
Seharian ini Luna habiskan hanya berdiam diri di mansion mereka sambil bermain dengan Azka di taman bermain yang ada di mansion mereka. Rasa kesal yang teramat besar terhadap Brian masih hinggap di hatinya.
Beberapa kali Rency sang sahabat mengubungi hp Luna dan menanyakan keadaan Luna saat ini, karena tak masuk kuliah tanpa ada kabar. Dan ada no baru yang juga beberapa kali menghubungi ke no hp Luna, namun sama sekali Luna tidak mengangkat telpon asing itu.
Karena kesedihan dan bayangan akan berhenti sementara dari perkuliahan membuat Luna menonaktifkan hp nya, karena ia merasa tidak sanggup harus mengangkat telepon dari sahabatnya itu. Padahal dari awal perkuliahan dulu, Luna memiliki ambisi bersama Rency untuk mendapatkan gelar sarjana mereka sebelum tahun ke 4. Namun itu semua kini Hanyalah bayangan semu untuk Luna.
Kegelisahan yang Luna rasakan juga di rasakan oleh Brian, sejak di kantor dia hanya sibuk dengan pulpen di tangannya, tanpa melakukan apapun. Dia menyuruh Vino untuk menghandle semua urusan kantor hari ini, sedangkan ia hanya sibuk dengan kesendiriannya.
"Apa yang harus gue lakukan,!!! gue hanya berharap rumahtangga gue sama Luna tidak memiliki masalah seperti ini. Gue hanya ingin Luna patuh dengan aturan yang gue buat, karena semua gue lakukan demi kebaikan dia dan anak-anak. Semua yang dia minta pasti akan guw berikan, bahkan kalau pun dia meminta untuk membeli apapun yang dia minta pasti gue belikan"
Sepanjang diamnya Brian bermonolog dengan dirinya sendiri.
"****...wanita itu memang makhluk yang sulit di atur.." Brian langsung melempar pulpen yang ia pegang ke udara.
Saat kegelisahan nya di rasa tak memiliki jawaban, Brian memutuskan untuk menghubungi nomor Reno sang sahabat, lalu mereka memutuskan untuk bertemu di salah satu diskotik langganan mereka dulu, untuk menghabiskan waktu sembari minum beberapa teguk wine.
Sesampainya di diskotik itu, Brian dan Reno bertemu di parkiran mobil dan masuk bersama ke dalam diskotik tersebut.
Saat mulai masuk terlihat beberapa wanita berpakaian sexy menyambut kedua pria borjuis itu.
Di bawah pencahayaan yang redup dan dentuman musik yang menggebu membuat jiwa Brian serasa hidup kembali, ia mulai memesan sebuah minuman dan beberapa kali ia mulai menggoyangkan tubuhnya mengikuti dentuman musik yang berbunyi keras.
Brian berharap hari ini ia dapat sedikit melepaskan semua beban yang ada di otaknya.
Beberapa kali sang pelayan sexy menuangkan minuman untuk Brian dan Reno.
Dua wanita pelayan ini sudah sangat berharap bisa mendapatkan hal yang lebih dari dua pria tampan dan mapan yang ada di depannya saat ini.
Brian yang sudah sangat mabuk, tanpa sadar mulai termakan dengan umpan yang di lakukan seorang pelayan, yang dari tadi selalu melancarkan aksi nya dengan menyentuh beberapa bagian tubuh Brian.
Saat Brian mulai hampir hilang kesadaran, tiba-tiba hp yang ada di sakunya terjatuh, dan saat ia menggapai hp itu, di dalam layar yang menyala terlihat gambar dirinya beserta istri dan anaknya yang sedang tersenyum.
Seketika Brian sadar akan keadaanya saat ini, dengan tertatih ia meninggalkan diskotik itu.
Namun sang pelayan masih tetap berusaha untuk menahan Brian di sana.
__ADS_1
"LEPASAS!! gue bilang lepas!!!"
melihat targetnya yang marah membuat wanita pelayan itu mundur, dan masuk kembali ke dalam diskotik.
Sedangkan Brian langsung menghubungi Vino untuk menjemputnya di diskotik.
Tak berapa lama Vino pun telah sampai di diskotik, dan membawa Bos nya itu masuk ke dalam mobil.
Vino melihat tampilan bos nya yang sudah sangat kacau, memutuskan untuk membawa Brian ke apartment milik nya, karena jika ia membawa Brian pulang dengan tampilan seperti ini, pasti akan membuat Luna marah dan menciptakan pertengkaran kembali di antar bos dan istri kecilnya itu.
