Anakku Anak Suami Kakak Ku

Anakku Anak Suami Kakak Ku
Part 77


__ADS_3

Malam ini Brian dan Luna sedang dalam perjalanan ke rumah sang ayah untuk menjemput anak semata wayangnya, setelah di terpa banyak konflik yang bertubi-tubi membuat cinta Luna dan Brian semakin kuat.


"Mas..besok apa kau punya waktu??"


"Kenapa sayang?? apa kau ingin kita berbulan madu lagi??" Brian menggoda sang istri sambil mengedip - ngedipkan sebelah matanya.


"PLAK" Tiba-tiba Luna langsung memukul sebelah tangan sang suami yang sedang menjalar liar kemana-mana.


"AWW...Sakit sayang.. "


"Mas sih..punya tangan kok ya gak bisa diam"


"Hehe..hehe.. kan sama istri sendiri yang..masa gak boleh.."


"Ya gak lah mas.. kamu tu harus fokus nyetir mobilnya, kalau main-main nanti bahaya mas."


"Huft..bahaya itu kalau aku main-main nya sama orang lain sayang tapi..."


"Plak"


"Apa maksudnya mas?? kamu mau coba main-main sama yang lain???"


Seketika Brian langsung menghentikan mobilnya di pinggir jalan. Dan tanpa menunggu lama ia langsung menyerang bibir manyun sang istri yang menurutnya sangat menggoda.


"Muachhhhh"


Cukup lama Brian menautkan bibirnya ke bibir sang istri, hingga luma-tan demi luma-tan yang Brian lakukan itu semakin dalam, Dan Luna akhirnya mulai merasakan kehabisan oksigen dan mulai melepaskan tautan bibir mereka.


"Masssss" sambil menahan rasa malunya


Luna membuang mukanya ke arah kaca,


"Hehehe.. kenapa pipinya merah yang??


padahal kita udah sering melakukannya"


"Hmmm.. udah gak usah di bahas mas"


Brian tersenyum lebar melihat tingkah sang istri yang terkadang masih tampak malu-malu di hadapannya,


"Mas gak mungkin main-main sama yang lain. Karena mas udah dapatin seorang bidadari, jadi mana mungkin mas tertarik dengan yang lainnya." Brian langsung memegang kedua tangan sang istri dan menciumnya dengan lembut".


Luna merasa tersentuh dengan semua ucapan Brian, ia dapat merasakan bagaimana suaminya itu sangat mencintainya.


Brian pun kembali menjalankan mobilnya kembali,

__ADS_1


"Makasih ya mas untuk semuanya"


"Iya sayang..mas juga maksih sama kamu karena udah kasih mas kesempatan"


"Ehem... ehem..kamu bisa melakukan apapun di rumah mas, bukan di jalan" Dengan suara yang pelan Luna kembali meluruskan kesalah pahaman yang baru saja terjadi antara ia dan sang suami.


Brian tersenyum melihat tingkah sang istri yang masih malu-malu kepadanya.


"Baik lah tuan putri..itu kamu yang bilang sendiri ya yang. Dan nanti sepulang dari menjemput Azka mas pasti akan langsung menagihnya.


Seketika Luna langsung gelagapan mendengar semua jawaban dari suami mesumnya itu.


"Haha..haha..haha.... Kau begitu menggemaskan sayang"


"Hmmm..malas ngomong sama mas!!"


"Baik lah mas gak akan main-main lagi Btw kamu tadi tanya apa yang?"


"Mas besok sibuk gak?"


"Sepertinya besok aku ada beberapa meeting sayang. Memang kamu mau melakukan apa yang?"


"Besok aku harus datang ke kampus mas, untuk melihat pengumumam, dan semua mahasiswa baru wajib datang."


"Rencana nya aku mau kamu yang antar aku. Tapi..... kalau kamu sibuk aku bisa pergi sendiri mas."


"Apa Ospek??? kamu gak usah ikut yang"


"Hmm..kok?? kenapa aku gak boleh ikut mas??"


"Kampus itu milik rekan bisnis mas yang, dan mas salah satu penanam saham di yayasan itu. Jadi kamu gak harus sulit-sulit ikut OSPEK-OSPEK segala yang. Di jamin kok kamu bakal bisa masuk di sana bahkan tanpa tes yang."


"Ih .. gak boleh gitu lah mas.. kan ada prosedurnya, Luna pingin semuanya memang dari jeri payah Luna mas, bukan karena nepotisme."


"Tapi..mas gak suka kamu ikut OSPEK yang"


"Memang kenapa mas?? mahasiswa yang lain kan juga ikut mas??"


"Mas gak mau istri mas jadi incaran para laki-laki nanti di sana"


"HA..HAHA...mas tu ada-ada aja..kaya istri nya artis aja"


"Memang kamu gak sadar yang..kalau kamu lebih cantik dari bidadari apa lagi cuma sekelas artis..lebih yang??"


"Ih gak usah lebai dech mas"

__ADS_1


"Pokoknya mas gak setuju"


Luna merasa sedikit kecewa dengan penolakan sang suami, padahal ia hanya ingin mengikuti semua prosedur sesuai peraturan yang ada. Seketika ia langsung menarik tangannya yang sedari tadi di genggam oleh Brian, dan membuang mukanya ke arah jendela.


Dan terjadi lah aksi diam-diam antar Luna dan Brian, hingga mobil yang Brian kendarai mulai memasuki pelataran rumah milik sang mertua.


Luna mulai turun dari mobil dan meninggalkan sang suami berjalan di belakangnya.


Sebelum mereka sampai di depan pintu, Tampak Azka sudah keluar sambil di gendong oleh sang kakek.


"Azka..anak mama..." Luna yang sudah sangat merindukan sang anak langsung mengambil Azka dari gendongan sang kakek, dan tidak lupa mencium tangan sang ayah, di ikuti dengan Brian.


Ia langsung membawa Azka masuk kedalam kamarnya tanpa sepatah kata dan meninggalkan Brian berdua dengan sang ayah.


Melihat wajah masam dari kedua pasang pengantin baru itu membuat sang ayah penasaran untuk mengetahui apa yang sedang terjadi di antara keduanya.


"Kalian sedang bertengkar??"


"Tidak yah.."


"Ayah rasa kau sudah lebih dewasa dalam mengahadapi semua permasalah Bri. Tapi Luna baru dalam hal ini"


" Rumah tangga kalian baru akan menapak jalan kehidupan yang masih panjang."


"Pasti nanti akan banyak masalah yang akan bermunculan kedepannya"


" Hanya satu hal ayah harapkan kepadamu. Ayah minta kau bisa membahagiakan Luna, ayah tidak ingin melihat kesedihan lagi di dalam hidupnya, selagi masih bisa mengalah...coba lah untuk mengalah, selagi ia tidak keluar dari jalurnya.


Sambil merangkul sang menantu Pak Bram mulai menggiring Brian untuk duduk di sofa ruang tengah. Tampak minuman dan beberapa cemilan telah terhidang di atas meja.


"Ehem...Brian mengerti yah..Brian akan coba untuk selalu membahagiakan Luna"


Brian menatap wajah sang ayah mertua sambil berbicara dengan penuh keseriusan.


"Terima kasih nak" Pak Bram menepuk hangat punggung sang menantu kebanggaannya itu.


Dan perbincangan kedua pria itu pun terus berlanjut panjang.


Sampai deringan HP milik Brian memutuskan percakapan itu sementara waktu.


Tertera di layar handphone milik Brian,


Loni calling...


Bersambung....🤔🤔

__ADS_1


__ADS_2