
Saat sadar Luna melihat sekelilingnya, gelap, lembap, dan sempit.
Brian sengaja menempatkan Luna di dalam penjara bawah tanah yang berada di rumahnya. dulu penjara ini di pergunakan oleh Brian sebagai tempat hukuman bagi para musuhnya maupun orang-orang yang tidak setia dengannya.
Dan sekarang ruangan ini ia pergunakan untuk mengurung istrinya yang di anggap telah mengkhianati cintanya.
"Apa sebegitu marahnya mas kau kepadaku, hanya karena aku pergi meninggalkan mu. kau boleh menyakiti atau membenci ku.. namun jangan sakiti anak kita mas". dengan lirih Luna berucap di dalam hatinya.
Karena merasa lelah dan lapar, Luna kembali membaringkan tubuhnya, ia mencoba untuk tidur kembali.
namun sebelum mata nya terpejam, tiba-tiba Brian kembali masuk ke penjara sempit itu.
"Bangun Lo, pe...r !!! jangan tidur terusss sayang!!..".
Seketika Brian menarik lengan Luna dan kembali melayangkan pukulan ke wajah cantik itu.
__ADS_1
"Phak".
Brian mendorong Luna ke kasur lalu mencekam dagu Luna dengan sangat kuat.
" Ja...g Lo itu kotor..jijik gue sama Lo ..tapi kenapa ja...g kaya Lo tetap cantik, ya.. padahal gue udah bogem wajah Lo berkali- kali...".
Dengan hasrat yang tiba-tiba membuncah Brian langsung mencium bibir Luna yang telah pecah dan berdarah.
"Chup..".
Sekuat tenaga Luna berusaha ingin membebaskan diri dari kunkungan Brian.
"Hahahh...hahaha... anak kita loe bilang!!! sadar ja...Ng gue gak tahu siapa bapak tu anak, gue udah tahu siapa Lo sebenarnya .. dengan wajah sok alim...Lo udah tidur dengan banyak orang dan Lo bilang itu anak gue!!!.
Luna merasa gak percaya tentang apa yang di ungkapakan Brian tentang Loni kakak kembarnya itu.
" Huhu..huhuhu.. ini benar anak kamu mas... aku bukan...".
__ADS_1
Belum sempat Luna berucap Brian sudah kembali mencium paksa bibir Luna ..
dengan kasar Brian kembali meniduri Luna, ia membuka semua baju yang menempel di tubuh Luna dan membuka baju nya sendiri ..
Hingga Luna kembali hilang kesadaran karena kelelahan dan kelaparan.
"Shit..shit .. kenapa dia nikmat banget an..ng, gue ngerasa tempat dia sem-pit banget bahkan gue ngerasa beda dengan terakhir kali gue ngelakuin ini ke Loni, gue dulu gak pu-as dan kurang naf-su niduri Loni.. tapi yang sekarang gue Bahkan gk mau berhenti buat nid-uri dia terus.. ".Brian bermonolog di dalam hatinya sambil terus melanjutkan aksinya itu.
Brian seperti singa yang kelaparan terus melahap Luna, sudah lama ia menahan hasrat nya ini, tepatnya setelah Luna di nyatakan hamil.
Hingga 2 jam kemudian Brian tepar di kasur sempit itu, dan tertidur memeluk tubuh Luna yang mulai memucat.
Saat tengah malam Brian terbangun karena merasa tubuh nya kaku, ternyata ia masih tertidur di ranjang sempit sambil memeluk Luna, ia pun mencoba bangun dari tidurnya itu.
Saat iya mulai berdiri dan memakai semua pakaiannya dia mencoba untuk membangunkan Luna dari tidurnya, namun Luna sama sekali tidak bergerak dan saat Brian menyentuh tangan Luna ia sangat terkejut merasasakn tangan Luna yang sangat dingin.
"Loni bangun..Loni..cepat bangun..jangan mati sekarang.. gue belum puas nyiksa Lo.."
__ADS_1
Namun Loni tetap terpejam, dengan langkah lebar Brian memanggil pak yan untuk menyiapkan mobil untuknya, Brian dengan segera membawa Luna ke RS terdekat.
Sesampainya di RS Brian langsung membawa Luna ke UGD dan di sana Luna langsung mendapatkan pertolongan dari dr jaga, karena Reno masih dalam perjalanan menuju RS.