
Hampir 4 jam sudah Gilang menunggu, namun Luna dan Azka sama sekali tidak muncul,
"Kemana kamu na" sesekali Gilang melihat jam di tangannya, dan 1 jam lagi taman bermain akan segera tutup namun Luna tak kunjung kembali, maka ia memutuskan untuk mencari Luna. Tempat yang ia tuju pertama yaitu ruang nursery room tempat terakhir Luna datangi, namun sampai di sana Gilang tidak menemukan apa-apa,
Gilang mulai mencari di beberapa tempat penjual makanan namun yang di cari tak kunjung Gilang temukan.
Terakhir Gilang mendatangi sebuah kids store yang terletak di pintu keluar taman bermain tersebut, Gilang berfikir mungkin Luna ingin membeli beberapa pakaian untuk Azka, tapi setelah ia mencari dan bertanya kepada beberapa SPG di sana. Tidak satupun yang melihat wanita dengan ciri-ciri yang Gilang bilang. "Azka ..Luna kalian kemana sih!!!
Gilang menjambak rambutnya frustasi sambil berfikir kemana kira-kira Luna pergi, dan pikiran buruk singgah di kepalanya. apakah telah terjadi sesuatu kepada Luna!!
Gilang yang baru tersadar langsung mencoba untuk menghubungi hp Luna. Gilang mulai membuka list kontak hp nya, dan mencari no Luna yang ia tulis dengan nama"my love".
dirt...dirt..dirt.. tiba-tiba Gilang mendengar suara dering hp Luna di dekatnya, ia pun mulai mencari sumber suara, ternyata suara tersebut berasal dari dalam tas Luna yang dititipkan kepadanya sebelum Luna pergi.
"SHITTTT"
***
"Mas kamu mau bawa kami kemana??. kita sudah hampir 3 jam berada di mobil. Tolong mas pulangkan kami, Luna mulai frustasi di dalam mobil itu,
"Diam dan ikut saja" keegoisan sudah merasuki hati dan jiwa Brian yang ingin memiliki Luna, tanpa memikirkan perasaan sang istri. Brian sudah memutuskan dia akan membawa Luna dan Azka untuk tinggal bersamanya selamanya.
__ADS_1
Selang 5 menit Luna yang semakin was-was dengan sedikit keberanian kembali bertanya kepada Brian,
"Mas sebenarnya kita mau kemana?? dan apa tujuan mu melakukan semua ini!!"
dengan mata yang mulai berembun Luna melihat Brian dan mengharapkan jawaban dari kakak iparnya itu.
"Aku ingin kita berkumpul. Aku udah cinta sama kamu Luna!! Jadi tolong ikut lah bersamaku!!," Brian yang mulai tersulut emosi dengan pertanyaan- pertanyaan Luna langsung menambah kecepatan mobilnya, agar cepat sampai ke tujuan nya.
Dan hal itu membuat Luna mulai ketakutan ia mencoba untuk terus berdoa di dalam hatinya. Luna tak pernah berfikir akan bertemu kembali dengan suami kakaknya itu, apa lagi Sampai harus satu mobil seperti sekarang.
"Bisa kan kita bersama??", Brian mencoba bertanya kembali kepada Luna,
"Ya sayang kau memang punya kehidupan, dan kehidupan mu adalah aku!! dan anak kita!! kita satu sayang!! kau tahu aku sudah seperti orang gila mencari mu 1tahun ini. dan aku akan segera menceraikan kakak mu yang jalang itu".
"Hiks..hikss.." Luna menangis sejadi jadinya, ia sungguh tak ingin menghancurkan rumahtangga kakaknya itu. Luna sangat mengetahui betapa Loni mencintai Brian, dan tak pernah terfikir di benaknya Brian menceraikan Loni karena dirinya.
"Tol-ong... mas jangan ucap-kan itu. Kau harus tetap bersama kak Loni, a-ku tak ingin kau membuat dia menderita" sambil sesegukan Luna mulai menghapus air matanya yang tak bisa berhenti,
"Sayang tolong STOP menangis. Aku ingin kau terus tersenyum sayang, jangan tangis jalang itu!!!" Brian mulai lepas kendali hingga tanpa sengaja ia membentak Luna, dan membuat Azka terjaga dari tidurnya,
"Hiks..hiks..Waaaa...waaaaaaa". teriakan suara tangis Azka menggema hingga keluar mobil, "cup..cup sayang anak mama, haus ya nak" dengan cekatan Luna mulai membuka sebelah *********** dan mulai menyusui Azka, Luna tidak ingin membuat Brian bertambah berang dengan suara tangisan Azka. Ia mencoba menutupi sebagian dadanya menggunakan tangan kanannya,
__ADS_1
Brian tersenyum smirk melihat kelakuan Luna itu, sambil melihat kesamping dia mencoba menggoda Luna yang tampak ketakutan,
"Kenapa di tutup??" Brian kembali tersenyum smirk ke arah Luna." Aku sudah pernah melihatnya sayang!! bahkan beberapa kali mencicipinya!!".
Luna bergidik ngeri mendengar ucapan vulgar dari mulut sang kakak ipar.Dengan pipinya yang bersemu merah. Luna mencoba kembali menetralisir kegugupannya,
"Kenapa pria ini selalu mesum" lirih Luna di dalam hati.
"Ha..Ha..Ha aku bisa baca fikiran mu sayang. tapi percaya lah aku mesum hanya kepadamu !!"
Luna tak habis pikir akan kelakuan kakak iparnya itu, bisa-bisanya ia terus menggoda Luna di saat sudah memiliki seorang istri yang tak lain kakak nya sendiri.
Sesekali Luna melihat ke arah samping di mana Brian sedang mengendarai mobilnya,
"Kamu memang sangat tampan mas, tapi kamu bukan milikku" Luna berucap di dalam hatinya.
"Maaf kan aku kak Loni, dan percaya lah kepada ku, aku tak akan pernah mengambil kebahagiaanmu"...
Bersambung....
Terimakasih sudah membaca jangan lupa buat like dan coment nya reader tersayang..😻😻
__ADS_1