
Sudah hampir 3 Minggu Gilang mendapat perawatan dari dr desa yang di bantu oleh Luna dan bi Marni, hingga hari ini Gilang sudah di nyatakan pulih.
"Sungguh dia wanita yang benar-benar seperti bidadari, cantik..dan baik, "
Gilang bermonolog sambil senyum-senyum memperhatikan Luna yang sedang menjemur pakaian dari balik jendela kamar, yang ia tempati selama tinggal di sana,
"Eh den Gilang kenapa teh, senyum-senyum sendiri ?? "mang Dirman tiba-tiba muncul sambil membawa pacul,
"Anu, anu, hmmm.. "Gilang menjadi salah tingkah karena ketahuan sedari tadi terus memperhatikan Luna
"Kalau suka bilang atuh den, harus gentle mah kalau jadi urang lakik" jawab pak dirman cengengesan,
Gilang menggaruk rambutnya yang tak gatal,
"Beuh... bisa bahaya pak kalau sampai suaminya Luna tahu, bisa kena bogem saya!!!" Gilang tersenyum dan menampilkan dua lesung pipi na yang dalam,
"Hahaha" mang Dirman kembali tertawa mendengar jawaban Gilang,
"Saya kasih saran den... di coba dulu, tanya non Luna nya, siip den," pak Dirman kembali melanjutkan jalannya menuju kebun,
__ADS_1
"Apa maksud pak Dirman ?? apa Luna gak punya suami? tapi dia kelihatan sedang mengandung besar? atau apa dia di tinggal suaminya? Brian terus bermonolog di dalam hati"
Luna yang telah menyelesaikan jemurannya, dengan membawa ember bekas cucian Luna berjalan menuju dapur namun,
"GRABB"
Tiba-tiba Gilang datang dan mengambil ember yang Luna bawa,
"Boleh aku bantu kan??" satu tangan Gilang menggaruk kepalanya,
"Eeeheem.." sambil menampilkan senyum manis ke arah Gilang Luna memberikan ember lainnya kepada Gilang
"Gak keberatan kan kalau bawa semuanya??"
"owh my God, manis banget senyumannya "
Luna yang melihat Gilang tak merespon langsung membawa kembali ember yang tadi sempat di berikan nya kepada Gilang, tiba-tiba Gilang tersadar
"Bidada... maksudnya Luna biar aku yang bawa semua !!! kalau ada ember yang lain bakal aku bawa semua .."
__ADS_1
Luna kembali tersenyum dengan perilaku Gilang, makasih ya Gil!! akhirnya Luna meninggalkan Gilang yang kembali hilang kesadaran..
( Terpesona aku terpesona memandang wajahmu yang manis),๐๐
***
Dilain tempat Brian sedang duduk di kursi kebesarannya, sejak 1 bulan yang lalu Brian telah mengetahui kebenaran bahwa Loni memiliki seorang saudara kembar, dari hasil penyelidikan Vino waktu itu,
Flash back on๐ผ๐ผ
Pagi itu Brian dan Vino sedang berada di cafe langganan Meraka guna menyelidiki, hasil temuan vino beberapa hari ini , ternyata memang dari hasil penyelidikan dan beberapa bukti foto dan sebuah kesaksian dari salah seorang satpam di rumah Luna yang di bayar oleh Vino maka terungkap bahwa Loni memiliki seorang adik kembar yang selama ini di sembunyikan dari publik,
Karena adanya permasalahan di dalam keluarga mereka, namun saudari kembar Luna itu jarang terlihat keluar rumah hanya tampak beberapa kali saja keluar, namun setelah beberapa waktu lamanya pak satpam tersebut mengatakan tidak pernah sama sekali melihatnya, cuma temannya sesama satpam mengatakan bahwa ia pernah melihat nona rumahnya itu telah pergi membawa banyak barang, seperti pindahan dan tak kembali,
Sejak mengetahui kebenarannya Brian mulai mencari keberadaan saudara kembar sang istri, bahkan dia jarang pulang ke rumah nya, dan berasalan lembur kepada Loni, entah kenapa sejak mengetahui bahwa Loni kembar, Brian merasa yakin bahwa yang selam ini bersamanya adalah kembaran Loni,
Brian sempat ingin bertanya langsung kepada Loni langsung , namun di urungkan nya, karena ia khawatir Loni malah akan tambah menyembunyikan saudara kembarnya itu,
Flash back off๐ผ๐ผ
__ADS_1
Brian sudah tidak sabar untuk mengungkap semua Perbutan Loni selama ini, karena merasa di bohongi untuk yang kedua kalinya, maka Brian memutuskan untuk melepaskan Loni suatu saat nanti.
Bersambung....๐คฉ๐คฉ