
9 bulan sudah berlalu kini Luna sedang memandikan Azka, Azka Putra Sanjaya itu nama yang Luna sematkan untuk anak satu-satunya itu, hari ini Luna berencana akan berkunjung ke rumah ayahnya di kota P karena dia akan mempersiapkan keberangkatannya UK.
Luna sangat antusias mempersiapkan semuanya sejak beberapa Minggu ini, mulai dari pakaian, makanan, perlengkapan Azka dan hari ini dia akan mengumpulkan ijazah serta surat surat yang nantinya di butuhkan untuk keberangkatan dan pendaftaran kuliah nya di sana.
Hampir 1 jam Gilang menunggu Luna selesai, di temani dengan secangkir kopi dan pisang goreng buatan bi Marni, sejak adanya Azka membuat Gilang selalu punya alasan untuk menjumpai sang bidadari hatinya itu.
Sejak 3 bulan terakhir ini hampir setiap weekend Gilang habiskan bersama Luna dan Azka, seperti hari ini ia meminta izin kepada ayahnya untuk tidak masuk kantor karena akan mengantar Luna mempersiapkan kuliahnya di UK.
Brian memang sudah memberitahukan kepada kedua orangtuanya akan ketertarikannya terhadap ibu satu anak itu, namun orang tua Gilang tidak menyetujui Gilang untuk menikah dengan single parent itu, sehingga untuk tetap bisa dekat dengan Luna Gilang membuat sebuah kesepakatan kepada orang tuanya, dia akan menyetujui untuk melanjutkan bisnis ayah nya dan akan melanjutkan S2 nya sesuai jurusan yang dipilih ayahnya.
__ADS_1
Memang sejak awal Gilang yang satu-satunya anak laki-laki dari 2 bersaudara itu tidak mau melanjutkan bisnis sang ayah yang bergerak di bidang manufaktur dan banking, karena ia lebih menyukai bidang otomotif, maka demi untuk mendekati Luna Gilang menyetujui kesepakatan itu, maka orang tuanya menyetujui apabila Gilang memang ingin dekat dengan Luna, tapi tidak untuk menikahi Luna.
Orang tua Gilang beranggapan dengan jiwa mudanya Gilang hanya akan bermain-main saja dengan wanita yang ia dekati dan untuk hal serius seperti pernikahan maka hal itu sudah di atur di dalam keluarganya, seperti sang kakak yang jodoh nya sudah di atur oleh orangtuanya, sehingga membuat perusahaan yang di pimpin oleh ayahnya dan besan mereka menjadi lebih besar dan pemasukan yang naik berkali-kali lipat.
Namun Gilang yang memiliki watak yang keras sama sekali tidak pernah setuju dengan jodoh yang nantinya orangtuanya pilih untuknya, dia meng iya kan semua perkataan ayah nya hanya untuk saat ini, namun untuk akhirnya semua dia yang memutuskan.
***
" Halo om Gilang ..Azka udah siap..maaf menunggu lama ya om" Luna berjalan mendekati Gilang sambil membawa Azka di gendongannya,
__ADS_1
"Halo juga gantengnya om,, Azka gak lama kok cuma telat dikit aja, .. semua perlengkapan Azka udah lengkap kan??"
"Beres om, gak bakal ada yang ketinggalan lagi" Luna mengangkat jari jempol nya sebagai tanda siap,
" Hehe mama selalu seperti itu ya Az, nyatanya udah beberapa kali om pergi sama mama sama azka dan 2 kali juga mama lupa bawa diapers Azka" Gilang berlalu sambil memasukan tas dan koper yang di bawa Luna,
" Yeeee gak gitu ya om, mama cuma lupa 1 kali dan yang kedua kali itu diapers nya yang udah abis kali om" Luna sedikit memicingkan matanya sembari memanyunkan bibirnya kedepan,
"Hahahaha..hahaha" Gilang tertawa melihat ekspresi yang di tampilkan Luna. "
__ADS_1
tanpa kau sadari kau selalu menghiburku " lirih Gilang di dalam hati.
"Sederhana namun mengena,"