
Dengan memakai dress selutut berwarna putih dan di tambah cardigan dengan bahan twistcone berwarna biru langit yang membuat kesan elegan pada tampilan Luna hari ini, dengan rambut hitam panjang yang dibiarkan tergerai, Luna terlihat seperti gadis remaja yang belum menikah.
Setelah meminta izin kepada Brian melalui pesan singkat, Luna bersama Azka, bi Marni dan baby sitter pergi ke rumah ayah nya dengan di jemput oleh Vino sesuai perintah Brian.
Sebenarnya Brian sudah berjanji kepada Luna untuk mengantarnya mendaftar kuliah, namun karena konflik yang belum usai antara dirinya dan sang mami membuat Brian meminta bantuan Vino untuk mengurus pendaftaran kuliah Luna.
"Pagi nyonya Luna," dengan tampilan wajah kaget, Vino tersenyum ke arah Luna yang terlihat lebih cantik pagi ini.
"Pagi kak Vino... jangan panggil nyonya ya kak... Luna gak terbiasa, panggil Luna aja kak" dengan memperlihatkan gigi putihnya Luna tersenyum ke arah Vino yang seperti kakak laki-laki bagi nya.
"All right Luna.. tapi kalau di depan si bos aku panggil kamu nyonya Luna!! gimana??" sambil menutup pintu bagian Luna Vino masuk kembali ke dalam mobilnya.
"Memang harus ya kak??" Luna merasa tidak enak dengan panggilan itu, hal itu terkesan untuk wanita sekelas bangsawan ataupun sosialita bagi Luna, walaupun ia terlahir dari keluarga yang cukup berada namun dia tidak terbiasa dengan hal-hal seperti itu, namun untuk saudara kembarnya Loni hal itu sebagai sesuatu yang wajar, itu yang membuat mereka berbeda, bagaikan satu buah koin yang memiliki gambar sisi mata uang yang berbeda.
"Yupz.. kalau kakak panggil kamu dengan nama aja di depan si bos bisa-bisa kakak di pecat nyonya Brian subrata," Dan mobil itu pun meninggalkan parkiran halaman mansion Brian.
__ADS_1
Setelah mendengar jawaban dari Vino Luna hanya menganggukan kepalanya sembari tersenyum ke arah Vino.
"Aduh mamae senyum nya manis banget.. pantes aja si bos cinta mati.. terlihat lebih tulus dari pada mantan" Vino yang masih terkesima dengan tampilan baru Luna membuat ia berdecak kagum di dalam hati.
***
Sedangkan di tempat yang lain, Brian dan sang mami masih bersitegang atas permintaan mami nya yang tak masuk akal bagi Brian.
Brian tak pernah menduga maminya menginginkan dia untuk berpoligami dengan menjadikan Rossa sebagai istri keduanya.
"Mami tidak masuk akal!! bagaimana Bri bisa menikahi Rossa mi!! Rossa itu adik Bri sendiri... dan cinta Bri hanya untuk istri Bri mi.." sambil memegang kepalanya yang berdenyut Brian berusaha untuk meyakinkan sang mami membatalkan niat tak masuk akalnya itu.
"Kamu salah Brian, Rossa itu adik sepupu kamu, anak adik mami om Alan, dia bukan adik kandungmu nak. Jadi itu masuk akal Bri... lagian Rossa sudah lama mencintai kamu nak. Dia tidak pernah berpacaran dengan siapapun.. padahal banyak laki-laki kaya dan tampan yang menyukainya Bri.
Tapi dia tetap menjaga hatinya untuk kamu. Mami dan Rossa sudah sangat bahagia mendengar kamu bercerai dengan wanita jalang itu.Dan mami sudah sepakat dengan papi akan menikahkan kamu dengan Rossa Bri..."
__ADS_1
Sambil memegang pundak sang anak nyonya Brata tetap kukuh dengan keputusannya.
"Maaf kan Brian mi... Brian hanya menganggap Rossa sebagai adik Bri.. dan satu hal yang Brian tak bisa bagi mi.. yaitu cinta. Cinta Brian hanya untuk Luna seorang mi" Brian memegang lembut tangan sang mami yang masih memegang pundaknya.
" Perempuan itu pasti memakai pelet nak, bagaimana bisa kamu berpaling dari kakaknya dan menikahi dia, apalagi sudah hamil anak kamu duluan. Dia perempuan licik yang menghalalkan segala cara untuk mendapatkan kekayaan keluarga kita Brian" dengan wajah angkuh dan amarah yang besar nyonya Brata menghina Luna di depan Brian.
"Mami salah mi..Luna bukan wanita yang seperti itu, dia hamil anak Bri karena kesalahan Loni. Dia wanita terbaik yang Brian pernah temui mi.." sambil membayangkan wajah sang istri tiba-tiba Brian merindukan wanitanya itu.
"Dulu kamu juga bilang hal yang sama terhadap kakaknya. Kamu bilang dia wanita terbaik yang pernah kamu temui Bri, tapi apa!!! dia tidur dengan banyak laki-laki Brian. Seharusnya hal itu menjadi sebuah pembelajaran untuk kamu Bri. Jangan menjadi bodoh Brian Vandermon Subrata.
" Mami belum mengenal Luna, jadi mami bisa ngomong kaya gitu mi. Luna berbeda dengan Loni mi. Memang kesalahan besar bagi Brian karena pernah mencintai wanita yang salah. Namun Luna bukanlah pilihan yang salah untuk Brian. Apa pun yang mami harapkan kepada Brian keputusan Brian sudah bulat mi, Brian hanya memiliki seorang istri yaitu Aluna Sanjaya.
Mendengar semua perkataan dari mulut sang anak membuat penyakit jantung nyonya Brata kambuh, dan jatuh pingsan. Dengan gerakan cepat Brian menggendong tubuh sang mami dan langsung mengendarai mobilnya ke RS terdekat.
*Bersambung...🤓🤓
__ADS_1
Jangan lupa like dan komen ya man teman.. Have a nice day...sehat terus ya kita...🤗🤗*