
"Uhuk..uhuk.uhuk"
Vino terbatuk mendengar kalimat terakhir dari mulut sang atasan,
"Apa Lo bilang???, maaf tuan maksud nya Apa!! SHOLAT??"
"Heeeem sholat, bahkan dia selalu nyiapin sarapan pagi untuk gue, dan semua makanan nya bikin gue ketagihan".
Vino menganga dan matanya membulat merasa ketidak percayaan terhadap omongan atasannya itu.
"Tapi pagi ini gue ngerasa dia balik kaya dulu lagi sebelum hamil, bahkan kemarin malam pas gue meluk dia gue ngerasa dia Rada berisi karena hamil, tapi tadi pagi gue meluk dia dan udah kurusan lagi !!"
Brian mulai merenung sambil menyandarkan punggungnya di kursi.
"Memang perut nya udah ngecil lagi maksud nya??"
"Pletak"
Brian melempar pena yang ada di atas mejanya,
"Awww..vino memegang pipinya yang memerah".
"Iya gak lah, perutnya masih besar..."
"TAPI" Brian mulai bimbang dengan yang ia rasakan saat ini.
"Apa nyonya punya kembaran tuan???"
__ADS_1
"itu juga yang sedang gue pikirin, soalnya gue ngerasa dia berubah dalam waktu semalam, seperti memang mereka ada dua!!"
"Apa ada perintah tuan?? Vino seakan tahu apa yang di butuhkan bos nya saat itu".
"Gue minta Lo ikuti Loni kemana pun dia pergi terus lapor gue, dan lo minta anak buah lo buat Selidiki tentang kebenarannya, lo bisa kan??"
"Siap tuan"
"good !!!"
"Terus meeting kita hari ini gimana tuan???"
"batalkan dulu"
"Baik tuan" , Vino pun keluar dari ruangan itu dan langsung menjalankan perintah dari bos nya itu,
***
hari ini sebelum dia berangkat ke kampung, dia akan memeriksa kan kandungannya, mungkin ini untuk ketiga kalinya ia memeriksakan kandungannya.
Dia jarang memeriksakan karena keadaan hidupnya saat bersama Brian, di awal hamil Brian senang membawa nya untuk periksa, namun saat dia meragukan anaknya, sama sekali Brian tidak pernah mengajak untuk periksa kandungan, Luna pun tidak memiliki uang yang cukup untuk periksa,
***
Luna yang di temani bi Marni telah memasuki ruang pemeriksaan.
"selamat siang dok??"
__ADS_1
"Selamat siang Bu, silakan Bu "
Luna dan bi Marni duduk berhadapan dengan dokter wanita yang menggunakan kerudung itu, dan sang dokter mulai melihat buku rekamedis milik Luna tampak di sana Luna baru pertama kali melakukan pemeriksaan,
"sebelumnya belum pernah periksa Bu?" tanya sang dokter, sudah dok,
"tapi saya melupakan rekamedis nya".
"Maaf suaminya tidak mengantar Bu?"
sekali lagi dokter kandungan itu bertanya kepada Luna.Seketika Luna merasa gelisah saat dokter bertanya perihal ayah dari bayinya.
"Tidak dok, suami saya sedang di luar kota",
Sambil meremas tangannya Luna merasa canggung menjawab semua pertanyaan dokter.
"Baik lah untuk selanjutnya di usahakan suami untuk ikut mendampingi karena dari usia kandungan ini sudah mulai rawan Bu, untuk proses kelahiran biasanya akan lebih lancar apabila di dampingi dengan papanya".
Kemudian sang dokter menyuruh Luna untuk naik ke atas branker yang tersedia di sana dan mulai memeriksa kandungannya dengan melakukan USG , dan dari sebuah layar monitor kecil, Luna dapat melihat pergerakan bayinya.
"Ini bayinya Bu Luna",
Dokter memperlihatkan gambar sesosok bayi yang telah berbentuk sempurna di layar kecil itu dan tampak di sana bayi itu mulai bergerak-gerak.
Dokter menjelaskan kembali bahwa saat ini kandungan Luna telah memasuki usia 30 weeks, dan bayinya alhamdulilah sehat tampak dari pergerakannya yang lincah, dan untuk jenis kelamin nya laki-laki ya Bu, timpal sang dokter.
Dan di akhir pemeriksaan sang dokter mengajak Luna untuk bersalaman dan Luna membalas sautan tangan itu sambil mengucapkan rasa terimakasihnya.
__ADS_1
Dan kurang lebih 10 menit setelah mendapatkan vitamin untuk kandungannya, Luna yang di dampingi bi Marni pun mulai beranjak pergi dari klinik tersebut, dan sepanjang perjalanan tampak senyuman Luna selalu menghiasi wajah cantiknya.
Bersambung...😁😁