Anakku Anak Suami Kakak Ku

Anakku Anak Suami Kakak Ku
Part 69


__ADS_3

Adzan subuh mulai berkumandang, Luna terbangun dari tidur lelap nya langsung mengambil air wudhu dan segera menjalankan sholatnya, seusai sholat tak lupa ia membaca Al Qur'an yang ada di dalam Smartphonenya, lantunan ayat demi ayat yang merdu keluar dari mulut Luna.


Irama mengaji yang Luna lantunkan seketika membangunkan sang mertua dari tidur nya, nyonya Brata mulai mencari sumber suara yang menyejukkan hatinya di pagi itu.


Tanpa ia sadari air mata nya jatuh membasahi pipinya, hati kecil nyonya Brata seakan tergugah saat mendengar ayat demi ayat yang Luna lantunkan.


Saat Luna selesai dengan ngajinya, dengan cepat nyonya Brata menghapus air mata nya dan kembali memejamkan matanya seolah-olah masih tertidur.


Luna membenahi semua peralatan sholat nya dan kembali duduk di sofa sambil menunggu makanan yang sudah ia pesan melalu online,


Tak berapa lama perawat datang ke kamar nyonya Brata membawa sarapan dan air hangat untuk membasuh tubuh nyonya Brata.


"Selamat pagi..maaf mbak ini air hangatnya.. ibunya mau di elap sekarang??"


"Tidak sus, biar nanti saya saja yang mengelap ibu saya, karena beliau masih tertidur"


"Baik ini sarapan nya saya letak di nakas, dan ini obat untuk pagi ini.. dokter akan visit jam 10 ya mbak"


"Baik terimakasih sus, tapi maaf sus, infus nya sudah mulai habis apa bisa sekalian di ganti??"


"Baik mbak, sebentar kami ambil infusnya dulu,"


"Iya, sus terimaksih ya"


"Sama-sama mbak" sambil memberikan senyum ramah nya suster tersebut mulai meninggalkan kamar rawat inap nyonya Brata.


Sesaat kemudian nyonya Brata kembali membuka matanya, ia dapat mendengar semua percakapan antara Luna dan perawat yang tadi masuk ke kamarnya.

__ADS_1


"EHEM"


"Mami udah bangun.."Luna berjalan mendekat ke ranjang sang ibu mertua sambil membawa waslap di tangannya.


"Apa kah aku terlihat masih tertidur"


Luna tersenyum menanggapi Omelan sang mertua.


"Apa mami mau di basuh sekarang??"


"Iya karena aku sudah sangat gerah, dari kemarin aku tidak mengganti baju ini dan semua terasa lengket. mana suster yang akan membantu ku?"


"Mereka sudah kembali ke ruang perawatan mi. Izinkan Luna yang akan membantu mami membasuh badan mami"


"Apa kau ingin membasuh ku?? Tapi apa kau bisa??"


"Apa kau bilang!! memang aku ini bahan percobaan?? kalau kau tidak bisa tolong panggilkan suster untuk membantuku"


"Luna bisa mi.. Luna yakin Luna bisa


membantu mami"


"Baik lah..tapi jangan sampai kau membuat kesalahan, karena aku tidak suka dengan sebuah kesalahan."


"Baik lah, terimakasih mi" Luna sangat bersemangat dan bahagia karena sang mertua mengizinkannya untuk membantu membasuh tubuh tuanya.


"Kau sangat mencurigakan dengan senyuman mu itu"

__ADS_1


Luna hanya kembali tersenyum menanggapi Omelan sang mertua.


"Harus sabar Luna dan SEMANGAT"


Luna mulai mengambil air hangat dan meletakan nya di sebuah meja khusus.


Luna mulai menutup tirai dengan rapat, lalu mulai membuka baju RS yang dipakai nyonya Brata, dan dengan menggunakan waslap Luna mulai membasuh nyonya Brata, di mulai dari wajah hingga ke seluruh tubuh nyonya Brata, dengan lembut dan telaten Luna membersihkan nyonya Brata sambil tersenyum riang.


Tampak keikhlasan dari wajah riangnya. stelah selesai membasuh Luna mengambil handuk kecil yang sudah di sediakan, lalu mulai mengeringkan tubuh nyonya Brata.


setelah kering Luna memberikan minyak kayu putih di punggung sampai dada dan perut nyonya Brata. Setelah itu Luna mulai memakaikan dengan baju RS yang baru.


Tak lupa Luna menyisir rambut lurus nyonya Brata dan mengikatnya dengan ikat rambut, dan terakhir Luna memberi bedak di sekitar lehernya.


Tak terasa nyonya Brata meneteskan air matanya melihat kegiatan yang Luna lakukan saat membersihkannya, tidak tampak rasa risih atau pun jijik dari wajahnya.


Luna yang menyadari hal itu langsung menghapus air mata dari wajah sang mertua.


"Mami..maafkan Luna kalau Luna berbuat salah. Apa Luna menyakiti mami??"


"Tidak...kau sama sekali tidak menyakiti aku.. tapi aku yang selalu menyakiti mu"


"Ti-dak mami..Luna tidak merasa tersakiti..tak kenal maka tak sayang..mungkin mami belum mengenal Luna. Luna yakin mami marah kepada Luna karena rasa sayang mami yang besar kepada mas Brian, wajar kalau mami begitu untuk menjaga mas Bri"


"Hiks..hiks..terima kasih karena kamu memahami mami" tangis yang sudah tertahankan itu pun pecah dan seketika sang mertua langsung memeluk Luna dengan hangat, sembari membelai rambut panjangnya. Dan mereka saling berpelukan sembari menangis haru.


"*Mami percaya Bri..saat ini kau tidak salah memilih istri nak"

__ADS_1


Bersambung...😢😢*


__ADS_2