Anakku Anak Suami Kakak Ku

Anakku Anak Suami Kakak Ku
part 46


__ADS_3

Hari ini Gilang mengajak Luna dan Azka untuk berjalan-jalan ke taman bermain,


"Azka sayang tunggu di sini ya sama mama, om mau beli tiket dulu" Gilang menyentuh pipi bocah kecil itu sambil mengajaknya berinteraksi,


" Mamama..ma..papappa....papa.." Azka yang kegirangan mengangkat -ngangkat tangannya, sambil mulai menunjuk-nunjuk semua permainan yang ia lihat,


" Ia om kami akan menunggu di sini", Luna menimpali


karena antrian yang lumayan panjang membuat Luna dan Azka cukup lama menunggu Gilang,


" Maaf ya, lama ....antrian nya panjang,.. yuuk kita masuk" Gilang mulai mengambil alih menggendong Azka yang sudah mulai lasak, bahkan sedari tadi dia sudah ingin lompat dari gendongan sang mama,


mereka mulai memasuki arena bermain itu, dan Azka mulai bermain di setiap wahana untuk anak seumur nya,


"Azka mau main yang mana dulu??" Luna menatap bayi kecilnya di gendongan Gilang, dan Azka pun mulai menunjuk sebuah kereta-keretaan, kereta itu berkeliling mengitari arena bermain yang sangat luas,


Sesuai keinginan Azka Gilang mendekati stand penjualan tiket dan membeli untuk 3 orang, menunggu beberapa menit akhir nya kereta tiba, mereka bertiga pun naik ke kereta itu,


Banyak pengunjung di sana yang iri akan kekompakan pasangan itu, di tambah dengan melihat sang bayi tampan yang mempunyai papa yang tampan dan mama yang cantik,


Di dalam kereta ada seorang pengunjung yang mencoba berinteraksi dengan bayi aktif itu, yang sedari tadi tampak tidak mau diam di gendongan Gilang, yang mereka pikir papa sang bayi


" halo .. dedek ganteng seneng ya naik kereta??"


Luna dan Gilang tersenyum menanggapi sapaan sang ibu kepada Azka,


"Berapa umur baby nya dek??" sang ibu mengarah kan matanya ke arah Gilang


"ehmmm" Gilang yang gagok mulai mati kutu karena ketidak Tahuan nya,


"Masuk 10 bulan Bu, " Luna menjawab pertanyaan sang ibu,

__ADS_1


" Hehehe,... memang ya di mana-mana papa sering lupa umur anaknya," sang ibu mulai menggoda Gilang yang tampak merasa bersalah,


" Hehe.. iya Bu saya juga kadang sering lupa umur saya sendiri, kalau udah dekat sama mamanya, jadi lupa segalanya,"


Gilang menjawab pertanyaan sang ibu, sambil menggoda wanita yang duduk di sebelahnya itu,


Tampak Luna mulai salah tingkah dengan jawaban Gilang ia seakan terbawa suasana, seperti pasangan sesungguhnya,


"Wah .... papa so sweet banget " teriak ibu-ibu lainnya yang sedari tadi ikut mendengarkan percakapan mereka,


Gilang hanya menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal,


Luna pun menyikut pelan tangan Gilang, sambil memasang wajah masam dan malu,


dan sesaat mata mereka saling bertemu, yang tersirat seperti orang yang saling mencintai,


saat tersadar kereta yang mereka naiki pun berhenti, Gilang dan Luna turun mereka kemudian membawa Azka ke tempat wahana lainnya,


"Lang, sini Azka biar gantian aku yang gendong!!" Luna mengarahkan tangannya ke arah sang bayi, namun Azka tak bergeming


"Gak papa Na, aku masih kuat Na," Gilang tersenyum ke arah Luna, tampak kening Gilang mulai mengeluarkan keringat, tanpa Luna sadari iya langsung mengelap keringat Gilang dengan tisu yang ia bawa di tasnya,


"Makasih" Gilang merasa senang sambil menatap mata Luna dalam,


"Ehemm, ..... "seketika Luna tersadar dengan tindakannya, dan untuk mengalihkan suasana canggung ia mengajak Gilang istirahat,


"ya udah kita istirahat di sana dulu yuk, " Luna menunjuk kursi panjang yang di sediakan di sana,


"OK"


setelah nya mereka duduk melepas penat,

__ADS_1


"Lang aku beli minum dulu ya di sana", Gilang yang fakta nya memang kelelehan, hanya meng anggukan kepalanya,


"Hahaha..ini bocil menggemaskan banget" Gilang sesekali menoel pipi tembem bayi Cubi itu yang berada di gendongan ya,


" Mimimim..Mimi...." Azka yang sedari tadi tidak bisa diam itu akhir nya mulai merengek,


"cup..cup..cup.. sayang"


Gilang yang kelabakan melihat Azka yang mulai merengek akhirnya ia berdiri dan mengayun-ayunkan tangannya untuk menenangkan Azka,


Tak berselang lama akhirnya Luna datang sambil membawa beberapa botol minuman dan makanan,


"Sayang mama kenapa," Luna mulai mengambil alih Azka dari gendongan Gilang,


"Tiba-tiba nangis Na, aku gak tahu kenapa" Gilang menjawab penuh penyesalan,


" Kaya nya Azka haus Lang, aku susuin dia dulu ya"


"Ok Na, aku tunggu di sini"


Luna akhir nya membawa Azka ke ruangan nursery room yang di sediakan di tempat itu.


"Huft sangat melelahkan namun.... menyenangkan" lirih hati Gilang yang masih menunggu..


Luna masih menyusui Azka di nursery room, hingga beberapa menit bayi gembul itu mulai memejamkan matanya, dan terlelap,


Luna kembali memperbaiki bajunya yang terbuka dan berjalan keluar membawa Azka di gendongannya,


Dengan terburu-buru tanpa sengaja Luna bertabrakan dengan seseorang...


KAMU???

__ADS_1


__ADS_2