
1 month later....
Setelah kejadian hari itu, membuat Luna merasa terpukul, dia harus bed rest total untuk menyelamatkan sang buah hati yang masih bertahan di dalam kandungannya.
Di saat itu setiap hari nya Luna harus melawan semua emosi dan rasa yang yang bergejolak di dalam dirinya atas rasa bersalah yang ia lakukan pada Loni dan kedua buah hatinya.
Karena stress yang Luna miliki akhirnya proses penyembuhan berjalan sangat lama, ia butuh waktu hingga 1 bulan, dan di bantu oleh dukungan keluarga yang selalu berada di sampingnya akhir nya hari-hari itu dapat Luna lewati.
Pagi ini bersama Brian dan sang ayah untuk pertama kalinya Luna akhirnya bisa berziarah ke makam sang kakak.
Dengan perasaan yang campur aduk, Luna mulai berjalan melewati satu persatu makam yang ada di sana, hingga ia sampai pada sebuah nisan yang bertuliskan Aloni Sanjaya, yang bersebelahan dengan makam sang ibunda. Akhirnya luruh sudah air mata yang tadi sempat ia tahan.
Dengan bibir yang bergetar dan mata yang mulai berubah merah dan sembab, tak ada satu kata pun yang dapat terucap oleh Luna.
Di sela-sela kesedihan yang Luna alami sang suami dan Pak Brata pun mulai membantu Luna untuk tegar dan ikhlas.
"Nak jangan menangis, kakak mu dan bunda pasti sedih melihat kamu menangis, " mendengar ucapan sang ayah membuat Luna bertambah sedih, ia merasa kedua orang yang ia sayangi itu meninggal selalu karena kebodohannya.
"Nak semua itu sudah takdir yang Tuhan tuliskan, paling tidak sekarang kakak mu tidak harus menahan sakit nya lagi nak, setiap malam dia tidak lagi harus menangis karena menahan sakit dan rasa bersalah kepada mu"
"Sejak ia sadar dari koma nya waktu itu, kakak mu ingin meminta maaf kepada mu nak, namun ia berkata sama ayah, dia malu sangat malu kepada mu bila mengingat semua kejatahan yang ia lakukan kepadamu, sehingga ia tak mampu untuk mengucapakan satu katapun kepadamu nak"
"Di hari naas itu pun, penyakit kakak mu sedang kambuh dan ayah mengantar nya untuk checkup di RS, dan dokter mengatakan bahwa jaringan kanker yang ia derita sudah berkembang kembali, dan telah menggerogoti sebagian organ vital di dalam tubuhnya,"
"Dan dokter pun sudah memfonis kakak mu tidak akan bisa bertahan lama lagi,....Dan mungkin menyelamatkan mu adalah salah satu cara yang Loni pilih untuk dirinya"
"Jadi ayah mohon nak, kamu harus kuat, buat kakak mu bahagia di sana, maafkan atas kesalahannya kepadamu, dan saat ini sebuah doa yang yang ikhlas yang bisa membuatnya bahagia"
Luna mendengarkan perkataan sang ayah dengan seksama, dengan sisa tenaga yang ia punya, Luna langsung memeluk tubuh tua sang ayah,
"Maaf kan Luna yah...Luna kembali membuat luka untuk ayah.....hiks...hiks.."
"Tidak nak, kamu tidak bersalah, ayah sudah ikhlas dengan semua ini...ayah tidak mau lagi melakukan kesalahan yang sama seperti dulu...ayah tidak mau kehilangan kamu nak.."
Dengan berderai air mata ayah dan anak itu meluapkan kesedihan di depan kedua makam orang terkasih mereka,
__ADS_1
(***Dibawah batu nisan kini
Kau tlah sandarkan
Kasih sayang kamu begitu dalam
sungguh ku tak sanggup
Ini terjadi karna ku sangat cinta
*Inilah saat terakhirku melihat kamu
Jatuh air mataku menangis pilu
Hanya mampu ucapkan
Selamat jalan kasih***.....)
