
Setelah mendengar semua cerita dari Luna Brian langsung tersulut emosi ia tidak menyangka Rossa dan sang Tante tega untuk menjebaknya. Dengan langkah yang lebar Brian langsung keluar dari kamar dan mulai mencari keberadaan Rossa dan sang mama.
"Rossa..Rossa..di mana kamu!!"
Luna kewalahan saat menghadapi kemarahan sang suami, ia langsung berlari mengikuti langkah sang suami.
Rossa yang masih belum sadar dari tidur nyenyak nya masih terbaring nyaman di kasurnya,
Flash back on..🦢🦢
Pagi ini Pak Yan dan beberapa Art di mansion Brian sudah bersiap-siap untuk menyiapkan sarapan pagi untuk majikannya, namun saat melewati meja makan pak Yan dan beberapa ART di kejutkan dengan keberadaan Rossa yang sedang terlelap di meja makan dengan pakaian tidur yang tidak pantas.
Melihat keadaan Rossa yang terlelap membuat pak Yan mencoba untuk
membangunkan Rossa dari tidurnya, namun sama sekali Rossa tidak memberikan respon, sehingga Pak Yan memutuskan untuk memanggil kedua orang tua Rossa di kamarnya.
Setelahnya sang papa dan mama Rossa kaget dengan informasi yang pak Yan berikan tentang Rossa, mereka langsung melihat keadaan sang putri yang ternyata masih terlelap di atas meja makan dengan memakai pakaian yang tidak pantas.
Papa Rossa yang merasa malu dengan keadaan sang putri saat itu langsung membawa sang putri masuk kembali ke kamarnya.
Flash back off...🦢🦢
"Brian kenapa harus berteriak sayang??" Sang mami yang sedang mengobrol dengan adiknya di ruang tengah merasa terkejut mendengar teriakan Brian yang menggelegar.
__ADS_1
"Om di mana Rossa dan Tante Mery???"
"Ada apa ini Brian?? kenapa kamu terlihat begitu emosi seperti ini!!"
"Aku tanya sama om di mana ROSSA dan Tante MERY?? Brian memberikan penekanan pada setiap katanya.
Dan melihat kemarahan yang besar dari wajah Brian membuat Luna dan sang mami tidak bisa berbuat apa-apa.
"Rossa masih tidur di kamarnya, dan.."
Belum siap om Alan melanjutkan ucapannya, Brian langsung bergegas mencari Rossa di kamarnya.
Dengan wajah yang merah Brian berjalan sambil mengepalkan kedua tangannya.
Sedangkan Luna berjalan sambil menenangkan sang mami sambil memapahnya perlahan, terlihat dari wajah sang mami masih terlihat shock dengan kejadian yang bertubi-tubi hari ini.
"Rossa!!! Rossa"
"Kak Bri??" sambil mengucek matanya yang masih mengantuk Rossa kembali melihat ke arah Brian yang berdiri di depannya.
"Rossa apa yang ingin kamu lakukan kepada ku tadi malam??" Brian menarik Rossa dari kasur dan langsung mencekik leher Rossa yang masih setengah sadar.
"Ka-k Bri....sa-kit kak.."
__ADS_1
Papa dan mama Rossa yang melihat tindakan yang Brian lakukan kepada sang putri langsung mencoba untuk melepaskan Rossa dari Brian.
"Brian sadar!!! Rossa itu adik kamu juga"
"Adik om bilang..mana ada adik yang tega menjebak kakaknya untuk tidur dengannya."
"Sabar Brian..sabar Rossa masih muda Brian.. jadi dia masih labil" Tante Mery mencoba untuk menenangkan Brian yang terlihat ingin membunuh putri kesayangannya tampak wajah ketakutan dari sang Tante saat melihat amukan Brian.
"Tante Mery aku juga punya perhitungan dengan Tante!!"
Tante Mery yang ketakuatan langsung menjauh dari sang anak dan bersembunyi di balik punggung nyonya Brata dan Luna.
"Nak..lepaskan Rossa..kita bisa bicara baik-baik Bri, jangan pakai kekerasan kaya gini!!"
"Mami gak tahu kan apa yang sudah di perbuat keponakan kesayangan mami ini kepada Bri dan Luna!!"
Terlihat wajah Rossa yang sudah mulai memerah karena cekikan yang Brian lakukan.
"Mas lepaskan Rossa mas.. aku gak mau kamu jadi seorang pembunuh mas. Aku gak mau sampai kamu di penjara karena membunuh mas" Luna mulai menitikan air matanya karena ketakutan atas tindakan yang Brian lakukan.
Sesaat setelah mendengar ucapan sang istri, Brian mulai melepaskan tangannya dari leher Rossa.
Dan tubuh Rossa pun terjatuh kelantai ia terbatuk-batuk sambil menahan sakit pada lehernya. Melihat Brian yang melepaskan putrinya, Papa Rossa langsung menggendong sang putri dan membawanya ke atas kasur di ikuti sang mama dari belakang.
__ADS_1
"Om maaf kan Bri sebelumnya.. Tapi seperti yang om bilang tadi pagi, Brian mau hari ini juga om dan keluarga om untuk pergi dari rumah ini." Setelah mengucapkan perkataan itu, Brian langsung pergi meninggalkan kamar Rossa di ikuti oleh Luna di belakangnya, sedangkan sang mami langsung mengintrogasi kedua tersangka yang telah membuat anak tunggalnya itu mengamuk.
Bersambung...🐥🐥