
Sudah hampir 3 Minggu Luna terkurung di vila milik Brian, dan selama itu pula Brian tak pernah menemui Luna,
sedih?? sudah pasti itu yang Luna rasakan saat ini. Sejujurnya nama Brian sudah tertulis di dalam hatinya, namun dengan posisi nya yang salah membuat Luna menutup dirinya untuk Brian.
***
Di sisi lain Brian saat ini sedang berada di kantornya, sudah 3 Minggu ini dia terus uring-uringan, dimana begitu banyak masalah yang sedang menimpanya,
"Shiit"
"Vino!!! gue mau Lo ke ruangan gue sekarang juga!!!" Brian sudah tidak sabar untuk mendengar kabar baik tentang permasalahannya,
"Kriet"
Vino memasuki ruangan bos nya itu sambil ngos-ngosan, " Permisi bos!!"
"To the Point"
"Maaf bos Kerja sama kita dengan pihak Negara E tidak bisa dilanjutkan karena daya beli masyarakat kita menurun sejak beberapa tahun ini,
"Damn"
__ADS_1
"Gimana dengan kabar yang satu lagi!!"
"Ehmm.. maaf tuan tapi belum ada jalan keluar tuan karena..."
belum selesai Vino berbicara Brian sudah membuang semua dokumen yang ada di atas mejanya.
"BRE***** Lo gak bisa buat bujuk dia!!! percuma gue gaji Lo kalau gak ada hasil!!!
Vino hanya bisa terdiam melihat sang bos yang juga sahabatnya itu ngamuk.
"Bri!!!semua bisa di atasi asal lu sabar!! calm down bro!!"
Vino mencoba untuk meredakan emosi sahabatnya yang sering kali naik beberapa Minggu ini.
"Lo pulang temui Luna. Gue yakin lu tempramen gini karena gak jumpa dia!! sadar men!! gue yakin dia udah cinta lu, tapi lu harus yakinin dia, bukan diamin dia bro.
dan untuk masalah Lo yang satu, gue udah dapat cara bro!!"
"Gue pegang kata-kata lu!!" Brian mulai memakai jas nya kembali, lalu ia berjalan keluar menuju vilanya.
***
__ADS_1
Di lain tempat Luna sedang bersantai di gazebo vila Brian. Sambil melihat ikan yang berenang di bawah gazebo dan berhadapan langsung dengan kebun teh yang tidak begitu luas namun tertata sangat rapi.
"Azka tahu ???mama sangat merindukan opa dan nenek Marni!!!gimana cara nya supaya kita bisa pulang ya dek???"Luna mencoba berinteraksi dengan bayi yang berumur hampir 11 bulan itu,
"mim..mimimimmmm..." setelah mendengar ocehan Azka Luna langsung memangku nya sambil membuka ******* dan mulai menyusui Azka,(bahasa kolbu antara ibu dan bayi)
Dengan suasan yang sejuk dan tenang membuat Luna mulai tertidur sambil menyandarkan dirinya di dinding kayu. Sedang Azka masih betah memainkan terompet penuh nutrisi itu.
Tak berselang lama Brian telah Samapi di vilanya, ia langsung menuju kamar Luna dan azka untuk melepas rasa rindunya, namun saat sampai di sana, sama sekali Brian tak menemukan keduanya.
Brian pun mulai melangkah kan kaki nya mencari keberadaan Luna dan Azka dan akhirnya ia bertanya kepada ART yang mengawasi Luna di sana. Baru lah dia tahu keberadaan ibu dan anak itu, tanpa basa basi Brian langsung menuju ke tempat keberadaan mereka.
Brian tersenyum saat melihat wanita pujaan hatinya itu,
"Halo jagoan papa. lagi mimik ya nak??" Brian mencoba memperbaiki tidur Luna dan menggantikan pundaknya sebagi bantal untuk Luna. '3 Minggu aku tak melihatmu dan kau terlihat lebih cantik sayang"
"Cuup"
Brian mencium kening wanita cantik itu, "Tidur lah sayang!! aku akan menjaga mu disini". Brian memperhatikan wajah Luna dengan seksama, sesekali ia menyelipkan rambut Luna yang terbawa angin hingga menutupi wajahnya.
"Menikah lah dengan ku sayang" Brian berbisik di telinga Luna yang sedari tadi masih berpura-pura tidur ...😪🙄
__ADS_1
Bersambung...🤓🤓