Anakku Anak Suami Kakak Ku

Anakku Anak Suami Kakak Ku
Part 83


__ADS_3

Sesaat Luna mulai pasrah dengan keadaanya yang sudah berada di dalam sekumpulan preman di negara asing itu. Namun beberapa saat kemudian tampak beberapa orang berpakaian jas mendekat ke arah segerombolan preman tersebut, dan satu persatu mulai menghajar para penjahat yang sedang berusaha melecehkan Luna. Dan tanpa Luna sadari ia telah berpindah kedalam pelukan hangat yang sudah sangat ia rindukan.


"Mas...mas Brian"


hiks..


hiks..


Luna mencurahkan segenap rasa rindu, emosi dan rasa takut yang menimpanya.


"Iya sayang ini aku...kamu tidak kenapa-kenapa kan yang"


Mendengar pertanyaan sang suami Luna hanya menggelengkan kepalanya, ia sama sekali tidak berniat untuk melepaskan pelukannya dari Brian.


Dengan gerakan gesitnya Brian berusaha menggendong Luna dan menjauh dari segerombolan penjahat yang sedang beradu tarung dengan para bodyguard terbaiknya. Hingga beberapa saat polisi pun akhirnya datang setelah di hubungi oleh salah satu anak buah Brian.

__ADS_1


Terlihat beberapa petugas kepolisian memborgol preman jalanan yang sudah sering membuat onar di jalanan tersebut.


Ternyata tanpa sepengetahuan Luna, Brian yang cemas saat terakhir kali menelepon Luna langsung memutuskan untuk datang ke negara K, malam itu juga dengan menggunakan jet pribadi yang ia sewa.


Brian langsung meluncur ke negara K, untuk menemui Luna. Namun di luar perkiraannya, saat ia baru menginjakan kakinya di Hotel tempat sang mami berada tiba-tiba salah seorang bodyguard nya mendapatkan sinyal bahaya dari salah seorang bodyguard yang menjaga Luna, sehingga Brian dan para body guardnya langsung mengikuti sinyal Hp di mana Toni berada.


Dan benar saja dia telah mendapatkan sang istri dalam dekapan beberapa preman jalanan yang berusaha melecehkan nya, dan terlihat salah seorang body guard yang mengirimkan pesan sudah bersimbah darah di tanah. Untung nya letak Hotel sang mami menginap tidak jauh dari posisi Luna di sekap.


Brian pun mulai masuk kedalam mobil nya sambil menggendong Luna di pelukannya,


"Aku tidak akan membiarkan mu pergi sendiri lagi sayang..aku janji yang akan selalu ada untuk mu" Dengan penuh rasa penyesalan Brian memeluk erat tubuh istri mungilnya itu.


Brian yang mendengar dengkuran halus dari Luna, membuat nya tersenyum. Brian pun mencium kening sang istri cukup lama.


"Tidur lah yang nyenyak sayang, mas akan terus memelukmu."

__ADS_1


Tidak memakan waktu yang lama, Brian telah Kembali ke hotel di mana sang mami berada, ia pun memesan sebuah kamar untuk dirinya dan Luna menginap malam ini.


Dia sama sekali tidak ingin membuat sang mami khawatir dengan kejadian yang baru saja Luna alami, sehingga Brian menunda untuk menemui sang mami hingga esok hari.


****


Suara adzan subuh di hp Luna berbunyi sesuai waktu yang telah Luna stel dengan waktu negara K. Luna yang merasakan kenyamanan yang tiada Tara merasa sedikit berat untuk bangun di pagi ini, namun ia memaksakan dirinya untuk bisa bangun sejenak.


Dengan mata yang masih terasa berat Luna mulai berjalan menuju toilet dan mulai membasuh dirinya dengan air wudhu. Luna pun baru tersadar bahwa ia telah berganti baju dengan sebuah kimono tidur yang tersedia di kamar hotel itu.


Terukir sebuah senyum di bibir merah nya, mengingat perhatian yang di lakukan sang suami terhadap dirinya. Untuk tidak membuang waktu iabmengambil mukenah yang ia bawa di dalam tasnya, dan mulai menjalankan sholatnya.


Seusai sholat Luna yang masih merasa kan kantuk stelah beberapa hari bergadang kembali masuk kedalam pelukan hangat suaminya. Namun beberapa saat kemudian bukannya pelukan lagi yang ia dapatkan, tapi tangan sang tuan mesum sudah mulai menjelajah ke tempat favoritnya, sambil memejamkan matanya Brian mulai melancarkan aksi nya di pagi buta itu.


Luna yang menyadari Brian hanya berpura-pura tertidur mencoba untuk menjauh dari posisi tidurnya saat ini, karena memang yang ia rasakan saat ini adalah kantuk yang lumayan berat. Dan belum sempat tubuh Luna bergeser menjauh Brian telah unggul lebih dulu. Ia berhasil membuka tali pengikat kimono yang Luna pakai.

__ADS_1


Tanpa basa basi Brian mulai mengecup semua bagian tu-buh sang istri yang sudah tanpa penghalang, dan tidak menunggu waktu yang lama dia sudah kembali mengambil alih untuk menunggang kuda betinanya. Luna yang sudah berada di alam mimpinya hanya mencoba untuk menikmati semua perlakuan sang kuda jantan, tanpa perlawanan.


Bersambung...😪😪


__ADS_2