Akhirnya setelah tenang Luna mulai membacakan doa untuk sang kakak, banyak kata yang dan doa yang ia ucapkan di depan tanah yang masih basah itu, dan tidak lupa ia pun berziarah ke makam sebelahnya yaitu makam sang ibunda, kembali air mata luruh di pipinya, namun ia mencoba lebih tegar dari sebelumnya.
Dengan perlahan Brian langsung menggendong tubuh istrinya yang terlihat lemah.
Merekapun memutuskan untuk kembali pulang ke mansion mereka, setelah mengantarkan sang ayah terlebih dahulu.
Lebih kurang 1 jam berlalu, dan mereka pun telah sampai kembali ke mansion, dengan hati-hati Brian kembali menggendong tubuh sang istri yang sedikit basah karena terkena air hujan,
Brian pun membaring kan tubuh Luna di atas kasur mereka,
"Sayang mas siapkan air panas dulu kamu tunggu di sini sebentar,"
Luna pun mengangguk-anggukan kepalanya tanda mengerti.
Brian langsung masuk ke dalam kamar mandi dan menghidupkan keran air panas di sana, ia pun mulai mencampur dengan air dingin sehingga air menjadi hangat, tak lupa ia memberikan sedikit minyak esensial mawar untuk merilekskan pikiran dan menyegarkan tubuh sang istri.
Setelah selesai ia pun langsung pergi menemui sang istri,
__ADS_1
"Sayang airnya sudah aku siapkan, mau mas bantu mandi??"
"Hmm...gak usah mas, aku bisa mandi sendiri.."
"Tidak hari ini mas akan melayani istri tercinta mas.."
"Gak usah mas...."
Namun sama sekali Brian tidak mendengarkan perkataan sang istri, ia pun mulai menggendong Luna masuk ke dalam kamar mandi,
"Masssss.... Luna bisa mandi sendiri..."
Akhirnya ia pun pasrah dengan layanan gratis yang Brian berikan, dengan telaten Brian membuka seluruh baju yang menempel di tubuh sang istri.
Sambil menelan ludah beberapa kali, ia mulai membasuh tubuh Luna yang sudah polos di dalam bathub, di mulai dengan rambut sang istri dengan perlahan Brian mulai menggosok lembut rambut panjang yang Luna miliki, perlahan tangan nya mulai turun ke bahu Luna, ia pun memberikan pijitan relaksasi pada tubuh sang istri.
Luna yang mendapatkan pelayanan khusus dari sang suami merasakan ketenangan dan kedamaian. Sangking enaknya tanpa sadar Luna mulai memejamkan matanya dan tertidur dengan damai,
Brian yang menyadari sang istri tertidur langsung menyudahi kegiatannya, ia langsung menggendong kembali sang istri ke dalam pelukannya, dan meletakan tubuh Luna di atas handuk yang telah membentang di atas kasur mereka, dengan telaten Brian mulai mengeringkan tubuh istrinya,
"Hmmm...gak sia-sia semalaman aku nonton yobub cara memanjakan istri, semoga dengan ini Luna dapat sedikit rilex dan tenang Kembali," Brian pun mulai memasangkan sebuah kimono tidur di tubuh sang istri, ia kembali meninggalkan sebuah kecupan di kening Luna,
" Kasihan kamu sayang, begitu banyak ujian yang datang kepadamu.....tapi aku akan selalu berada di samping kamu yang... selalu"
"Dan ini sedikit cara yang aku lakukan untuk membahagiakan kamu sayang... dan untuk hari-hari berikutnya, aku akan terus membuat kamu tersenyum"
Brian pun mulai beranjak dari duduknya, dan ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
***
"Tidaaaaaakkkkk...lapaskan aku, aku bukan seorang pembunuh...aku bukan pembunuh...."
Teriakan suara Rossa menggema di salah satu kamar RS yang khusus menangani odgj. Setelah hari naas itu, akhirnya Rossa yang tak sanggup menjadi seorang tahanan mengalami stress berat,
Sehingga ia harus mendapatkan penanganan lebih lanjut di RS yang menangani khusus penyakit orang dalam gangguan jiwa. Dan pihak kepolisian menunda untuk mengusut kejadian kecelakaan itu hingga Rossa mendapatkan akal sehat nya kembali.
__ADS_1
"Bersambung....💅💅