"Aduhh...gini banget punya bos!! otak sih pintar nya luar biasa...tapi kalau berhubungan dengan wanita selalu bermasalah"
Vino menggeleng-gelengkan kepalanya melihat kelakuan sahabat sekaligus bosnya itu.
Sedangkan di sisi lain, Luna yang sudah memakai lingery se-xy nya, sedari tadi sudah menunggu kedatangan sang suami di kamar mereka. Rencananya malam ini ia ingin mencoba untuk merayu suaminya itu, agar mau mengizinkan ia untuk tetap kuliah sampai hari lahiran tiba.
Namun penantian Luna tak membuahkan hasil, hingga jam sudah menunjukan pukul 00:00 malam sama sekali tak ada tanda-tanda kehadiran sang suami sang suami.
Beberapa kali pula Luna mencoba untuk menghubungi nomor hp suaminya itu, tapi sama sekali tak di angkat. Karena kondisi kehamilannya pula akhirnya membuat Luna yang lelah terlelap dalam tidurnya.
Tepat jam 2 dinihari Brian yang telah sadar dari mabuknya langsung terbangun dari tidurnya. Ia memegang kepalanya yang masih terasa sedikit pusing karena sisa wine yang ia minum siang tadi.
"****..gue gak di rumah, kenapa harus sampai mabuk coba!! saat ini pasti Luna sangat khawatir."
Dengan tertatih Brian mulai melangkahkan kaki nya keluar kamar, di sana ia langsung mencari keberadaan Vino sang sahabat sekaligus asistennya itu,
"Vino..vino...Lo antar gue sekarang juga!!"
Vino yang mendengar teriakan bosnya itu langsung terbangun dari mimpi indahnya.
"Besok aja kenapa sih Bri?? gue masih ngantuk banget, besok gue harus masuk jam 7 tepat, kalau gak Lo bakal potong gaji gue"
"Gak, gue gak bakal potong gaji Lo. besok Lo boleh datang jam 8 dan gue bakal transfer buat bensin lo"
"Jam 9 gimana??"
__ADS_1
"Deal...tapi hari ini aja gue kasih Lo kelonggaran besok-besok jangan harap!!"
"Hehe..siap bos,"
Brian dan Vino langsung menuju base ment dan masuk kedalam mobil milik Vino,
"Sorry bos, gue gak antar Lo ke rumah tadi pas mabuk"
"Gue tahu, malah gue maksih sama lo ...karena lu udah tahu apa yang harus Lo lakuin tanpa gue perintah"
"Siap bos, walau gimana pun, gue gak mau hubungan Lo sama Luna bermasalah gara-gara kebodohan Lo bro!!"
"Haha..iya , seharusnya gue gak milih buat mabuk tadi, gue yakin hal ini bakal nambah permasalahan gue sama Luna."
"Sabar bro...gue yakin Lo sama Luna pasti bakal nemuin jalan keluar terbaik untuk masalah kalian berdua. Intinya coba untuk sedikit mengalah jika Lo memang sangat mencintai istri Lo!!"
"Tua banget Lo Vin...but thanks buat masukan nya, gue bakal coba ngalah, dan mencari cara gimana dia tetap dengan cita-citanya tapi masih dalam pantauan gue!! karena jujur aja gue takut dia berpaling dari gue!! apa lagi ada cowo yang suka sama dia di sana!! "
"Hahah... Bucin..bucin.." Vino tergelak mendengar semua perkataan Brian, dari sana Vino tahu begitu besar cinta sang sahabat kepada istri nya Itu.
"****.."
Tak berapa lama Kedua satapam yang berjaga di mansion Brian telah membuka gerbang untuk mobil Vino masuk kedalam pelataran mansion milik Brian, dan Brian pun dengan cepat keluar dari mobil Vino,
"Vin..Jangan lupa nanti Lo suruh anak buah lo antar mobil gue ke rumah!!"
"Siap bos, gue cabut duluan!!"
Pak Yan yang telah di hubungi Brian telah berjaga di depan pintu menyambut kedatangan majikannya itu di pagi buta.
Setelah berhasil masuk masnion Brian langsung mengendap-endap masuk kedalam kamarnya.
Di sana ia di kejutkan dengan keadaan sang istri yang berpenampilan se-xy sedang tertidur di sofa panjang yang terletak di sebelah jendela kamar mereka.
"Bodoh Lo Bri!! demi minuman Lo nyia-nyiain bidadari yang sedang menunggu Lo"
__ADS_1
Brian langsung membersihkan dirinya dan setelahnya ia memindahkan sang istri ke atas kasur mereka, sambil menahan has-rat nya yang telah terpancing, Brian mendekap tubuh Luna dan mencoba untuk kembali melanjutkan tidurnya yang tertunda.
Bersambung....🥰🥰🥰