
Sepanjang perjalanan nya ke kantor Brian selalu memikirkan semua yang Luna lakukan hari ini, dan dia merasa Luna melakukan tingkah yang aneh yang sama sekali tak pernah Luna lakukan
Dan sejujurnya Brian menyesal telah meninggalkan Luna seperti tadi namun ada kekecewaan saat Luna mengatakan anaknya akan seperti dia,
maafkan aku sayang karena aku masih belum mempercayai anak itu, terlalu banyak beban yang aku rasa kan saat melihat kau mengkhianati aku, sungguh sebenarnya sulit bagi ku untuk bisa memaafkan mu, tapi cinta ku begitu besar untuk mu, namun aku tidak yakin dia anak aku dan kamu, Brian bermonolog sambil termenung,
***
Luna telah bersiap-siap untuk meninggalkan mansion Brian, dia hanya membawa tas jinjing nya yang pernah ia bawa masuk ke rumah Brian, Luna pun menyusuri setiap sudut yang ada di ruangan itu, hingga ia berhenti dan fokus pada satu foto, foto Brian saat memakai jas kebesarannya, di sana Brian terlihat tersenyum cukup lama Luna memandang foto itu, dan dia pun berbalik dan keluar dari kamar yang menyimpan kenangan ..
***
Di sebuah cafe yang cukup mewah Loni dan Sandra sudah menunggu kedatangan Luna,
sungguh Loni sudah tidak sabar untuk bertemu dengan suaminya yang sudah 6 bulan ditinggalnya pergi,
dan tidak berapa lama Luna mulai memasuki cafe tersebut.
"Lun!!!"
__ADS_1
Loni melambai-lambaikan tangannya memberi tahukan keberadaanya kepada Luna,
Luna pun berjalan ke arah Loni dan Sandra duduk,
"Akhirnya kamu datang juga, kakak dari tadi menunggu mu di sini, apakah kau sudah siap Luna??"
"Iya kak, maaf aku datang sedikit terlambat, dan saat ini aku sudah siap kak,"
"Apa kamu ingin makan sesuatu dulu??"
"Tidak kak, Luna sudah kenyang tadi Luna sudah sarapan di rumah kakak"
"Sebelumnya kakak berterimakasih untuk semua yang kau lakukan untuk kakak lun, kakak tidak pernah akan berhenti untuk meminta maaf kepada mu atas semua perbuatan kakak kepadamu, sungguh
Loni tak kuasa menahan air mata nya, ia memeluk erat tubuh Luna sambil mengusap sayang punggung adiknya itu, tampak bahwa Loni memang benar-benar menyesal dan ia ikhlas meminta maaf kepada sang adik,
"Kak, sungguh aku sudah memaafkan mu, aku hanya meminta kepada kakak untuk tidak mengkhianati kak Brian lagi, jadilah istri yang setia kak, dan hiduplah bahagia bersama kak Brian"
"Hiks..hikss..hiks.."
__ADS_1
Luna tak mampu lagi berkata -kata hanya air mata yang mengalir tanpa bisa di tahan, akhirnya Loni kembali mengeratkan pelukannya ke tubuh sang adik.
akhirnya mereka melepas kesedihan bersama .
Saat Luna melihat jam sudah menunjukan pukul 16:30, itu berarti Brian sebentar lagi akan pulang,
"Kak sebaiknya kita berganti baju sekarang, karena aku sudah merindukan ayah dan bi Marni, aku tak sabar ingin bertemu mereka"
Luna memang sudah sangat merindukan kedua orang yang menyayanginya itu,
"Owh baiklah , kalau begitu ayo kita berganti baju" Loni pun menarik tangan Luna ke
sebuah rest room di cafe tersebut untuk berganti pakaian.
Karena Loni tidak ingin membuat sopir Brian curiga dengan tampilannya kelak, apalagi Loni pun harus memakai bantalan perut untuk mengelabui Brian atas kehamilan Luna selama ini, untuk kedepannya Loni sudah memikirkan sebuah cara untuk pura-pura keguguran bayi mereka.
Saat sudah berganti baju Loni pun mengakhiri pertemuan mereka dan akhirnya posisi Loni telah kembali menjadi nyonya Brian V Subrata ,
Dari balik sebuah kaca di cafe itu Luna melihat kepergiaan kakaknya,
__ADS_1
"selamat tinggal kak semoga kau bahagia selamanya.."
Bersambung...😥😥