Anakku Anak Suami Kakak Ku

Anakku Anak Suami Kakak Ku
part 43


__ADS_3

Mobil yang di kendarai Gilang telah melaju meninggalkan desa tempat tinggal Luna, Azka yang berada di gendongan bi Marni tampak sangat antusias memandang view di luar jendela mobil,


" Ma..ma..ma..mama... pa..pa..pa.


pa..ma.." Azka yang baru memulai belajar untuk berbicara selalu mengulang 2 kata itu, sambil mengangkat kedua tangannya sambil melompat-lompat kecil di pangkuan bi Marni,


" Iya sayang mama sama Azka mau pergi ke rumah Opa, Azka senang ya sayang?" sesekali Luna yang duduk di samping Gilang menjawab ocehan sang anak yang sudah mulai aktif itu.


"Mama senang juga kan mau ke rumah Opa" Gilang menimpali percakapan ibu dan anak itu


" Ha..haha..ha.." Luna tertawa mendengar pertanyaan Gilang,


"Iya tentu aku sangat senang, sudah 1 tahun lebih aku tak pulang ke rumah, dan aku ingin segera ke makam bunda", Luna yang sedari tadi mencoba tegar tak mampu menahan air matanya yang tiba-tiba mengalir,


"Jangan menangis Na, ini saat nya kamu bahagia, ingat sebentar lagi kamu akan menggapai cita-cita mu seperti almh. bunda mu,.." Gilang mencoba menghibur Luna, dan tanpa sengaja ia menggenggam tangan Luna dengan penuh kasih sayang,


"Ehem..." Luna yang tersadar dengan sentuhan tangan Gilang menjadi salah tingkah, dan ia menghapus jejak air mata di wajahnya,


Bi Marni yang melihat interaksi keduanya pun tersenyum, ia berdoa semoga sang nona kesayangannya bisa mendapatkan kebahagian yang berlimpah.


Setelah menempuh perjalanan yang lumayan panjang mereka akhirnya telah sampai di kediaman keluarga Sanjaya ayah Luna, di sana mereka di sambut hangat oleh sang ayah yang dari tadi telah menunggu.


"Halo cucu opa sayang... " pak Bram langsung mengambil bayi semok itu dari gendongan bi Marni,

__ADS_1


" Cucu..cucu opa ni, iya.... muah...muah" Pak Bram mulai beraksi bersama cucu kesayangan nya itu, dan pergi meninggalkan Luna dan Gilang.


"Hmm gitu ya opa kalau udah jumpa cucu anaknya di lupain" Luna membawa tas dan perlengkapan Azka yang lain ke dalam kamar Luna di bantu Gilang dan bi Marni.


***


Luna dan Gilang sedang duduk di gazebo taman belakang rumah Luna, di sana juga tampak ayah bersama sang cucu sedang bermain di play ground kecil yang sudah di siapkan sang ayah untuk cucu satu-satunya itu.


"Na, boleh kah aku berbicara serius kepadamu" dengan pandangan misterius nya Gilang berharap kepada Luna


"Ehem.. ngomong aja Gil ..tapi jangan ucapakan hmm..."


Gilang langsung memotong ucapan Luna, sembari menggenggam kedua tangan Luna,


"Na, pandang mata aku..tolong lihat Na... aku sungguh-sungguh dengan ucapakan aku yang kemarin-kemarin, aku mencintai kamu Aluna Sanjaya ..please izinkan aku menikahi mu"


" Gilang aku gak bisa .. aku bukan seorang gadis yang pantas untuk kamu cintai"Luna melepas genggaman tangan Gilang


"Siapa bilang Na?? kamu itu lebih dari pantas buat aku,.. kamu baik kamu..." Gilang kembali menautkan tangan mereka kembali


namun Luna langsung memotong ucapan Gilang


"Kamu salah Gilang, aku bukan orang yang seperti kamu bilang, ...tolong jangan paksa aku" Luna mencoba memandang wajah Gilang dengan penuh keyakinan

__ADS_1


" Na.. kamu gak kasihan sama Azka ..dia akan tumbuh tanpa seorang ayah di sampingnya Na!! tolong fikirin juga Azka Na" Gilang kembali menatap mata Luna dan kembali meyakinkan Luna dengan pandangan tegasnya


"Lang, aku tahu gimana yang harus aku lakukan untuk Azka .." Luna mencoba untuk pergi melepaskan genggaman tangan Gilang Kembali


"Aluna Sanjaya aku mohon.. terima aku, kita bersama membesarkan Azka" dengan mengerat kan genggaman tangannya dan wajah yang mengiba Gilang mencoba mendapatkan perhatian Luna,


" Lang, aku mohon kamu mengerti !!!..aku tidak pantas untuk kamu, tolong jangan pernah lagi mengatakan hal itu, " Luna menarik tangannya dan pergi meninggalkan Gilang di sana.


"Luna aku mencintaimu.. aku akan terus berusaha meyakini mu bahwa aku pantas untukmu" Gilang bermonolog di dalam hatinya


Tiba-tiba pak Bram datang mendekati Gilang, setelah menyerahkan cucu tampannya itu kepada Bu Marni.


"Gimana???? masih gagal???"


pak Bram pun duduk di sebelah Gilang,


"Iya om,,, aku masih gagal... " Gilang tersenyum hambar kepada pak Bram


"Ayo semangat Gilang, kalau kamu memang mencintai anak om, kamu harus buktikan sama om!!"


"Pasti om, saya bakal buktiin sama om"


"Dan om harap jangan pernah sakiti anak om, dia gak boleh sakit lagi Gil ..kalau sampai nanti kau menyakitinya jangan harap kau akan memilikinya lagi!!! dan kau akan berhadapan dengan om Gil !!!!" Pak Bram menepuk ringan beberapa kali punggung Gilang dan pergi meninggalkan nya

__ADS_1


"Saya janji om, saya akan mencintai Luna dan menjaga nya sepanjang hidup saya"


Gilang berkata sambil sedikit berteriak sepeninggalan pak Bram.


__ADS_2