Anakku Anak Suami Kakak Ku

Anakku Anak Suami Kakak Ku
Part 85


__ADS_3

Setelah membantu sang mertua untuk bersiap Luna dan anggota keluarga lainya akhirnya berangkat menuju RS di mana sang kakak sedang di rawat. Dengan menempuh waktu kurang lebih 1 jam, akhirnya mobil yang mereka tumpangi mulai memasuki basemen RS.


Sebelum masuk ke ruangan sang kakak, Luna dan Brian terlebih dulu melihat keadaan Toni sang bodyguard yang telah menyelamatkan sang istri dari serangan beberapa orang preman jalanan yang mencoba melecehkan Luna.


Sedangkan nyonya Brata di minta Brian untuk duluan ke ruangan tempat di mana Loni di rawat, karena sejatinya nyonya Brata sampai saat ini tidak mengetahui kejadian yang sempat di alami oleh menantunya itu.


Brian memang memberikan fasilitas yang bagus untuk para bodyguard yang bekerja dengannya, mereka memang memiliki standard tinggi sebagai bodyguard pribadi dan itu sesuai dengan kualifikasi yang mereka miliki. Jadi tak heran Toni saat ini di rawat di RS terbaik.


Dari jauh terlihat 2 orang body guard Brian yang tak lain sahabat Toni menjaganya di sana, karena ketidakadaan keluarga Toni di negara ini. Melihat kehadiran bos nya, mereka mulai berfikir dari duduknya dan langsung menunduk memberi hormat kepada Brian dan Luna.


"Selamat siang tuan"


"Siang..."


Salah satu body guard langsung membuka knok pintu kamar Toni, dan seketika Brian dapat melihat keadaan sang anak buah yang mulai membaik. Terlihat Toni sedang duduk selonjor di atas kasur RS sambil melihat Tv di depannya.


"Siang tuan..nyonya.."


"Siang Toni.." secara serempak Luna dan Brian menjawab sapaan Toni.


"Bagaimana keadaan mu??"


"Saya sudah baikan tuan, sore ini saya sudah bisa keluar dari RS."


"Tidak Toni, kau harus tetap tidur di RS ini paling tidak sampai besok, "


"Tapi saya su...."


"Toni, paling tidak dengarkan perkataan mas Brian, kamu belum pulih benar ... dan saya secara pribadi sangat berterimakasih sama kamu karena udah menyelamatkan saya, kalau kamu tidak sigap malam itu mungkin saya tidak ada di sini lagi " Luna tersenyum dengan tulus dan sepenuh hati.


"Itu sudah menjadi tugas saya nyonya untuk melindungi nyonya,"


"Baik lah, sebaik nya kau istirahat dulu di sini Toni, aku akan mengirim hadiah untuk mu, kau bisa cek di ATM mu"


Brian menepuk ringan pundak anak buahnya itu, dan langsung keluar sambil menggandeng tangan istrinya itu.


Luna berjalan di samping sang suami yang sedari tadi terus menggenggam tangannya dengan erat. Brian sebenarnya tidak siap untuk bertemu kembali dengan sang mantan istri yang telah banyak mengecewakan nya di masa lalu, namun semua ia lakukan demi sang istri tercinta.


Setelah beberapa menit berjalan mereka akhirnya mulai memasuki lift yang langsung menuju ke kamar inap Loni.

__ADS_1


"Tok"


"Tok"


Luna mulai mengetuk kamar sang kakak dan langsung membuka knok pintu ruang perawatan itu, tampak di sana sang ayah yang sudah duduk di samping tempat tidur Loni.


"Ayah!!" Luna merasa terkejut dengan kehadiran sang ayah di sana. Karena setalah menyampaikan keberangkatannya dari negara I dan sampai saat ini sang ayah belum ada sama sekali memberikannya kabar.


"Ayah baru sampai nak, ini ayah baru akan menelpon kamu nak"


Luna langsung berjalan ketempat sang ayah, dan langsung mencium tangan ayahnya dengan khidmat diikuti Brian setelahnya.


"Kak Sandra mana yah??"


"Sandra ayah suruh untuk istirahat dan makan siang di bawah Na, karena ayah lihat dia tampak sangat lelah"


"Heem, kak Sandra tak pernah meninggalkan kak Loni sendiri yah"


"Iya nak, ayah salut dengan persahabatan mereka."


