
Apa yang akan engkau lakukan?? jika harus berada di posisi ku? aku mencintai dia dan berharap dia menjadi satu-satunya di dalam hidup ku. Tapi dia sudah ada yang punya!! terlebih orang itu sedarah denganku!!!
Galau itu yang Luna rasakan saat ini, apakah sanggup mulut ini berkata untuk dia meninggalkan kakak kandung ku sendiri??
***
Luna masih betah bersandar di pundak Brian. Air matanya yang tadi tertahan mulai mengalir deras dari pelupuk matanya.
"Menangis lah sayang jika itu bisa membuat mu lega!! tapi aku mohon ini yang terakhir!!" Brian yang sudah mengetahui Luna sudah bangun, mencoba menghibur wanitanya itu.
"HIKS...HIKS..." melihat Luna yang semakin keras menangis membuat Brian risau, sehingga ia mengambil Azka yang telah tertidur dari pangkuan Luna dan memanggil salah satu ART untuk membantunya menidurkan Azka dan menjaganya di kamar.
Setelah kepergian Azka Brian kembali mengerat kan pelukannya ke tubuh ramping Luna, "Kau tahu sayang jodoh dan maut semua sudah di atur!! mungkin, jodoh ku bukanlah kakakmu, tapi kamu sayang!!" sesekali Brian menghapus air mata Luna, tubuhnya yang gagah berbanding terbalik dengan hatinya rapuh, ia tak sanggup melihat wanita yang ia cintai menangis.
"A-KU berdosa mas!! aku berdosa kepada kakak ku sendiri. Aku tak pernah berfikir sedikit pun untuk mengambil kebahagiaanya!!! TAPI cinta itu datang sendiri ke SINI!!! hiks..hikks..
Luna menunjuk ke arah dadanya dengan keras.
"SAKIT" mas, hati aku sakit!!! seperti ini, kenapa cinta harus sesakit ini"
Kerinduan yang amat dalam kepada sosok Brian membuat Luna mencurahkan semua perasaannya, tanpa ada rasa ragu.
CUUP
CUUP
Brian mencium kedua mata Luna yang basah dan memeluk Luna dengan penuh kasih sayang,
__ADS_1
Tiba-tiba Brian memegang kedua pipi Luna dan memandang wajah itu dalam.
"Sayang, aku akan mengobati rasa sakit mu. Terima kasih karena ternyata kamu punya rasa yang sama seperti yang aku rasa"
"Tapi mas!!!" Luna mulai membalas pelukan Brian, dan meletakan kepalanya di dada bidang Brian.
"Tapi apa sayang???? Brian memandang Luna penuh cinta, membuat Luna semakin merasa di cintai.
"Tapi aku tidak mau menyakiti saudara ku mas, aku tak mau jadi orang yang egois"
Luna memandang mata Brian dengan iba,
"Kamu egois kalau hanya memikirkan perasaan Loni!! tanpa memikirkan perasaan kamu dan aku!! dia yang membuat kita seperti ini sayang. Bahkan awalnya aku sama sekali tidak mengenal mu. Cinta kita tumbuh karena kesalahan Loni. Ku mohon sayang kalau kau tidak mau melakukannya demi aku, lakukanlah demi Azka. TERIMA AKU!!" mata Brian yang sudah mulai sangat merah tak mampu membendung air yang akhir nya jatuh.
Luna melihat kesungguhan dari mata Brian akhirnya mengganggukkan kepalanya tanpa bisa berkata-kata,
"MUaCh..MUAch" ciuman yang sudah lama Brian rindukan, ciuman itu semakin dalam dan panjang, hingga Luna mulai menepuk punggung Brian agak kuat
"PLAK"
Aku kehabisan nafas mas!!!
"Hehehe maaf sayang kelepasan!!! tapi lain kali mukulnya pelan ya yang?? kan udah cinta!!"
Luna yang malu menutup wajahnya dengan kedua tangannya,
"HA..haha..haha.. I Love you Luna"
__ADS_1
Brian kembali mencium bibir yang sudah bengkak itu, dengan ******* yang semakin lama semakin dalam membuat Luna semakin mabuk kepayang, untuk yang satu ini Brian sangat ahli dalam memanjakan wanitanya,
***
Di kediaman Sanjaya beberapa Minggu ini tengah di Landa kesedihan, sejak menghilangnya Luna, sang ayah tiba-tiba terkena serangan jantung dan harus di rawat di rumah sakit.
Gilang yang senantiasa selalu berada di Rumah sakit itu tak henti untuk memonitor bawahannya untuk mencari keberadaan Luna dan Azka,
"Terima kasih nak Gilang karena beberapa Minggu ini selalu membantu om" Pak Bram sangat bersyukur telah mengenal seorang pemuda yang memiliki sifat santun dan penyayang itu,
"Gak perlu terimakasih om!! Gilang senang bisa membantu om, lagian ini semua karena Gilang yang tidak becus menjaga Luna dan Azka, sampai mereka hilang!! hingga om jatuh sakit begini!!"
"Semuanya karena takdir nak!! dan om yakin Luna akan segera kita temukan"
Gilang menganggukkan kepalanya. Ia yakin sebentar lagi akan menemukan Luna. Dan apabila saat itu tiba, Gilang berjanji akan menikahi Luna dan membawa Luna serta Azka jauh dari negara ini.
"Aku berjanji akan selalu membahagiakan mu Luna. Suatu saat nanti kita akan hidup bersama dan bahagia selamanya" Gilang berucap di dalam hatinya.
Tiba-tiba getaran Hp membuyarkan lamunan Gilang.
Dirt..dirt..dirt..
" Ya!! Halo, gimana???"
Terbit secercah senyuman dari bibir Gilang setelah mendengar berita dari orang yang menelponnya....
Bersambung .....🤓🤓
__ADS_1