Anakku Anak Suami Kakak Ku

Anakku Anak Suami Kakak Ku
Part 72


__ADS_3

Saat Brian berada di ruang kerjanya, diam-diam Rossa telah bersiap-siap dengan misinya, dengan memakai jubah tidur dan segelas kopi yang telah di campur obat pembangkit selera makan dalam tanda kutip, Rossa mengendap-endap masuk ke ruang kerja Brian.


Tok..tok..tok


"Siapa?"


"Ini Rossa kak, Rossa mau mengantarkan segelas kopi untuk kak Bri"


"Masuk lah"


"Sambil memasang senyum smirknya Rossa mulai membuka pintu dengan perlahan, dengan senyuman manis nan manja ia mendekat ke arah meja kerja Brian.


Brian yang masih sibuk dengan segala aktifitasnya sama sekali tidak memperhatikan segala tingkah yang Rossa lakukan.


"Kak ini kopi nya mau Rossa taruh di mana??"


"Taruh di meja saja"


"Baik lah kak, Rossa taruh di sini ya"


"Ehem"


Namun Brian tidak melihat Rossa beranjak dari tempatnya,


"Apa ada yang masih kamu butuhkan??"


"Tidak kak, hanya saja Rossa masih rindu sama kakak, jadi boleh kah Rossa menunggu kakak di sini??"


"Baik lah, tapi kakak lagi tidak bisa di ganggu"


"Rossa janji tidak akan menggangg pekerjaan kak Bri"


"Baik lah"


Rossa pun mulai duduk manis di sebuah sofa yang berada di ruangan itu, dengan menselonjorkan kakinya, perlahan dia mulai membuka jubah baju yang ia pakai, saat


Brian mulai meminum kopi yang ia buat.

__ADS_1


Sesaat kemudian Brian merasa panas pada sekujur tubuhnya, ia pun kembali mengecilkan suhu AC yang berada di ruang kerjanya. Dan hal itu tidak merubah apa-apa.


Seketika itu juga Rossa yang melihat gerak gerik yang Brian lakukan langsung berdiri dari sofa dan mulai mendekat ke arah Brian dengan lingery **** berwarna merah menyala Rossa mulai melingkarkan tangannya dari belakang di leher Brian sambil tangan yang satunya mengelus dada kekar brian.


Brian yang merasa sangat kehausan langsung meminta Rossa untuk mengambil air putihnya, dan dengan menahan kesalnya Rossa mulai mengambil air putih yang berada di atas meja Brian, namun ternyata gelas itu telah habis, sehingga membuat Rossa harus ke dapur untuk mengisi kembali air putih untuk Brian.


Dan beberapa saat kemudian pintu itu kembali terbuka, Brian yang sudah terbakar dengan gelora tanpa ragu langsung mendekati wanita yang berdiri di depannya, dan Brian pun mulai mencumbu setiap lekuk tubuh wanita yang terlihat seperti Luna di depannya.


"Luna sayang mas sangat merindukan mu.. mas membutuhkan mu sayang"


Dengan senyum smirknya akhirnya malam panas pun terjadi di ruang kerja Brian yang beralaskan sofa yang cukup besar.


Brian seakan tidak ada puasnya menikmati tubuh wanitanya, dengan beberapa kali gempuran Brian melakukan hingga jam 3 menjelang subuh, dan akhirnya mereka berdua pun tertidur di atas sofa sambil berpelukan.


Saat jam baru menunjukan pukul 4 pagi, tiba-tiba terdengar suara ketukan bertubi-tubi dari arah luar kamar,


Tok..tok...tok..


Brian yang masih sangat mengantuk langsung terbangun dan antara sadar dan tidak ia pun kembali memakai celananya tanpa memaki baju ia pun mulai melangkahkan kakinya membuka pintu yang di gedor dari luar.


seketika pintu itu terbuka, dan dengan gerakan cepat mama Rossa yang membawa sang suami, dan mami Brian langsung membuka pintu itu lebar-lebar, sambil


berpura-pura menangis ia langsung mendekat ke arah sofa, sambil berteriak


"Brian kamu harus bertanggung jawab terhadap Rossa!! kamu telah menodai anak Tante Bri!!"


Brian langsung sadar dari rasa kantuk yang tadi masih ia rasakan.


"Rossa?? maksud Tante apa??"


Seketika semua orang yang berada di ruangan itu langsung terkejut dengan semua yang di ucapakan mama Rossa. Sang mami langsung menatap Brian dengan pandangan kecewa, dan mulai kembali merasakan sakit di dadanya.


Dan seketika wanita yang masih berbaring di atas sofa dengan ditutup oleh sebuah selimut tersebut langsung berbalik,


"Mas.... kenapa??kenapa ... semua ada di sini" sambil merapatkan selimut yang ia pakai Luna merasa malu dan canggung dengan tatapan orang-orang sedang memperhatikannya, ia merasa seperti seseorang yang tertangkap basah telah berbuat mesum.


"Luna sayang...mereka mengira mas tidur dengan Rossa" Brian kembali duduk di samping Luna dan mulai membantu nya untuk menutupi tubuh Luna yang hanya tertutup selimut.

__ADS_1


Dan sesaat kemudian terdengar suara teriakan dari mulut nyonya Brata.


"Mery!! apa maksud semua ini?? kenapa kamu memfitnah Brian?? lihatlah atas tindakan mu yang ceroboh aku sudah seperti orang bodoh karena mengikuti omongan mu"


Nyonya Brata mengeluarkan amarahnya kepada mama Rossa yang masih terlihat shock.


Papa Rossa pun mulai meradang dengan tindakan yang di lakukan istrinya itu, sambil memegang sang kakak yang masih terlihat lemah ia mengeluarkan amarahnya kepada sang istri.


"Mama, harus meminta maaf kepada Brian dan Luna saat ini juga".


Dengan setengah hati dan rasa malu yang menyelimutinya mama Rossa pun meminta maaf kepada Brian dan Luna atas tindakan yang ia lakukan.


"Maafkan tan-te Brian....Luna, Tante kira itu Rossa kar-ena Tante tidak melihat Rossa di kamarnya"


"Mama.. kenapa mama melakukan hal ini?? mama telah membuat papa kecewa!! sebaiknya pernikahan antara Brian dan Rossa di batalkan saja, papa tidak setuju Rossa menjadi istri kedua Brian!! hari ini juga kita semua akan langsung kembali ke negara J."


Papa Rossa yang merasa malu dengan tingkah sang istri langsung pergi dari ruang kerja Brian sambil membawa nyonya Brata kembali ke kamarnya.


Luna langsung mengeluarkan senyuman liciknya, saat mama Rossa menatap tajam ke arah nya dan seketika mama Rossa pun mengikuti jejak sang suami untuk meninggalkan ruangan kerja Brian, sambil mengepalkan kedua tangannya.


"Sayang.. aku lega karena ternyata memang kamu yang aku tiduri"


"Hmmm.. iya mas.. mulai sekarang aku harus extra hati-hati menjaga suami aku dari ulet kadut yang gatel"


"Hehe..kamu gak percaya sama aku yang"


"Aku selalu percaya kok sama mas. Tapi Luna harus hati-hati dengan wanita yang ada hati untuk suami tampan Luna.


"Owh ...sayang mas senang akhirnya kamu mengakui ketampanan suami mu ini"


Sambil berpelukan Brian kembali mencumbu istri cantiknya itu.


"Hehe.. makanya jangan pernah main-main sama Aluna Subrata"


Kira-kira apa yang terjadi sama Rossa??


Bersambung....🤔🤔

__ADS_1


__ADS_2