
Moment makan Brian dan Loni berjalan sangat romantis karena sebelumnya Brian telah meminta kepada pihak restoran untuk menyiapkan makan malam romantis dengan di kelilingi oleh candles, dan di iringan musik romantis, sepanjang makan malam tak habisnya Brian mengatakan kata-kata mesra kepada istrinya itu,
"Sayang ada sesuatu yang ingin aku sampai kan kepadamu" Brian menggenggam kedua tangan istri nya dengan lembut.
"Kamu mau bilang apa sayang" Loni pun membalas genggaman itu.
"
Sayang aku mau kamu panggil aku "mas" lagi seperti sebelumnya, Do you mind?"
"WHAT!!"
"Iiih kamu jangan bercanda deh yang!!" jawab Loni sekenanya, sambil melepas genggaman tangan mereka.
"Aku gak bercanda yang, aku rindu dengan panggilan kamu"
Brian kembali menyatukan tangan mereka dan mencium tangan sang istri dengan penuh harap.
"Maaf tapi itu panggilan dulu, kamu lupain ya yang, aku il-feel kalau panggil kamu mas, karena di otak aku bakal terekam mas-mas OB atau mas-mas bakso , atau mas..."
"Shuuttss" Brian meletakan jari telunjuknya di bibir untuk menyuruh istrinya itu berhenti bicara, "oke aku gak akan minta kamu manggil aku mas"
"Apa yang sebenarnya telah kamu lakukan selama ini sayang, aku merasa kamu berbeda**" Brian bermonolog di dalam hatinya,
***
Tepat pukul 22:00 Brian dan Loni telah kembali ke mansion milik mereka, Loni yang sedari tadi merasa sudah sangat gerah dengan bantalan yang terus menempel di perutnya, ingin cepat-cepat segera mandi dan berendam,
__ADS_1
Di dalam sebuah bathub yang cukup luas kini Loni sedang merilekskan Kembali tubuhnya yang sudah sangat lelah,
namun..
"Tok..tok..tok"
"Yang kok di kunci?? aku mau masuk" Brian yang kebelet pee tidak dapat menahan keinginannya itu, sehingga ia mencoba mengetuk pintu kamar mandi itu berkali-kali.
"Aduh gawat kalau Brian sampai tahu aku pura-pura hamil" Loni berbicara dalam hati, seketika persaan gugup dan khawatir menjalar di dadanya, Loni takut semua kebohongannya akan terbongkar.
"Ii-ya yang, tunggu sebentar, aku sa saaa-kit perut, kamu pakai toilet yang lain dulu ya yang"
Brian yang sudah tak tahan menahan pee nya langsung ngacir ke kamar tamu yang terletak di sebelah kamarnya itu, huft untung dia percaya" Loni berucap pelan.
"Drrt..drrt..drrt ... "
Vino calling...
Melihat panggilan dari Vino Brian langsung pergi ke ruang kerjanya untuk menjawab telp dari asisten dan sekaligus sahabatnya itu,
"Halo, why do you call me at night!!!"
Jawab Brian ketus
"Santai bro, jangan galak !!!"
"Lo punya jam kan??"
__ADS_1
"Iya gue tahu ini udah tengah malam, vino menggaruk telinga nya salah tingkah,
tapi gue punya kabar penting buat Lo!!"
"Oke Lo email semua bukti yang Lo dapat, besok pagi langsung gue chek, gue pingin besok Lo langsung sampaiin ke gue, karena gue gak mau bahas ini di telp!!"
"Siaap bos, gue ngeerti Lo udah gak tahan??" whwkwk..wwhwk.. jawab vino sekenanya,
bre****k Lo, Brian langsung mematikan panggilan itu.
Sebenarnya Brian saat ini sedang mencoba mencari bukti dari hp Loni, yang baru saja di ambilnya secara diam-diam saat melihat Loni sudah tertidur lelap, dan ia tidak mau pencariannya ini gagal maka dia menyuruh Vino untuk menyampaikan semua hasil pengintai nya besok pagi.
Brian memulai aksinya dengan membuka hp Loni yang ternyata di kunci itu,
"DAMN!!! pakai password lagi" Brian berusaha membuka password dengan mengotak ngatik semua tanggal yang dianggapnya penting buat dirinya dan Loni, di mulai dari tanggal lahir Loni, tanggal jadian mereka dan seterusnya, namun tetap gagal.
"Huft damn..
ta-*k, ..
shit..
brengsek.."
Semua umpatan di sebut oleh Brian sepanjang malam.
Bersambung..🙄🙄
__ADS_1