Brian yang masih setia dengan memegang tangan sang istri langsung melihat kondisi Loni yang begitu memprihatinkan, dengan tubuh yang sangat kurus, dan bibir yang pucat pasi.


"Luna tadi ayah sudah, mendatangi dokter yang sudah merawat Luna di sini. Dan dokter bisa memberikan izin Loni untuk di pindahkan ke Negara I, namun kita harus mempersiapkan ruang rawat darurat serta beberapa perawat yang bisa memantau kondisi Loni selama penerbangan."


"Papa tenang aja, Luna dan mas Bri udah mempersiapkan semuanya kok pa."


Ayah merasa tidak enak akan bantuan menantunya itu, karena ia tahu begitu banyaknya kesalahan putri sulungnya itu kepada Brian.


"Terimakasih Brian, karena kau masih mau menolong Loni, ayah mewakilkan Loni minta maaf atas semua kesalahan yang telah ia


perbuat kepadamu sebelumnya nak."


"Tidak perlu sungkan yah, aku melakukan semua ini demi Luna...hanya demi istri tercintaku yah"


Brian menegaskan semua perkataan nya kepada sang ayah mertua.


"Ayah mengerti Bri, "


Luna yang mendengar perkataan sang suami merasa senang dan sedih, ia senang saat mendengar begitu besar rasa cinta Brian untuknya, namun sedih karena sang suami terlihat belum bisa untuk memaafkan kesalahan sang kakak, di masa lalu.

__ADS_1


Tapi Luna tidak ingin memaksakan Brian untuk bisa memaafkan Loni, karena bagaimana pun ia sadar begitu banyak nya kesalahan sang kakak kepada suaminya itu.


***


Setelah mengurus semua berkas kepulangan Loni, rencana nya besok setelah subuh dengan menggunakan jet pribadi milik Keluarga Subrata, Loni akan kembali di bawa pulang ke negara I, untuk melanjutkan perawatannya di Negara tempat kelahirannya itu.


Malam ini rencana nya Luna dan Brian akan kembali ke hotel di mana tempat mereka menginap, sedangkan nyonya Brata sudah pulang duluan pada sore hari.


Rencana nya sang ayah yang akan menginap di RS untuk menjaga Loni, sedangkan Sandra akan kembali ke penginapannya untuk mempersiapkan kepulangan mereka besok.


Kantuk yang begitu berat seketika telah menyelimuti Luna, ia mulai tertidur saat mobil yang mereka tumpangi.


Saat mobil sudah berada di parkiran hotel, Brian pun langsung menggendong tubuh mungil istrinya Itu, dengan hati-hati.


Namun saat mereka sampai di depan kamar mereka, ia merasa kesulitan untuk membuka pintu kamar itu, sehingga tanpa sengaja Brian yang sedikit oyong membuat kepala Luna terbentur di pintu kayu itu.


"Awwww..."


Luna mulai terbangun dari tidurnya, dan melihat ke arah sang suami yang masih menggendongnya sambil tersenyum kecil, dengan perasaan bersalah.


"Mas..kalau sulit bangunin Luna, gak perlu di paksain gini mas.."


"Aku tidak tega membangunkan mu yang"


"Tapi tega jeduti kepala Luna gitu?"


"Ya gak lah yang..maafin mas ya.."


"Iya mas..lain kali bangunin aja kalau mas kesulitan"


"Iya..yang..." Brian mengganggukkan kepalanya tanda mengerti.


"kita juga belum makan malam..karena kamu udah bangun kamu yang pesan makannya ya yang"


Sembari membuka pintu dengan kartunya Luna dan Brian mulai memasuki kamar itu.


"Siip mas.."


Malam ini menjadi malam kedua Brian dan Luna berada di negara K, mereka menikmati makan malamnya dengan penuh canda dan tawa, dan hal ini tentu saja tidak di sia-siakan oleh Brian yang mengganggap saat ini sedang menjalankan honeymoon kedua mereka, walaupun singkat namun Brian menikmatinya, ia kembali menyicil calon anak keduanya yang sudah sangat ia harapkan itu.

__ADS_1


Bersambung.....😁😁


__ADS_2