dirt"


" halo".


"Halo tuan selamat siang, kami telah menemukan keberadaannya nyonya tuan, saat ini nyonya sedang berada di negara L tuan".


"Sungguh??? cepat kau kirim alamat nya sekarang aku akan berangkat sekarang juga".


Dengan tergesa-gesa Brian meninggalkan Risa sendiri di Restaurant tersebut."


Flash back off ๐ŸŒผ๐ŸŒผ


Brian merasa sudah tidak sabar untuk memberi hukuman setimpal kepada istri nya tersebut, ia juga berencana akan menghancurkan perusahaan sang ayah mertua. Brian ingin menghancurkan Loni sehancur-hancurnya. Namun tiba-tiba dalam perjalanannya.


Brian mendadak menginjak rem, karena hampir menabrak sebuah mobil yang berada di depannya.


"Shit.."


Dengan badan tegap Brian yang seperti singa yang marah mulai mendatangi mobil yang hampir ia tabrak.


" Buka..buka pintunya...cepat keluar Lo ba....n".


Dari dalam mobil keluar lah seorang wanita dengan wajah nya yang terus menunduk ketakutan.


" Ma..aaf, tuan, kami ".


"LONI???? ".

__ADS_1


Dengan amarah yang semakin membara Brian menarik tangan Luna dengan kasar...


" Ikut aku cepat !!!".


" Sakit mas, lepasin aku mas..".


Pak dirman yang mencoba membantu nona mudanya tidak dapat berbuat apa-apa, karena tangan nya telah di cekal oleh beberapa orang berpakaian jas, yang merupakan para body guard Brian.


Brian langsung mendorong Luna dengan kuat masuk ke dalam mobilnya.


"Dasar perempuan bre....k .. gue nyangka ternyata Lo bisa menipu anak buah gue dasar Lo emang wanita licik".


Mendengar perkataan hinaan keluar dari mulut Brian membuat Luna takut. Dia tidak mengerti kenapa Brian yang dulu nya lembut bisa berubah seperti monster yang menakutkan.


"Maaf kalau..kalau .. aku ada salah mas".


Dengan terbata-bata Luna mencoba menahan air matanya yang hampir terjatuh.


"APA LO BILANG!!!!! MAAF!!!! hahhahaah .Hahaah..hahahh!!! GAK AKAN!!!


Dengan nada mengejek Brian terus menghina Luna di sepanjang perjalanan menuju mansion nya.


Sampai di mansion, Brian langsung menyeret Luna keluar dari mobilnya, ia pun membawa Luna masuk ke dalam kamarnya.


"BRAKK".


Seketika tubuh Luna terjerembab ke lantai.


" Huhuh..huh..hu.. jangan sakiti aku mas..".


Air mata yang sedari tadi coba di tahannya, sudah menganak sungai membasahi wajah cantiknya.


"Owh.. cup..cup..cup.. jangan nangis sayang".


"Phak..phak..phak..".

__ADS_1


Beberapa tamparan ke wajah Luna membuat ia tak sadarkan diri.


"Gue cinta mati sama elo.. tapi kenapa elo khianati gue".


__ADS_2