
Setelah kepergian Brian dan Luna, sang mami yang masih bertahan di kamar Rossa langsung mengintrogasi Rossa dan mamanya.
"Merry ....Rossa aku harap kalian jujur, karena kalian tahu aku paling tidak suka dengan kebohongan."
Rossa yang melihat aura kemarahan dari sang Tante langsung menangis sembari memeluk Tante kesayangannya itu.
"Tante maafkan Rossa Tan...tolong jangan usir Rossa Tan..."
Rossa yang masih merasa lemas langsung terjatuh ke lantai sambil memeluk kaki nyonya Brata.
"Bangunlah Rossa, kamu tahu kalau Tante sangat menyayangimu..tapi Tante tidak suka kalau kamu menyakiti Brian"
"Tante .. Rossa mohon ampuni Rossa.. Rossa berbuat itu..karena Rossa sangat mencintai kak Bri...." sambil menangis Rossa terus berlutut sembari memeluk kaki nyonya Brata.
Sedangkan sang mama merasa terpukul melihat putrinya yang menangis dengan penampilan yang kacau.
"Cinta?? melihat amarah Brian seperti tadi Tante rasa Brian tidak akan pernah menerima cinta kamu nak. Tante sudah menganggap mu seperti anak Tante, dari kecil kau tumbuh bersama Brian tapi apa..."
Rossa yang mendengar ucapan sang Tante tambah menangis sejadi-jadinya hingga ia terkulai lemah di lantai.
"Merry aku mau kau memberi penjelasan kepada ku, apa yang sebenarnya kalian lakukan kepada Brian dan istrinya." nyonya Brata menatap wajah sang adik ipar dengan tajam, terlihat raut kekecewaan dari wajah nya saat melihat istri dari adik kandungnya itu.
__ADS_1
"Ma..papa mohon, mama untuk bicara jujur, melihat reaksi Brian tadi, pasti ada hal besar yang mama dan Rossa telah lakukan"
"Hmm..sebenarnya..se.."
"HIks"
"HIks"
Mama Rossa langsung menangis sebelum menjelaskan kejadian yang telah ia perbuat bersama Rossa.
Sang papa yang melihat istrinya menangis langsung memeluk tubuh bergetar istrinya itu.
"Ma..mungkin papa yang salah karena tak mampu mendidik mama dan Rossa. Tapi papa harap beri papa muka ma!!! di depan kakak papa ma."
Saat mendengar ucapan sang istri papa Rossa seakan hilang kendali, dengan amarah yang meluap ia langsung menampar wajah sang istri dengan kuat.
"PHAK"
Seketika mama Rossa langsung terhuyung ke lantai, dan tampak dari sudut bibirnya pecah dan mengeluarkan darah.
"Mama mana yang tega menjerumuskan anaknya ke dalam kesengsaraan..kau ibu yang bagaimana MERY...!!! aku tak menyangka kau tega menjerumuskan darah daging mu sendiri."
__ADS_1
Tanpa sadar air mata mulai mengalir dari sudut mata papa Rossa, dia sangat kecewa dengan perbuatan sang istri yang tidak pernah dia sangka sebelumnya.
"Maafkan mama pa...mama khilaf pa.." sambil bersimpuh di lantai mama Rossa memeluk kaki sang suami. Namun papa Rossa yang merasa kecewa langsung beranjak menjauh dari tubuh sang istri.
"Aku sangat kecewa dengan kamu Mery.. sangaaat kecewa...!!kau hampir menjerumuskan darah daging ku. hari ini... AKU ALAN SURYA TAMA MENTALAK CERAI KAMU MERY ANGGITA pergi lah dari kehidupanku dan Rossa."Setelah mentalak sang istri, papa Rossa langsung meninggalkan kamar Rossa dan membanting pintunya dengan keras.
"BRAK"
"Papa..papa.." bagaikan di sambar petir di siang bolong, mama Rossa tidak menyangka dengan tindakannya yang ia rancang bersama sang anak telah membawa ia ke dalam penyesalan seumur hidup. Sembari memanggil sang suami mama Rossa langsung berdiri dan mengejar suaminya itu.
"HIks..Hiks...hiiiks" Rossa tergugu melihat rumah tangga orang tuanya hancur karena kesalahan yang ia perbuat.
Sedangkan nyonya Brata benar-benar shock melihat dan mendengar semua kejadian yang datang secara bertubi-tubi.
Sambil memegang dada sebelah kirinya yang terasa sakit nyonya Brata langsung pergi meninggalkan Rossa sendirian di kamar.
"Mengapa semua jadi seperti ini...hiks..hiks.. aku mencintai kamu kak Bri...dan aku tetap ingin menikah dengan kamu kak.. hiks..hiks...ini semua karena perempuan jalang itu.. papa mentalak mama juga karena kamu Luna...aku akan menghancurkan kamu ..hiks..hiks..."
"Kamu akan hancur...Luna....hahahaha...hahaha.."
Rossa menangis sambil berteriak-teriak sambil meluapkan amarahnya kepada Luna.
__ADS_1
Bersambung.....✍️✍️