
Brian masih setia memeluk istri mungilnya itu, ternyata sebelumnya ia telah mencintai wanita yang salah, terbesit perasaan bersalah yang ia rasakan terhadap istri nya itu.
Seandainya dari awal ia tahu bahwa yang menolongnya sejak awal adalah Luna, sudah pasti dia akan membahagiakan Luna sejak awal, sehingga Luna tidak akan merasakan sakit dan kesepian dalam waktu yang panjang.
Bayang-bayang masa kelam yang Brian lakukan terhadap Luna kembali merasuki memorinya di mana Brian teringat kembali bagaimana ia pernah memasukan Luna ke dalam penjara bawah tanah dan menyiksanya habis-habisan, bahkan hampir mengakibatkan kematian untuk Luna dan Azka putranya yang saat itu Luna kandung.
Dan jika Loni jujur di awal pertemuan mereka bahwa bukan dia wanita yang Brian cari saat itu pasti ia tidak akan menikah dengan wanita serigala berbulu domba itu.
Namun dengan sifat rakusnya Loni, di awal bertemu dia yang awalnya ragu dan bimbang saat menjawab pertanyaan tentang masalah penembakan itu, telah mengakui bahwa itu memang dirinya, namun nasi telah menjadi bubur, nyatanya Brian pernah merasa mencintai dan pernah menikah dengan wanita serigala itu.
Amarah yang memuncak dan perasaan ingin membunuh, itu yang Brian rasakan saat ini, sehingga hal ini menambah kadar kebencian Brian terhadap Loni, sang mantan istri.
Namun dia bersyukur setidak nya walaupun terlambat namun ia telah menemukan wanita yang memang sejak awal sudah mengisi hatinya itu.
"Sayang maafkan aku..maafkan aku yang"
Brian menangis sambil masih memeluk tubuh sang istri hingga ia menjatuhkan dirinya kelantai dan bersimpuh di kaki istri kecilnya itu.
"Mas...untuk apa Luna kau melakukan ini, kau tidak membuat kesalahan apapun mas!! berdiri mas,"
"Tidak sayang, aku sudah banyak menyakiti kamu, aku pria yang tak pantas untuk mendapatkan kasih sayang mu, aku telah berdosa kepadamu yang"
Brian memukul-mukul tubuh nya sendiri, ketika mengingat penderitaan yang ia berikan untuk sang istri.
Seketika Luna langsung duduk mensejajarkan dirinya dengan Brian, dengan penuh kehangatan, ia memeluk tubuh kekar sang suami.
"Mas, sejujur nya Luna gak tahu apa yang membuat mas seperti ini..tapi apapun kesalahan yang pernah buat ke Luna, udah Luna maafin mas, Luna malah merasa bersyukur bisa menjadi istri mas. Luna merasa menjadi wanita yang paling beruntung karena di cintai oleh laki-laki seperti mas, yang selalu ada untuk Luna dan Azka"
Dengan lembut Luna mulai menghapus air mata yang jatuh di pipi Brian.
__ADS_1
"Mas gak cocok kalau nangis gini. Senyum donk ..!!"Luna membuat Brian seperti seorang anak kecil ia memegang kedua pipi Brian dan menarik sedikit kedua pipi itu membentuk sebuah senyuman.
Ha..ha..
Ha..ha
"Kau membuatku seperti seorang bayi sayang"
"Ya..bayi yang bisa membuat bayi"
"Wkkk..wkwkwk..wkwk"
Kedua pasang suami istri itu tertawa bersama, Brian langsung mengecup dahi Luna dengan penuh kasih sayang.
"Baik lah, mulai hari ini dan seterusnya kita akan terus tersenyum sayang..jangan adalagi air mata yang mengalir di wajahmu.."
"Tidak mas..aku tidak bisa janji, "
"Tidak mas, air mata akan tetap ada, tapi aku harap itu adalah air mata kebahagian mas"
"Heem aku setuju yang,"
Dengan lembut Brian membawa Luna kedalam pelukannya, sembari mengelus lembut perut sang istri.
"Ku harap, dia akan berada segera dilakukan sini sayang, seorang putri yang cantik, secantik my queen," Brian bermonolog di dalam hati.
"Mas apakah pekerjaan mu sudah selesai?? karena hari sudah semakin siang, ayo kita pergi ke RS ??"
Seketika wajah yang tadi nya tersenyum berubah menjadi amarah di wajah Brian,
__ADS_1
"Mas?? kau masih ingin mengantarku ke RS kan??"
"Sebenarnya...Hmmm.."
"Mas, kalau kau masih sibuk aku gak papa kalau pergi sendiri"
"Tidak sayang, baik lah ayo kita pergi, tapi kau harus hati-hati terhadap saudara mu itu"
Luna merasa heran dengan ucapan suaminya itu, karena ia berpikir bagaimana kakaknya yang sedang sakit bisa berbuat macam-macam terhadapnya, namun untuk membahagiakan sang suami iya menanggapi positif ucapan Brian.
"Baik lah mas,"
Akhirnya, mereka mulai berangkat menuju ke RS, dan Brian memilih untuk mengendarai mobil sendiri, sepanjang perjalanan tampak Brian tak hentinya menggoda istri cantik nya itu,
"Mas aku masih penasaran kenapa tadi kamu menangis dan terlihat aneh?? aku mau kamu memberikan penjelasan ke aku ya mas,"
"Hehe..kamu belum ngeh dengan cerita mas yang"
Luna hanya menggelengkan kepala nya ke kiri dan ke kanan, tanda belum mengerti.
"Baik lah mas akan menceritakan semua nya nanti malam, sesudah kamu bayar janji kamu."
"Hmmmm, memang aku janji apa??"
Luna berpura-pura lupa akan kesepakatan yang telah mereka buat sebelumnya.
"Lupa ya yang...gak papa nanti mas ingatkan kembali yang"
Brian menatap wajah sang istri dengan pandangan seperti seekor singa yang kelaparan, seketika membuat bulu kuduk Luna meremang.
__ADS_1
Bersambung...😂😂